PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
Perlakuan Tio


__ADS_3

Semakin hari Vivi semakin gerah dengan kemarahannya sendiri, Vivi pergi ke kota, karena dia berpikir ketika kumpul dengan teman-teman nya akan melupakan masalahnya.


Sore itu, Vivi melihat Tio lagi ngobrol bersama Sapta, Vivi mendekati mereka.


"Ta, anteri ke kampus temen ku yuk... aku dah janji lama sama mas Erik, belum kesampaian" kata Vivi ketika sudah di hadapan mereka.


"Ogah... malem minggu nganterin kamu. Rugi tau... ntar cewek ku bisa ngamuk karena ga di apelin, tuh ajak Tio" Sapta nyerocos kaya petasan.


"Ga ah, takut ceweknya marah" celetuk Vivi hendak meninggalkan keduanya.


"Emang cewek siapa?" tanya Tio ke Vivi. Vivi menghentikan langkah nya, tidak enak hati karena tidak ada maksud apa pun kata-katanya tadi.


"Sorry Yo, aku ga ada maksud apa-apa" kata Vivi ga enak hati.


"Ga papa kok, santai aja... Jadi gimana mau di anter kesana? tanya Tio.


"Ehmm... kalo kamu ga ke ganggu boleh deh, tapi aq dateng ke teman-teman cowok ya, kebetulan beberapa minggu lalu, mas Erik kenalin aku ke temen nya, anaknya asik. Kita ngobrol panjang lebar, trus aku di suruh dateng ke base camp nya" ujar Vivi.

__ADS_1


"Ga papa, makin banyak saingan, makin semangat aku dapetin kamu lagi" gumam Tio.


"Apa Yo?" Vivi bertanya karena tidak jelas dengan kata-kata Tio.


"Ga papa" Tio tersenyum.


Erik adalah tetangga Tio, dia kuliah di perguruan negeri di kota itu, wajahnya ganteng, berambut ikal yang tinggal di rumah neneknya, dia pendatang dari ibukota. Erik sebenarnya naksir Vivi sejak pertama kali bertemu, dan Vivi masih duduk di bangku SMA. Tapi saat itu Vivi masih pacaran dengan Tio, dan karena kepolosannya Vivi ga pernah tau itu, karena Vivi Walaupun beberapa kali pacaran, tapi dia selalu setia pada pasangannya.


******


"Haaai... Vi... Apa kabar? Lama ga ketemu" ucap Erik menyalami Vivi khas anak gunung.


"Baik... Iya aku lagi banyak masalah kemarin, jadinya bisa dateng" kata Vivi sedih.


"Masalah apa kalo boleh tau?" tanya Erik lagi.


"Aku abis putus sama cowok ku" kata Vivi dengan air muka muram.

__ADS_1


"Sabar ya... hilang satu tumbuh seribu" kata Erik tertawa.


"Enak aja" Vivi pura-pura marah.


******


"Eh Yo...kamu nganterin Vivi? Mau pulang duluan? Ntar aku anterin Vivi pulang" usir Erik secara halus.


"Ga bisa... gue kan nganterin Vivi, jadi gue yang tanggung jawab atas Vivi dong" ucap Tio kesal, Tio tahu Erik seorang play boy, Tio takut Vivi hanya buat mainan.


"Iya mas, aku berangkat sama Tio pulang juga harus sama Tio lah..." Vivi menengahi.


"Iya deeh" jawab Erik malas, karena sebenarnya tujuan Erik untuk ke pendekatan Vivi. Erik mengajak Vivi dan Tio ke teras base camp, lalu mengenalkan satu per satu temannya, mereka baik dan cepat akrab dengan Vivi, mengingat Vivi juga anak yang mudah bergaul.


Tio selalu berada di samping Vivi, dia ga rela dekat dengan Erik, karena dia sering bawa cewek ke rumah neneknya. Tapi tujuan di balik itu, yang Tio inginkan adalah kembali dengan Vivi, dia masih mencintai gadis itu.


Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam Vivi berpamitan dengan teman-teman barunya. Dalam perjalanan pulang, Tio melajukan motornya dengan pelan, menarik tangan Vivi melingkarkan ke perutnya. Vivi terkejut melihat perlakuan Tio, karena tak terlintas dalam pikirannya akan dapat perlakuan seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2