
Habis mandi, Vivi masuk ke kamarnya, dua teman sekamarnya pulang kebetulan mereka libur kerja. Vivi menyalakan radio, hanya itu yang jadi hiburan di kamarnya
"Viiiii.... ada telepon, nyariin kamu" teriak Eka temen seangkatannya tapi beda jurusan.
Vivi berlari, karena kamarnya ada di paling belakang, sambil menerka-nerka siapa yang telepon dia malam-malam gini.
"Ya hallo..." kata Vivi sambil mengerutkan keningnya.
"Vivi?" suara dari seberang sana.
"Iya, ini siapa ya?" tanyanya.
"Jemmy" katanya.
"Ohh... Kirain minta nomer telepon cuma buat basa basi aja" Vivi senyum-senyum sendiri.
"Gak lah.... ini tadi aja nomer belakangnya sudah ke hapus dua nomer, soalnya tadi sudah buat mandi. Tadi nyoba beberapa nomer mungkin nomer ini ke empat atau lima" ucap Jemmy polos, yang membuat Vivi langsung tertawa keras.
"Vi, kamu besok sabtu ada di kos ga? tanya Jemmy
"Ada, kenapa? Vivi balik bertanya.
"Kalo jadi aku mau mampir" katanya.
"Ohh oke dech" kata Vivi.
__ADS_1
Vivi menutup telepon nya, setelah mereka terlibat omongan panjang lebar, dan Jemmy menyudahinya.
Vivi senyum-senyum sendiri, rasanya sudah lama dia tidak merasakan hal itu.
*******
Waktu yang di tentukan tiba, sabtu sore Vivi bersiap, ini kencan pertamanya dengan Jemmy, dia pakai celana jeans, kaos ketat you can see, dengan di lapisi cardigan warna tosca.
Vivi berkaca di cermin besar di luar kamar kos nya, yang sengaja di siapkan untuk anak-anak kos. Di olesnya lip gloss tipis, tanpa bedak, tanpa make up, segitu cueknya Vivi.
"Perfect" Vivi percaya diri dengan gaya nya saat itu.
Ting tong...
Eka yang kamarnya di depan keluar kamarnya, Vivi berjalan masuk ke kamarnya untuk mengambil tas kecilnya.
"Kamu mau kondangan Vi?"tanya Eka yang sengaja menunggu Vivi keluar.
"Masa kondangan pake baju kaya gini?" Vivi tertawa melihat ekspresi Eka yang polos dan heran melihat penampilan Vivi.
"Kenapa?" tanya Vivi melihat Eka seolah dirinya aneh.
"Lihat mas mu" perintah Eka sambil menunjuk ke arah pintu.
"Makasih ya Ka" ucap Vivi sambil kembali mengedipkanmata kanannya.
__ADS_1
"Sama-sama Vi" Eka tersenyum sambil melangkah masuk ke dalam kamarnya.
Vivi berjalan keluar dan melotot melihat penampilan Jemmy. Dia menggunakan stelan jas, lengkap dengan dasinya.
"Pantas saja, Eka tanya apa aku mau pergi kondangan!" pikir Vivi.
"Kita mau kemana?" tanya Vivi ragu, karena mereka ga janjian untuk pergi ke acara resmi.
"Terserah kamu" ucap Jemmy sambil tersenyum manis.
"Apa perlu aku ganti baju resmi?"tanya Vivi lagi.
"Ga perlu, gitu aja ga papa" kata Jemmy sambil memesan taksi. Saat itu awal-awal handphone baru-baru saja masuk di Indonesia, baru ada tiga provider besar saat itu, dan Jemmy sudah menggunakan nya.
Tidak lama taksi datang, Jemmy membukakan pintu untuk Vivi, lalu dia masuk lewat pintu kanan.
"Ke mall X pak" kata Jemmy setelah ada di dalam taksi.
"Baik pak" ucap pengemudi taksi tersebut.
"Kamu mau nonton?" tanya Jemmy menatap Vivi mesra.
"Mau nonton apa?" tanya Vivi sambil tersenyum.
"Kita liat nanti film yang bagus ya" kata Jemmy sambil meraih jemari Vivi, lalu menautkannya. Vivi menatap tautan jemari mereka, dan tertunduk malu. Jantungnya susah di kondisikan, rasanya telinganya menangkap suara detak jantungnya sendiri.
__ADS_1
Jemmy menyadari Vivi kikuk, dia menatap lalu mengelus tangan nya, Vivi menatap jendela karena ga berani menatap mata Jemmy yang membuat dia salah tingkah.