PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
Kerinduan Vivi


__ADS_3

Ga lebih sepuluh menit mereka tiba di rumah yang di tuju. Sapta langsung masuk ke kamar, mencari Hari tanpa permisi, maklum kos cowok, boasa sering ada yang nyelonong. Sementara Vivi di depan garasi, pintu masuk menuju ke kos-kosan milik orang tua Hari.


Sapta keluar, di susul belakangnya sosok yang selama ini di rindukannya. Dia berjalan sambil menggunakan kaos, memperlihatkan kulit tubuhnya yang putih, matanya yang sipit, di tambah dia baru bangun tidur, membuatnya mirip oppa-oppa korea.


"Ya udah kalian kangen-kangenan dulu, ntar biar Hari anterin kamu pulang." ucap Sapta sambil mengayuh sepedanya.


"Tapi, Ta......" Vivi canggung depan Hari setelah sekian lama ga bertemu.


"Udah...... aman..... pulang utuh, hahaha" sahut Sapta sambil melambaikan tangannya ke arah mereka.


Sapta hilang di balik tikungan jalan, mereka saling tatap, ada kerinduan di mata mereka, berbinar dan bibir mereka menyunggingkan senyum.


"Masuk yuuk" ucapan Hari melangkah masuk, membuyarkan lamunan Vivi, dia lupa apa saja yang mau di katakan tadi, lalu Vivi mengikuti di belakangnya.


"Ri, gapapa kita masuk kamarmu? Ga enak sama orang tua kamu, atau anak kos" Vivi cemas, karena keadaan sepi, hanya ada dua kamar yang tampak terbuka pintunya dan suara musik bervolume tinggi dari arah kamar mereka masing-masing.


"Duduk" Hari mempersilahkan Vivi, berlalu menuju kulkas membawa botol air putih dan gelas kosong, menaruh di depan Vivi.

__ADS_1


"Papa mama ke luar kota, ada sodara yang nikahan, di rumah cuma ada eyang sama kakak ku" Hari memberi penjelasan.


Kening Vivi berkerut, ada cemas dalam hatinya kalau kakak atau eyang Hari masuk ke kamar Hari, karena pertama kalinya Vivi datang rumah cowok apalagi masuk ke kamarnya, Hari seolah tahu kecemasan Vivi.


"Santai sayang, mereka ga mungkin ada yang kesini" Hari berujar sambil menutup pintu.


"Ri, kok di tutup pintunya? Ga enak sama anak kos" Vivi merasa ga nyaman dengan situasi ini.


"Hahaha....mereka biasa masukin cewek, kos sini bebas tapi sopan, dan kamarku aman dari jamahan siapapun" Hari memberi penjelasan sambil mendekat ke tubuh Vivi.


"Aku kangen kamu sayang" Hari membisikkan di telinga Vivi sambil menggenggam tangannya.


Entah berapa lama mereka melepaskan kerinduan, setelah puas mencium bibir Vivi, Hari tiduran dengan kepala di pangkuan Vivi. Walaupun mereka hanya berdua di kamar, mereka tidak melakukan lebih lanjut, mereka tahu batasannya.


"Vi....." suara Hari memecahkan kesunyian di kamar itu.


"Hemmmm...." ucap Vivi sambil mengelus rambut Hari, hari menarik leher Vivi, mendekatkan bibirnya, dan kembali tenggelam dalam kehangatan.

__ADS_1


"Aku harap hubungan kita terus kaya gini, tapi entahlah.... aku ga ngerti apakah bisa" Hari membuang nafas kasar.


"Kamu ga lagi becanda kan?" mata Vivi menatap mata Hari dalam.


"Bentar lagi aku dah ga sekolah di sini lagi. Aku di minta kakakku pindah ke rumahnya di luar kota. Sekalian nemenin kakak iparku yang lagi hamil" ujar Hari berat.


Bibir Vivi bergetar, tiba-tiba air bening dari mata Vivi jatuh turun menetes ke kening Hari.


"Heeiii... kamu kenapa sayang?" Hari memeluk lalu mengecup kening Vivi.


"Berarti kita ga akan ketemu lagi?" tanya Vivi berharap ini hanya candaan Hari.


"Kakakku sudah beberapa taun menikah, tapi baru saja istrinya di kasih hamil, kandungannya lemah jadi aku harus bantu kakakku jaga istrinya sepulang sekolah. Karena kakak juga sering keluar kota" ujar Hari tak bersemangat.


"Oke kalo memang begitu, aku bisa ngerti, sekarang anterin aku pulang, ga enak sama orang rumah" Vivi pasrah dan ga tahu apa yang harus di lakukan


"Sayang, maafin aku ya" Hari merasa bersalah, lalu memeluk Vivi erat, seolah menandakan perpisahan. Hari kembali mencium bibir dan pipi Vivi, tapi tanpa balasan dari Vivi, yang terlihat memejamkan mata, berharap kata-kata hari hanya mimpi.

__ADS_1


"I love you" ucapnya sambil menarik tangan Vivi untuk berdiri.


"I love you too" Vivi menahan air matanya yang hampir keluar lagi, Hari kembali mendekapnya erat. Lalu mengantar Vivi pulang.


__ADS_2