PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
Ke rumah camer


__ADS_3

Pertemuan berikutnya Jemmy kembali datang ke kos Vivi, tapi kali ini dia bawa baju ganti, kemeja casual agar tidak terlihat aneh seperti kencan pertama mereka. Banyak pasang mata tertuju ke arah mereka, sang pria menggunakan pakaian resmi, si wanita menggunakan pakaian super cuek.


Walaupun pada akhirnya Jemmy melepas jas nya, agar perbedaan mereka tidak terlalu mencolok.


"Sekarang sudah jaga-jaga biar kita ga kelihatan aneh, hahaha.." ucap Vivi setelah Jemmy keluar dari kamar mandi tamu untuk berganti baju.


"Iya lah, biar ga di kira om-om nyulik anak gadis orang hahaha...." kata Deddy sambil menunjuk hidung Vivi.


"Ga keliatan kok, masih mirip kaya anak kuliahan" kata Vivi menggoda.


"Iya, buktinya anak kuliahan mau aja di bawa sama om-om" ucapan Jemmy membuat mereka tertawa bersama.


Seperti itulah Jemmy sering mengunjungi kos Vivi, bahkan juga akrab dengan beberapa teman kos Vivi. Bahkan ada yang terang-terangan minta di traktir makan Jemmy, yang kadang membuat Vivi ga enak sama Jemmy.


******


"Vi" panggil Jemmy di suatu hari saat main ke kos Vivi.


"Hemm" sahut Vivi, sambil menatap wajah Jemmy, keningnya berkerut menunggu apa yang mau di katakan Jemmy.


"Kamu kapan pulang?" tanya Jemmy.

__ADS_1


"Sabtu ini, kenapa?" ucapan Jemmy makin membuat Vivi penasaran.


"Aku ikut ya?" kata Jemmy santai, Vivi terbelalak dan ternganga mendengar ucapan Jemmy. Karena akan menjadi pria pertama yang akan di kenalkan kepada keluarganya.


"Kenapa?" tanya Jemmy melihat ekspresi wajah Vivi berubah.


"Ga papa, cuma.... baru kali ini aku akan mengenalin cowok ke ibu ku" Vivi tersenyum malu.


"Wow... berarti aku spesial dong" Jemmy mengedipkan satu mata nya.


"Eh ya, nih buat kamu..." Jemmy menyodorkan sebuah handphone.


"Buat aku?" Vivi meyakinkan dirinya ga salah dengar.


"Oke, makasih ya" Vivi memasang wajah termanisnya.


******


Tiba di hari yang di janjikan, Vivi dan Jemmy berangkat menuju ke rumah Vivi, dan yang membuat Vivi terkejut lagi Jemmy membawa dua kardus besar oleh-oleh untuk keluarga nya.


"Kok banyak banget bawaannya?" tanya Vivi heran.

__ADS_1


"Oleh-oleh buat calon mertua" Jemmy berhasil membuat pipi Vivi merona.


"Iihh apaan sih..." Vivi mencubit pinggang Jemmy.


******


Tiba di rumah ibu, Vivi mengenalkan Jemmy kepada ibu nya, walaupun sebelum pulang, Vivi sudah memberi tahu kepada ibunya, supaya tidak kaget ketika tiba-tiba Vivi pulang bawa cowok.


Ternyata Jemmy sangat cepat beradaptasi dengan keluarga nya, baik ibu, bahkan dengan mbah kakung nya yang selalu cerita tentang masa muda nya.


"Gimana bu?" tanya Vivi minta pendapat ibunya, ketika mereka sedang ada di dapur untuk menyiapkan makan siang.


"Dia baik, cepet akrab sama semua, ganteng juga" kat ibunya dengan wajah menggoda Vivi.


"Ibu ihh.." rona di pipi Vivi makin memerah.


"Ayo makan dulu Jem" panggil ibu ketika Jemmy masih ngobrol dengan mbah kakung.


"Iya bu.... Ayo mbah kung, makan bareng saya" kata Jemmy menyela pembicaraan mbah kakung yang tidak ada hentinya.


"Iya, ayo... Ayo... nak Jemmy makan" kata mbah kakung sambil merangkul pundak Jemmy.

__ADS_1


Jemmy sangat bahagia atas kehangatan keluarga Vivi, karena selama ini dia jarang berkomunikasi dengan keluarganya, jika dia pulang, biasanya malam, sampai rumah tidur, lalu pagi nya dia harus berangkat kerja lagi. Hanya sesekali Jemmy berkomunikasi dengan dua adik perempuannya, anak dari hasil pernikahan papi dengan mami tirinya.


Sedangkan dengan keluarga Vivi, mereka seolah tidak ada jarak. Keluarga yang hangat.


__ADS_2