PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
Flashback


__ADS_3

Masih terbayang dalam benak Vivi, apa jadinya jika pada usia dini dia harus mengalami mengalami pelecehan seksual dari seorang pedofilia. Lalu ingatannya melayang pada kelas tiga SD.


Flashback on


Rumah uyut, Vivi sedang di renovasi sehingga banyak material dan alat-alat yang di taruh di dalam rumah, rumah itu sengaja di kosongkan sementara, selama rumah itu selesai di renovasi. Sore itu Vivi kecil di dalam rumah uyutnya, bermain benda-benda pak tukang yang di tinggalkan, tiba-tiba tangan Vivi di tarik, mulutnya di bekap, menidurkan Vivi kecil di atas tumpukan pasir, tubuhnya di tindih. Pria itu menggesek-gesekkan bagian bawah tubuhnya ke bagian bawah tubuh Vivi tanpa melepaskan pakaian mereke sama sekali.


Vivi terbelalak, menatap orang itu, "mas Anto" jerit Vivi dalam hati, anak tiri pakdhe, kakak laki-laki ibunya, Usianya selisih delapan tahun lebih tua dari Vivi. Dia pria yang tidak di sukai keluarga Vivi, karena tiap kali kedapatan mencuri uang atau barang berharga keluarga Vivi.


Vivi menitikkan air mata, tanpa bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya terlalu kuat, di banding tubuh mungil Vivi. Lalu Anto membuka celananya, kembali memainkan miliknya di atas celana dalam Vivi, napasnya memburu di telinga Vivi. Tubuh Vivi gemetar, matanya yang taja. menyorotkan kemarahan.


Perasaan Vivi takut sekali, tiba-tiba ada suara mbah putri memanggil nama Vivi dari kejauhan, seperti dapat oase di atas gurun, Vivi lega karena Anto kembali memakai celananya, menyelinap pergi meninggalkan Vivi dengan perasaan kesal.

__ADS_1


Vivi mengusap air matanya, lalu berlari menuju ke mbah putri yang menyuruhnya makan, karena sejak pulang sekolah Vivi belum makan sama sekali. Dan sudah jadi tanggung jawab mbah putri mengurus Vivi, karena ibunya kerja dari pagi hingga sore hari.


********


Beberapa hari setelahnya Anto sering datang ke rumah, pura-pura mau bertemu dengan mbah putri. Walau cucu tiri, mbah putri satu-satunya yang sayang dan selalu membela Anto di depan keluarga mereka. Vivi menghindar untuk bertemu Anto, dia memilih mengunci kamar atau pergi ke rumah tetangga jika Anto mendekat, dia sangat muak melihat wajah Anto. Setiap datang pasti berbuat ulah dan meninggalkan masalah di keluarga besar mereka. Tapi ketika menjelang masuk SMP Vivi tidam pernah bertemu lagi dengan Anto, kabarnya dia sudah di penjara karena ikut terlibat perampokan bersama teman-temannya.


flashback off


flashback on


Menjelang masuk SMP, waktu itu menjelang siang, saat musim liburan kenaikan kelas, Vivi hanya berdiam diri di rumah, sambil nonton tv, kakaknya pergi sejak pagi. Tiba-tiba ada seseorang mengetok pintu yang terbuka. Arbi pria hitam manis, tetangga sebelah rumah mbah putri, dia teman sekolah omnya Vivi.

__ADS_1


"Eh mas Arbi, ada apa?" Vivi melongok keluar tetap di posisi semula.


"Ga Vi, main aja" jawabnya.


"Masuk mas" mata Vivi ga lepas dari acara yang dia tonton. Dia duduk di karpet, sambil bersandar di sofa berbentuk huruf L.


Arbi masuk dan duduk di sofa, kakinya tepat di sebelah tubuh Vivi, dan dia masih asik tanpa memperhatikan Vivi.


"Nonton apa Vi?" tanya Arbi basa basi.


"Doraemon mas" sahut Vivi tidak begitu peduli.

__ADS_1


__ADS_2