PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
Di rumah kak Elena


__ADS_3

Setelah mengunci pintu pagar, Deddy dan Vivi berangkat menuju ke rumah kakak Deddy, yang tidak jauh dari rumah nya. Hanya sekitar lima menit perjalanan menggunakan sepeda motor.


Tiba di rumah kakak Deddy, Vivi sempat ragu, tapi Deddy menarik tangan Vivi, membawanya masuk ke dalam.


Sampai di dalam langsung di sambut keponakannya yang berusia sekitaran kelas satu SMP, Tiara gadis berambut ikal, berpipi cabi, cerewet tapi mudah akrab.


"Hai Ara, pipi kamu makin gembul aja" goda Deddy, yang membuat Tiara memasang muka cemberut dan memajukan bibirnya, sambil ngomel-ngomel tidak jelas. Deddy semakin gemas melihatnya, lalu mencubit pipinya.


"Ooommm... jahat banget sih kamu" teriak Tiara kesal.


"Mana mama mu?" tanya Deddy.


"Cari aja sendiri" jawab Tiara sewot. Akhirnya Deddy mencari sendiri kakaknya ke dapur, sedang menyelesaikan masakannya.


"Pagi kak" Deddy mencium pipi kak Elena.


"Tumben kamu datang?" tanya kak Elena sambil berkerut.


"Masa ga seneng aku datang?" rengek Deddy mirip anak kecil.


"Tumben aja, kan lama kamu ga mampir, kenapa?" jawab kak Elena, masih heran.

__ADS_1


"Kebetulan nganter cewek cari kampus" jawab Deddy santai.


"Cewek mana lagi yang kamu bawa?" tanya kak Elena, penasaran.


"Ssstt.... mumpung dia lagi jauh" jawab Deddy sambil menahan tawa.


"Aku mau numpang makan pagi kak" Deddy membantu kakaknya menyiapkan makan pagi.


"Dasar kamu ga modal, bisa-bisanya bawa cewek" kata kak Elena lagi.


***


Sementara itu Tiara yang ada di ruang tamu bersama Vivi cerita panjang lebar, tentang apapun, sekolah, gebetan, hobby dan banyak hal. Vivi senang mendengar cerita gadis yang cerewet ini, dia mendengar dengan antusias.


"Ehmm... kakak ga pacaran kok, baru dekat, emang kenapa, Ra?" Vivi balik bertanya.


"Tapi jangan bilang-bilang ya" bisik Tiara mendekatkan diri ke samping Vivi. Vivi pun mengangguk antusias.


"Dia punya pacar di luar negri" Tiara berucap pelan. Vivi seperti di sangat listrik, ada amarah dalam hatinya. Mengapa selama ini dia begitu lembut, mengapa selama ini dia selalu bilang cinta, tapi bersyukur dia tidak pernah menjawab kata cinta darinya. Dan di antara mereka belum ada komitmen, jadi Vivi menyingkirkan rasa itu. Mencoba tersenyum ke arah Tiara, walaupun berat baginya.


***

__ADS_1


Sampai pada akhirnya, kak Elena keluar dari dapur di ikuti Deddy yang ada di belakang nya. kak Elena tersenyum, sambil mengulurkan tangannya.


"Elena, kakaknya Deddy" wanita yang bisa di bilang kaya, namun tampak sederhana, dengan balutan daster dan memasak sendiri untuk keluarganya.


"Vivi, teman Deddy kak" balas Vivi berat.


"Pacar juga ga papa kok" goda kak Elena sambil melirik Deddy. Vivi hanya tersenyum malu.


"Ngobrolin apa aja tadi Ra?" tanya Deddy menyelidik.


"Masalah wanita" jawab Tiara sambil memperlihatkan wajah angkuhnya di hadapan Deddy.


"Emang kamu wanita... hahaha?" ledek Deddy sambil tertawa keras.


"Dari pada om, play boy" balas Tiara, lalu menutup mulutnya sambil cekikikan.


"Enak aja, kalo om play boy, kamu play stasion, hahaha" Deddy ga hentinya memancing kemarahan Tiara.


"Biarin weeek.... " Tiara menjulurkan lidahnya.


"Ayo Vi makan" ucap kak Elena. sambil menarik tangan Vivi, menuju ke meja makan.

__ADS_1


"Makasih kak El" ujar Vivi malu-malu.


"Udah, santai aja Vi" kata kak Elena sambil menyendok nasi ke piring Vivi.


__ADS_2