PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
Saat indah bersamamu


__ADS_3

Hampir pukul enam pagi Vivi bangun, Deddy masih ada ada di sebelahnya, sedang tertidur pulas sambil bertelanjang dada. Vivi mendengar air kran menyala, Vivi ingat kata Deddy, mami nya ada. Membuat Vivi tidak enak hati karena tidur di kamar yang sama dengan Deddy.


"Ded, bangun... sepertinya mami kamu sudah di dapur tuh..." kata Vivi sambil duduk lalu menggoyang-goyangkan tubuh Deddy.


"Ya udah kamu keluar aja" jawab Deddy belum sadar sepenuhnya.


"Ga enak sama mami kamu, ayo dong kita keluar" kata Vivi lagi.


"Ga papa, mami ku ga gigit kok" goda Deddy yang mulai membuka matanya.


"Deeed... Ayo..." Vivi menarik tangan Deddy.


"Aku mau keluar tapi kiss dulu" kata Deddy yang dengan cepat dia duduk sambil menunjuk pipinya. Karena malas berdebat lagi Vivi mencium pipi Deddy. Lalu Deddy menarik tubuh Vivi kepelukan nya, mendekap Vivi dan mengelus rambutnya.


"Maafin aku ya, Vi.... aku ga ada maksud jahat sama kamu, aku melakukan karena aku sayang kamu. Dan salahnya nafsu ku hampir saja tidak terkendali." ucap Deddy.


"Iya Ded, aku sudah maafin kamu..." Vivi mendongak menatap wajah Deddy. Deddy mengecup kening dan bibir Vivi.

__ADS_1


"Ayo kita keluar" kata Deddy sambil berdiri, da. menarik tangan Vivi.


"Ded, kamu ga pake baju dulu, masa' mau ketemu mami tanpa baju?" tanya Vivi dengan pipi memerah.


"Haha... Ga papa, santai aja Vi" jawab Deddy, dan Vivi pun mengikuti kemauan Deddy. Ketika sampai di luar, mereka tidak menemukan siapapun.


"Ded, mana mami kamu?" tanya Vivi, sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.


"Ga ada" Deddy menjawab dengan santai nya. Kening Vivi berkerut, menatap mata Deddy dalam, mencari kebenaran di matanya.


"Hahaha... Kamu serius banget sih" sahut Deddy sambil merengkuh tubuh mungil Vivi, dan memeluknya dengan mesra.


"Iih jahat kamu" teriak Vivi, sambil memukul dada Deddy kesal. Deddy makin mengeratkan pelukan nya, dan duduk di sofa, lalu membawa Vivi ke pangkuannya. Vivi menikmati kemesraan itu, dengan membenamkan wajahnya di dada Deddy, dia merasakan kenyamanan bersama Deddy.


"Kamu mandi gih, ntar kita langsung ke rumah kakak aku, buat makan pagi, sekalian aku antar kamu ke kampus" perintah Deddy.


"Kok kamu ga cerita punya keluarga ada di sini" tanya Vivi manja, sambil menyandarkan kepalanya di bahu Deddy"

__ADS_1


"Kan kamu ga pernah tanya" kata Deddy sambil memainkan rambut Vivi.


"Semua keluarga kamu ada di sini?" tanya Vivi penasaran.


"Ga, cuma kakak pertama aku, nikah sama orang sini" Deddy memberi penjelasan.


"Lalu rumah ini?" tanya Vivi masig penasaran.


"Papi beliin buat aku, kakakku yang nomer tiga juga di beliin di daerah sini tapi beda gang. Kenapa kamu suka?" Deddy balik bertanya.


"Kok aku?" tanya Vivi bingung.


"Siapa tau kamu mau jadi istriku, kita tinggal disini bersama anak-anak kita" tanya Deddy menggoda, sambil tersenyum nakal.


"Apaan siih. Dasarrr!!! Ya udah aku mandi dulu" kata Vivi, mencoba untuk berdiri. Tapi Deddy menahannya, mencium kedua pipinya, lalu berpindah ke bibir Vivi. Vivi mendorong dada Deddy, sambil berusaha melepaskan ciuman Deddy.


"Deddy, kapan aku mandi?" Vivi bertanya yang membuat Deddy tergelak, lalu melepaskan tangan Vivi. Deddy sepertinya sudah jatuh cinta padanya.

__ADS_1


__ADS_2