PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
Pernyataan cinta


__ADS_3

"Kenapa kamu turun sendiri? Kok ga bangunin aku? Kalo kenapa-napa gimana?" Jemmy nyerocos karena khawatir dengan kondisi Vivi.


"Ga papa kok, aku bisa sendiri" ucap Vivi canggung.


"Gimana ko, kita lanjut perjalanan?" tanya Vivi ragu.


"Sekarang sudah jam sebelas lewat, sampe kos mu pasti lewat tengah malam? Emang bisa kamu mau ke kos?" tanya Jemmy. Vivi membenarkan kata-kata Jemmy.


"Coba sini liat, kamu masih panas ga?" Jemmy menempelkan punggung tangannya ke dahi Vivi.


"Masih sedikit anget, minum obatnya lagi ya?" Vivi mengangguk, Jemmy bangun dari tidurnya, menuju ke meja kecil di sisi lain kamar itu.


"Nih minum" Jemmy menyodorkan gelas ke Vivi, di minumnya isi gelas itu sampai tandas tak bersisa.

__ADS_1


"Dah tidur lagi" perintah Jemmy, lalu menyelimuti kembali tubuh Vivi dengan selimut.


Vivi mencoba memejamkan mata nya tapi hampir setengah jam tidak juga dia bisa tidur. Bahkan Jemmy sudah kembali tertidur pulas, dengan dengkuran halusnya.


Vivi membuka matanya mendengar dengkuran Jemmy, menatap wajah Jemmy yang oriental, Jemmy terlihat sangat tampan saat tertidur pulas seperti itu, entah berapa lama Vivi memandangi wajah Jemmy, dia tersenyum menatap pria itu.


"Sebenarnya apa sih, status hubungan kita, aku bener-bener ga ngerti, kamu terlihat perhatian seperti pacar, tapi kok kamu ga pernah menyatakan perasaanmu padaku" batin Vivi sedih.


Vivi masih menatap wajah Jemmy, sampai dia tidak sadar Jemmy kembali terbangun melihat Vivi yang sedang memandangi wajah nya.


Tiba-tiba Vivi menitikkan air mata, yang membuat Jemmy kembali panik.


"Vi kamu sakit lagi?" tanya Jemmy menyentuh dahi Vivi, Vivi menggeleng.

__ADS_1


"Trus kenapa kamu nangis?" Jemmy mendekatkan diri nya ke arah Vivi, lalu mengusap air mata nya.


"Kamu kenapa sayang, hemm..." dia merangkup wajah Vivi, intonasi suara nya merendah, jantung Vivi berdegup kencang, untuk pertama kalinya Jemmy memanggil nya "sayang".


"Sebenarnya apa sih status hubungan kita ko? Kita sudah deket, aku sudah ngenalin kamu ke orang tuaku dan itu pertama kalinya, dan orang tua ku menyambut koko dengan baik. Tapi aku takut aku hanya salah mengira, karena koko ga pernah nyatain perasaan koko sama sekali" Vivi tertunduk, air matanya semakin deras. Jemmy menarik dagu Vivi, kembali menghapus air mata Vivi, sehingga wajah mereka saling berhadapan.


"Hey... dari awal aku deket sama kamu, aku serius, bagi aku ga perlu pertanyaan yang penting perbuatan Vi" tutur Jemmy.


"Tapi aku cuma takut, kalo aku kegeeran" ucap Vivi, memejamkan matanya.


"Oke... kalo kamu ragu, kamu butuh pernyataan dari ku, aku sekarang bilang, aku serius sama kamu, aku tidak main-main sama kamu, A.. KU... SA... YANG... KAMU... A... KU CIN... TA... KAMU" akhirnya Jemmy mengungkapkan isi hatinya, yang tak pernah dia ungkapkan selama ini, Vivi lega.


"Hiks... hiks..." Vivi mengeraskan suara tangisannya.

__ADS_1


"Sssst... kenapa lagi?" tanya Jemmy menempelkan jari telunjuknya ke bibir Vivi, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Vivi, lalu mengecup bibir nya. Lama kelamaan kecupan itu menjadi ******* yang memanas, Vivi membalas ******* itu. Selanjutnya bibir Jemmy menelusuri leher Vivi, yang menahan desahannya, bersuara pelan. Tangannya menjamah, wajah, bibir semakin turun ke bawah, mencari daerah sensitif Vivi. Tubuh Vivi menegang, dia tidak mampu menolaknya, dia seperti di bawa naik ke awan-awan, melayang menikmati indahnya surga dunia. Baru kali ini, Vivi benar-benar tak bisa berbuat apa-apa.


__ADS_2