PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
SMA


__ADS_3

Dulu Vivi punya cita-cita untuk masuk di sekolah seni jurusan tari, karena walaupun tomboy, dia suka banget menari, entah itu klasik maupun kontenporer, dia juga ikut sanggar tari, bahkan jadi assisten dari pemilik sanggar tersebut. Setelah lulus SMP Vivi minta ijin ibunya untuk masuk ke SMK jurusan tari di kota, dan ibunya mengijinkan.


Pagi itu hari pendaftaran, Vivi bersiap untuk pergi ke sekolah yang di impikan Vivi, dia semangat banget berharap bisa di terima, selain karena itu sekolah yang di impikan, sekolah tersebut satu kota dengan Hari. Dia pergi dengan guru tari nya yang mendampingi.


Sampai di sekolah tersebut ternyata sudah banyak pendaftar, mungkin ada ratusan pendaftar. Tes demi tes di lalui, baik itu tes tertulis, praktek pertama, menciptakan sebuah tarian, dan Vivi lolos keduanya. Masih ada satu tes terakhir kedua menyebutkan nama-nama wayang, alat-alat musik gamelan dan pemukulnya. Ternyata sedikitpun tidak terpikirkan oleh Vivi, hanya beberapa saja yang dia tahu. Dia panik dan kecewa banget, cuma bisa berdoa dalam hati biar bisa lolos.


"Huuufftt..... ternyata seleksinya ketat banget, bi" katanya ketika sesi istirahat, sambil menunggu pengumuman.


"Bibi doain kamu lolos, Vi" kata bibinya yang tidak lain adalah guru tarinya.


"Amiiiinnn" Vivi berharap.


********


Satu jam berlalu saatnya pembagian hasil tes.

__ADS_1


"Vivian Kiramita" nama Vivi di panggil, dia maju ke depan menerima amplop putih sambil berdoa dan berharap keberuntungan ada di pihaknya. Dia berjalan cepat menuju ke bibinya yang menunggu di depan ruangan.


Vivi membuka di samping bibinya, tiba-tiba raut mukanya berubah, lalu memeluk bibinya, matanya berkaca-kaca.


"Sabar Vi, sabar.... belum jodohnya kamu sekolah di sini" bibinya mengelus punggung Vivi.


"Ya udah kita pulang yuuk" kata bibinya lagi. Vivi mengangguk dan menunduk.


"Gagal aku masuk sekolah yang aku impikan, gagal juga aku dekat dengan kamu Ri" jiwa muda Vivi masih belum terima dengan keadaan itu


*********


"Ri, ingatkah kamu sama aku? Disini aku masih setia, apa kamu juga?" batin Vivi merana. Dia bertekad minggu ini dia harus ketemu Hari.


*********

__ADS_1


"Hai, Ta" sapa Vivi ketika sampai di depan rumah Sapta.


"Hai anak SMA" Sapta menyahut tapi tangannya masih sibuk ngutak atik gitarnya.


"Ta, Hari masih suka kesini ga?" tanya Vivi dengan wajah memelas menahan rindu.


"Mau aku anterin ke rumahnya?" Sapta balik tanya.


"Emang orang tuanya ga papa, anak cewek nyamperin ke rumahnya?" tanya Vivi cemas, karena Vivi belum pernah sekalipun datang kerumah cowok.


"Rumahnya kan kos-kosan cowok anak kuliahan, kita bisa lewat pintu samping, kamarnya juga paling depan jadi aman ga usah lewat rumah utama" Sapta menjelaskan


"Terserah deeh" ucap Vivi pasrah.


"Bilang aja ngarep" Sapta meledek sambil meletakkan gitarnya.

__ADS_1


"Ikhlas ga nih" bibir Vivi manyun mendengar jawaban Sapta, tapi dalam hatinya bergejolak bahagia.


"Udah ayo cepetan naik" Sapta mengeluarkan sepeda gunungnya. Vivi duduk miring di depan Sapta. Tangannya mulai berkeringat dingin menata kata-kata apa saja yang mau di sampaikan ke Hari.


__ADS_2