
"Kamu pacarnya mas Jemmy ya?" tanya cewek bernama Oci, sinis.
"Ehmm... kami sedang dekat nya" hanya itu yang terucap dari bibir Vivi, karena dia sendiri ga tahu statusnya dengan Jemmy, sampai saat ini belum ada kepastian darinya.
"Ohh... teman ya?" pertanyaannya seolah mengejek dan sengaja memancing situasi.
"Kamu sudah pernah di kasih apa sama mas Jemmy. Aku sudah di kasih ini sama mas Jemmy" lanjutnya menunjukan liontin batu giok. Vivi hanya menggeleng, muak dengan gaya cewek di depannya yang nampak kalem tapi menyebalkan.
"Nanti kapan-kapan kamu juga pasti di kasih" ucapnya terus memanasi. Vivi hanya tersenyum kecut, dan beruntung Jemmy segera datang.
"Hey... ngobrolin apa, seru banget" tanya Jemmy menatap semua yang ada di meja itu.
"Ah.. ga kok mas, cuma aku nunjukin hadiah buatku dulu.
"Ohh itu, dulu aku punya beberapa, aku bagi-bagi ke teman-teman" ujar Jemmy santai. Vivi tertawa dalam hati, ternyata dia bukan orang yang spesial di dalam hati Jemmy.
"Kamu mau?" tanya Jemmy menatap Vivi mesra.
"Terserah yang mau kasih, aku ga minta" ucap Vivi santai.
"Ntar aku kasih yang spesial buat kamu" lagi-lagi Jemmy tersenyum mesra ke arahnya, dan otomatis membuat Oci kesal bukan main.
"Aku antar kamu pulang ya?" tanya Jemmy setelah selesai mereka makan.
"Boleh... Kalo ga ngrepotin" jawab Vivi sambil melirik Oci yang terlihat cemberut sejak tadi.
"Kan aku yang ngajak kamu ke sini, jadi aku harus bertanggung jawab nganter kamu pulang dong" Jemmy tersenyum menatap Vivi, dan Vivi membalasnya.
__ADS_1
Tidak lama mereka sudah mengantarkan Vivi dan pamit ke bapak yang kebetulan ada di depan rumah.
*******
Seperti biasa sabtu itu Vivi pulang ke rumah, tapi ga seperti biasa kali itu Vivi sakit, badannya panas, tapi dia paling susah untuk minum obat. Ibunya sudah hafal, jadi hanya membuatkan makanan dan minuman hangat. Malamnya Jemmy telepon ke rumah Vivi.
Kring... kring...
Vivi : Halo
Jemmy : Vi... baru apa?
Vivi : Baru selesai makan
Jemmy : Tunggu.... suaramu kok serak... kamu sakit ya?
Jemmy : Udah minum obat?
Vivi : Ga mau, buat istirahat juga sembuh kok.
Jemmy : Vi...
Vivi : Udah... ga usah kuatir, besok sembuh
Jemmy : Terserah deh, tapi besok kalo masih panas harus minum obat ya
Vivi : Siap pak dokter
__ADS_1
Mereka tertawa lalu menutup teleponnya
******
Pagi nya karena masih khawatir dengan keadaan Vivi, Jemmy telepon lagi. Kali ini ibu yang mengangkat, kebetulan belum berangkat kerja, karena masih mengurus Vivi yang badannya makin panas.
Kring... kring...
Ibu : Halo
Jemmy : Pagi bu
Ibu : Jemmy?
Jemmy : Iya bu, Vivi nya ada bu?
Ibu : Vivi masih tidur Jemmy, badanya tambah panas, tapi dia paling susah minum obat. Ibu sampe nyerah ngrayunya.
Jemmy : Ya udah, saya segera kesana bu.
Ibu : Iya Jemmy, tapi ibu mau ga ada, karena sudah ada janjian sama orang mau make up. Kalo sudah selesai ibu segera pulang kok. Ada mbah putri yang jaga Vivi
Jemmy : Iya bu, ga papa, saya nanti yang jaga Vivi sebelum pulang. Ini saya langsung berangkat bu.
Ibu : Ati-ati kamu di jalan ya
Jemmy : Iya bu, trima kasih
__ADS_1
Jemmy menutup telepon nya dan bersiap menuju ke rumah Vivi, dengan motor perjalanan hanya sekitar tiga puluh menit dari rumah orang tua Jemmy