PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
Move on


__ADS_3

"Vi, kamu cantik banget" Tio membuka omongan ketika mereka meninggalkan teman-temannya.


"Apaan sih kamu, tumben muji, biasanya ngeledek terus" Vivi menutupi bunga-bunga yang ada di dalam hatinya.


"Serius, aku ga boong" perkataan Tio membuat Vivi ga bisa ngomong, hanya tertunduk, pipinya menghangat, dan mungkin sekarang sudah memerah. Mulai saat itu, Tio lebih serius dan jarang ngomong yang bikin Vivi kesal.


********


Dua minggu berlalu, seperti biasa Vivi kembali datang ke kota. Malam minggu, tanpa sepengetahuan Vivi, Tio ijin dengan Sapta, mau pergi keluar dengannya.


"Vi, tolong temenin ke rumah temen ku yuk" ajak Tio, melihat Vivi mendekat.


"Kemana?" tanya Vivi sambil menatap Sapta seolah bertanya apa di ijinkan pergi.


"Udah sana" kata Sapta mengusir.


"Tapi pulang utuh ya, Yo" sambung Sapta lagi


"Emang Vivi piring, bisa retak.... hahaha...." sahut Tio sambil tertawa, melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


********

__ADS_1


Sampai di taman kota, beda dengan tempat Hari nembak Vivi dulu, Tio menghentikan motornya.


"Kok kita kesini? Emang rumah temen kamu dimana?" tanya Vivi sambil mengernyitkan keningnya.


"Udah deeh, sini dulu" ajak Hari lagi, duduk di sebuah bangku besi.


"Vi.... setelah lama kita ga ketemu, dan sejak pertemuan kita kemarin, aku ga tau kenapa aku selalu kepikiran kamu terus, aku kangen kamu terus, pengen cepet ketemu lagi. Mungkin apa ini yang di namakan cinta?! Ya mungkin aku sudah jatuh cinta sama kamu Vi" Tio mulai mengungkapkan isi hatinya.


"Andai kamu tau, aku juga mengalami hal yang sama, Yo. Apa hari ini aku harus mengakhiri penantianku dan melupakan dia yang sekarang entah dimana" Vivi mencoba berdamai dengan keadaan.


"Vi.... aku sayang kamu, aku mau kita pacaran, kamu?" kata Tio yang selalu ceplas-ceplos, sambil menatap Vivi yang tertunduk sejak dari mereka datang tadi. Vivi sedang mendengar suara degup jantungnya sendiri.


"Aku juga mengalami, apa yang kamu alami, Yo" Vivi menggigit bibir bawahnya, melirik Tio yang mulai menyunggingkan senyuman, dan kembali tertunduk dengan pernyataannya sendiri


"Lalu?" Tio ga sabar menunggu jawaban Vivi.


"Aku mau jadi pacar kamu" terukir senyuman di bibir Vivi.


Tio tak mengucapkan apapun dia menggenggam kedua tangan Vivi lalu mengecupnya keduanya terlihat bahagia.


"Mungkin ini yang dinamakan benci jadi cinta" pikir Vivi sambil tertawa dalam hati.

__ADS_1


"Makasih ya Vi" Tio mencium kening Vivi. Di sambut anggukan dari Vivi.


"Besok kita ajak anak-anak ke renang, buat ngerayain jadian kita" kata Tio lagi


"Iya, kita balik sekarang sebelum mereka bubar" kata Vivi sambil berdiri dari bangku taman. Tio pun mengikuti, sambil bersiap di atas motor kesayangannya.


"Tapi aku mau ajak kamu muter kota dulu, buat menikmati malam ini. Ntar kalo dah gabung sama mereka kita ga akan bebas" kata Tio sambil menarik kedua tangan Vivi melingkarkan ke pinggangnya. Vivi menurut pipinya dia sandarkan ke punggung Tio, sambil memeluknya erat.


"Semoga ini awal kebahagianku lagi" batin Vivi


Akhirnya senyum kebahagiaan Vivi mengembang kembali, melupakan apa yang sudah di alaminya dulu. Mereka pergi, entah kemana hanya berkeliling kota tanpa tujuan, merayakan kebahagiaan mereka. Sesekali Tio tersenyum melihat tangan kirinya yang menggenggam tangan Vivi. Satu jam berlalu, mereka kembali ke kumpulan anak-anak muda yang salah satunya memainkan gitar sambil semua bernyanyi. Walau nada nya lepas entah kemana.


"Kayanya ada lago bahagia niih" kata salah satu teman, yang membuat suasana jadi riuh. Vivi dan Tio hanya senyum-senyum tanpa menanggapi mereka.


"Waah wajib PJ nih" sahut yang lainnya.


"Apa PJ?" tanya Vivi.


"Pajak Jadian" di sambut celoteh yang lain.


"Besok" jawab Tio singkat.

__ADS_1


__ADS_2