
Sudah seminggu Ian dan teman-temannya ada di desa itu, dan hampir setiap hari juga Deddy intens mendekati Vivi. Akhirnya Vivi menyerah, dan hati nya luluh di hadapan Deddy. Mereka mulai dekat, tanpa komitmen apapun, Deddy memberikan nomer telepon kosnya.
"Kalo kangen telepon aku ya?" kata Deddy, sambil mengecilkan mata kirinya, genit.
"Apaan sih kamu" ucap Vivi malu.
"Besok aku mau balik ke kos, karena senin sudah mulai masuk kuliah, kamu kapan main ke kos ku?" tanya Deddy sambil mengelus rambut Vivi.
"Ga tau Ded, liat aja nanti" jawab Vivi.
*******
Beberapa hari setelah Deddy balik ke kos nya, Vivi merasa hampa, walaupun dengan mudah dia mengatasinya dengan cara ngumpul dengan teman-temannya. Tiba-tiba dia teringat, kenapa ga minta bantuan dari Deddy buat carikan kampus sesuai dengan minat Vivi. Dia ingat nomer telepon yang di berikan Deddy padanya.
Hallo bisa bicara dengan Deddy? Tampak suara seorang pria di seberang telepon
__ADS_1
Maaf ini dari siapa ya?
*Bilang aja dari Vivi!
Oke Vivi. Deddyyyyyyy.... ada telepon dari pacarmu*!. Teriak pria itu keras, melebih-lebihkan.
"Pacar? Huuuhhh emang siapa yang pacaran dengannya" gerutu Vivi pelan.
Hallo manis, kangen sama Deddy ya? ucap Deddy percaya diri, memulai pembicaraan.
Siap sayang, mas Deddy siap membantu kamu.
Mas? geli denger nya.... Vivi tertawa mendengar kata-kata Deddy, ternyata kata-kata Deddy pintar meluluhkan hati wanita. Setelah Vivi itu mengakhiri sambungan telepon mereka.
********
__ADS_1
Beberapa hari setelahnya Deddy memberikan informasi yang di minta Vivi. Mereka janjian untuk mendatangi kampus yang di maksud.
Setelah hari yang di janjikan, mereka janjian bertemu di rumah nenek Vivi. Vivi pamit dengan keluarganya, mereka ke kota A berlima, dua teman Deddy, dan satu pacar temannya. Mereka pergi ke kampus satu, setelah bertanya apa yang di perlukan, Vivi keluar menemui Deddy dan teman-temannya. Deddy mengajak mereka ke kosnya, untuk istirahat sementara, karena mereka pergi menggunakan sepeda motor.
Hampir malam mereka berangkat ke kota B, tepi mereka menyempatkan diri makan malam di pinggir jalan, karena perjalanan lebih jauh dari sebelumnya. Tiba-tiba dalam perjalanan terpikir oleh Vivi, dimana mereka akan menginap. Lalu Vivi mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada Deddy.
"Ded, ntar malam kita nginap dimana?" tanya Vivi sedikit ragu.
"Aku ada rumah di sana, kamu tenang aja" jawab Deddy seolah mengerti kekhawatiran Vivi. Vivi tidak bertanya lagi karena tidak enak pada Deddy, karena dia sudah merepotkan Deddy.
Tengah malam mereka sampai di kota itu, lalu tiga teman Deddy memisahkan diri dari mereka berdua, Vivi semakin was-was.
"Ded, kok kita hanya berdua aja?" tanya Vivi.
"Kenapa? Kamu takut? Tenang aja aku ga gigit kok, aku sudah jinak hahaha......" Deddy menggoda Vivi. Justru membuat Vivi membuat bergidik.
__ADS_1
Mereka masuk ke daerah perumahan, lingkungannya, di kota atas. Tiba di satu rumah Deddy membuka pintu pagar, Vivi menatap lurus ke arah depan rumah, dan melihat pemandangan di depan mata nya sungguh-sungguh indah, lampu kerlap-kerlip di kota bawah.