
Minggu pagi mereka bersiap menuju ke tempat yang di sepakati, yang biasa di sebut umbul. di umbul tersebut ada beberapa pohon beringin besar di tengah-tengahnya ada cekungan yang airnya jernih, mirip kolam renang.
Mereka konvoi entah berapa motor, ceweknya hanya ada Vivi dan Tita, pacar salah satu teman mereka. Lumayan jauh dari rumah, perjalanan menempuh waktu 40menit dengan motor, melalui jalan-jalan kampung, cari aman dari razia polisi, begitu pikir mereka, karena rata-rata mereka belum punya SIM. Tidak terasa jauh bagi mereka, karena mereka saling bercanda dan saling mengeledek.
Akhirnya sampai di lokasi yang mereka tuju, mereka parkirkan motor di salah satu rumah penduduk yang memang membuka halaman rumahnya untuk parkir motor dan mobil.
Dari tempat parkir mereka berjalan menyusuri persawahan untuk menuju ke tempat tujuan mereka, kira-kira lima menit berjalan, mereka sampai di tujuan. Melihat air mereka langsung menghambur masuk, menarik teman yang tidak mau basah, tanpa terkecuali Vivi.
Dia hanya masuk ke air tanpa mau berenang karena anak-anak cowok sudah menghabiskan tempat, untuk berlomba renang.
Vivi dan Tio hanya berendam di bawah pohon besar yang akar-akarnya bisa mereka gunakan untuk duduk, sambil menyemangati teman-teman mereka yang sedang berlomba. Tio melingkarkan tangannya ke pinggang Vivi, sambil sesekali menatap dan tersenyum, serasa dunia milik berdua, yang lain cuma ngontrak.
"Hmmmm.... kalo cuma mau pindah pacaran ngapain kalian kesini, mending di rumah aja" sindir Sapta sambil mencebikkan bibirnya, melihat pasangan yang sedang di mabuk cinta itu.
"Ayo lomba sama aku" imbuh Sapta menantang Tio.
"Ayo siapa takut" kata Tio semangat.
__ADS_1
"Bentar ya sayang" bisik Tio ke telinga Vivi
"Ayo kamu harus menang" Vivi menyemangati. Tio membalas dengan kedipan mata mesra, Vivi tersenyum.
"Ayo semangat, Yo" teriak Vivi menyemangati kekasih barunya. Mereka berlomba adu kecepatan berenang, sampai di ujung mereka berbalik. dan kemenangan berpihak pada Tio. Sapta kalah jauh, lawan yang ga seimbang.
"Yeeaaayyy... kamu menang" kata Vivi bersorak.
"Iya dong, Aku!" ujarnya sombong sambil membusungkan dadanya, sampai di depan Vivi, Tio langsung mengecup pipi nya. Vivi mencubit pinggang nya, sambil melotot, seolah mengisyaratkan malu dengan teman-temannya
"Modus!" ucap Sapta sambil mencebikkan bibirnya kembali.
*********
Matahari semakin meninggi, perut sudah terasa lapar. Tio mengajak teman-temannya naik, sementara Vivi sudah berganti pakaian.
"Cari makan yuk, aku yang bayar, anggap aja ini PJ" kata Tio ke teman-temannya. Tentu ajakan Tio di sambut gembira teman-temanya. Seperti biasa, Tio sering menang balapan lagi, jadi tidak perlu minta uang ke orang tuanya, untuk mentraktir teman-temannya, walau usaha orang tuanya, bisa di bilang sukses.
__ADS_1
"Kamu mau makan apa sayang? tanya Tio sambil mengusap pipi Vivi.
"Aku mau mie ayam" kata Vivi
"Oke siap.... ikuti aku ya" kata Tio ke teman-temannya.
"Siap boss" sahut teman-temannya kompak.
********
Seperti biasa minggu sore Vivi pulang, kali ini di anter Tio ke terminal.
"Yo, aku pulang ya" Vivi pamit sambil melambaikan tangannya, melangkah menuju bus yang mendekat
"Ati-ati ya sayang, miss you" kata Tio.
"Miss you too" kata Vivi sambil melambaikan tangan ke arah Tio.
__ADS_1
Tio menunggu sampai bus berbelok di ujung jalan. Ada rasa bahagia dalam hatinya, mengingat kejadian hari ini. Begitupun Vivi yang wajahnya berseri-seri di dalam bus. Akhirnya dia bisa move on dari masa lalu yang selalu mengahantui pikirannya. Walaupun tidak mudah menghapus nama yang sudah terlanjur terukir di dalam hatinya.
"Seiring berjalannya waktu aku pasti bisa melupakannya, aku harus bahagia" kata hati Vivi