PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
Pergi


__ADS_3

"Vi... kalo boleh jujur... aku masih sayajg banget sama kamu, aku mau kita ulang dari awal lagi, tapi jika memang kamu ga bisa, setidaknya kita masih berhubungan baik Vi" tutur Jemmy lirih.


"Sudah lah, jangan membahas yang sudah berlalu, kita beda prinsip yang ga mungkin di satukan lagi" kata Vivi, berdiri dari duduknya berjalan menuju ruang tamu, meninggalkan Jemmy sendiri di ruang makan. Vivi menghempaskan badannya malas ke sofa tamu. Jemmy menyusul dan duduk di hadapannya, menatap sayu gadis yang di cintanya itu.


***


Tanpa sepengetahuan siapa pun Vivi sudah merencanakan mau pergi dari rumah, karena sudah bosan dengan keluarga nya yang selalu mendesak dia untuk kembali menjalin hubungan dengan Jemmy.


Saat itu ada mbak Siwi, karyawan ibu menemani Vivi di rumah, karena beberapa kali Vivi keluar rumah dengan diam-diam. Pernah suatu hari Vivi pergi ke wartel untuk menghubungi Tio, tapi belum selesai obrolan mereka sudah di panggil pulang paman nya yang tak menemukan Vivi di rumah.


"Vi... pulang!" yang sontak membuat Vivi menutup telponnya lalu ikut pulang pamannya dengan rasa kecewa. Dengan wajah di tekuk, kusut, marah, dan menangis.

__ADS_1


Sampai siang hari Vivi di temani mbak Siwi, tapi karena ibu kewalahan banyaknya pelanggan yang datang, mbak Siwi berpamitan untuk kembali ke salon.


Dan Vivi merasa ini adalah kesempatan emas baginya, dia menyiapkan beberapa lembar baju, yang di masukkan ke dalam tas, dia membuka celengan nya dan beberapa perhiasan emas yang di berikan Jemmy untuknya.


Setelah di rasa aman, Vivi menggendong ranselnya melalui jalan setapak yang dia pikir pasti tidak akan bertemu siapapun. Dan benar saja, sampai dia naik bus dia tidak bertemu dengan keluarganya.


"Huufftt... akhirnya lepas dari para pengawas" kata Vivi dalam hati, dan dia pun tertidur dalam bus yang membawanya ke kota.


"Apa aku ke base camp ya? Tapi kalo kesana pasti tujuan utama keluarga ku mencari ke teman-teman sekitar. Kalo ke rumah bibi? Ya mungkin sehari aku ke sana pasti aman. Besok pindah ke base camp." pikir Vivi mencari aman.


Akhirnya setelah dia memutuskan untuk ke rumah bibinya, dia turun dari bus dan berganti angkutan kota menuju ke arah perumahan di pinggiran kota.

__ADS_1


"Bi..." panggil Vivi melihat bibinya sedang duduk-duduk di depan rumah dengan beberapa ibu-ibu yang lain.


"Vi... sama siapa kamu? Ayo masuk" tanya bibinya.


"Sendiri bi, bi... aku minta ijin menginap semalam ya, aku pergi dari rumah. Aku ga mau di suruh balikkan sama Jemmy lagi. Karena aku sudah putusin dia beberapa minggu lalu. Tapi dia deketin keluarga di kampung, dia minta agar aku mau pacaran lagi sama dia" Vivi tertunduk sedih.


"Iya.. kamu nginap di sini bibi senang, tapi sebaiknya kamu ngomong baik-baik bukan pergi dari rumah kaya gini" kata bibinya bijak.


"Aku sudah ngomong tapi ga ada yang mau dengerin aku, malah seolah Jemmy selalu benar, dan selalu di bela" ucap Vivi kesal.


"Ya sudah... kamu sementara tinggal di sini dulu, buat nenangin diri. Tapi kalo kamu sudah tenang kamu pulang ya, karena ibu mu pasti sedih nyariin kamu" ucap bibinya lagi.

__ADS_1


__ADS_2