
"Bu, apa aku boleh kuliah ke luar kota?" tanya Vivi memberanikan diri, saat ibunya sudah selesai memasak. Vivi ikut menghidangkan makanan di meja makan. Jujur Vivi sndiri belum memiliki gambaran jurusan apa yang mau di ambil, mengingat setelah kegagalan masuk sekolah tari dulu.
"Emang mau sekolah dimana?" ibu balik bertanya.
"Mungkin ke kota A bu" jawabnya
"Tapi apa ga kejauhan Vi? kamu pasti akan jarang pulang" tanya ibunya terlihat cemas. Mereka hanya tinggal berdua, karena kakaknya sudah kuliah jurusan bisnis, pulang dua minggu sekali.
"Tapi di kota mbak tinggal, ga ada jurusan yang aku mau bu" jawabnya lagi.
"Kamu mau ambil jurusan apa?" tanya ibunya lagi.
"Tata boga" jawab Vivi asal, Vivi sendiri terkejut, karena tidak tahu apa-apa dengan jurusan itu.
"Ya udah kalo memang itu pilihan kamu, ibu habya bisa mendukungmu nak" ucap ibu, bijaksana.
********
__ADS_1
Vivi main ke rumah Niken, tetangganya yang beberapa minggu terakhir, sangat akrab, karena sering ada acara di kampung, mereka sering sama-sama. Suatu hari Ian, tetangga mereka yang kuliah di kota A, pulang karena sedang libur semesteran dengan tiga temannya, Acuan, Deddy dan Anjas. Niken dan Ian sangat akrab, mereka sudah seperti saudara, karena rumah mereka saling berhadapan. Niken yang lebih muda dua tahun daripada Vivi, dia memang sedikit centil, kebalikan dari Vivi.
"Vi, main ke rumah mas Ian yuk, dia ajak temennya dateng, kita kenalan, siapa tau ada yang nyantol" ucap Niken genit, sambil menutup mulutnya.
"Ga ah, males. Mana mungkin anak kota mau sama anak kampung kaya kita" jawab Vivi tanpa semangat.
"Emang kita kalah sama anak-anak kota? Kita juga bisa kaya anak-anak kota" ucap Niken sambil berlenggak lenggok apa model, dia cekikikan dengan gayanya sendiri.
"Ayolaaah" rengek Niken, sambil menarik tangan Vivi. Vivi mengikuti tanpa semangat. Niken bawa kue di piring buat alasan ke rumah Ian.
"Mas, ini ada kue bikinan ibu" Niken menyodorkan kue yang di bawa nya ke arah Ian.
"Siapa Yan? Manis amat" Celetuk Deddy, anak timur, yang kelihatan dari rambut dan bahasanya.
"Eh iya, kenalin nih teman-teman gue" kata Ian. Lalu mereka saling memperkenalkan diri masing-masing.
Deddy sangat intens mendekati Vivi, tapi tak di tanggapi nya. Vivi hanya menjawab setiap pertanyaan Deddy karena tidak enak saja sama Ian.
__ADS_1
"Vi, kamu udah punya pacar belum?" tanya Deddy yang sangat mengejutkan Vivi.
"Masa baru kenal, masalah pribadi di tanyakan" pikir Vivi sedikit kesal.
"Udah tapi baru break" jawab Vivi tanpa menoleh ke Deddy.
"Waaah, aku ada kesempatan dong!" mata Deddy berbinar.
"Jangan ngarep deh" jawab Vivi sewot.
"Jangan marah, nanti ilang manisnya" kata Deddy menggoda.
"Maaf, aku pulang dulu, udah kelamaan main. Takut di cari ibu" ucap Vivi beralasan.
"Ya udah, besok aku ajak Ian main ke rumah kamu" kata Deddy, sambil tersenyum mendekat ke arah Vivi. Vivi melotot dan mendorong tubuh Deddy, tapi Deddy tertawa puas melihat kemarahan Vivi.
Ian, Niken aku pulang ya" Vivi pamit sambil berjalan keluar rumah.
__ADS_1
"Yoi" kata Ian sambil melambaikan tangannya. Niken yang sejak tadi ngobrol dengan Acuan juga ikut pamit. Lalu keempat cowok itu saling meledek satu dangan yang lain.