PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
Kenangan buruk


__ADS_3

Sebulan berlalu, Vivi kembali ke aktivitas kuliahnya. yang mulai banyak praktek memasak. Jemmy tanpa di minta, sekarang lebih sering mentransfer uang ke Vivi atau kadang memberikan secara langsung jika bertemu. Jemmy hanya bertujuan untuk sedikit meringankan beban ibu Vivi yang single parent.


Hari minggu Jemmy meminta Vivi mampir ke ruko tantenya, karena sepulang mengajar di akademi swasta Jemmy membantu tante nya yang sudah tua jaga toko, karena anak tunggalnya sudah menikah dan ikut suaminya yang tinggal di luar kota.


Vivi sudah beberapa kali datang kesana, keluarga Jemmy beberapa di antaranya menerima Vivi sebagai kekasih Jemmy. Tapi ada juga yang terang-terangan sinis kepada Vivi karena dia mau menjodohkan Jemmy dengan anak temannya. Karena anak lelakinya menolak perjodohan itu, dan memilih teman kuliahnya untuk menjadi istrinya, walaupun harus married by accident dulu. Vivi pernah sakit hati atas ucapan tante Jemmy itu.


Flash back on


"Kamu pacarnya Jemmy ya?" kata tante Tari. Vivi hanya tersenyum mendengarnya.


"Dulu tuh Jemmy mau saya jodohkan sama anaknya teman saya, mereka sudah pernah pernah bertemu disini. Jemmy dan anak itu sudah pernah pergi bareng, tapi ga tau kenapa Jemmy menolaknya dab sekarang malah memilih kamu" tante Tari nyerocos tanpa rem. Vivi rasanya butuh air untuk membasahi tenggorokannya yang tiba-tiba kering.

__ADS_1


"Anak teman saya sudah kerja di bank terkenal, harusnya Jemmy ga usah capek-capek cari usaha sampingan lagi. Karena yang perempuan sudah punya kerjaan mapan" kata tante Tari lagi.


Vivi hanya ingin cepat keluar dari rumah yang terasa panas itu. Tapi Jemmy belum kembali dari mengantar anak tante Tari yang mengajaknya keluar membeli sesuatu.


"Mi, sudah jangan di bahas lagi, toh Jemmy ga suka sama dia, Jemmy sudah punya pilihan sendiri" ucap om Yan menengahi.


"Halah papi ini ngapa, sudah ga usah ikut-ikut." tante Tari sewot.


"Sudah Vi, jangan dengerin kaset rusak" bisok om Yan lagi yang membuat Vivi tersenyum lega, setidaknya ada yang membantu nya keluar dari pembahasan itu.


"Eh Jemmy, sini... nih ada om Anton sama istrinya" tante Tari semangat sekali memanggil Jemmy, seolah-olah Vivi ga ada. Vivi hanya menekuk wajahnya menahan kesal.

__ADS_1


"Vi... sini, kenalin ini orang tua calon nya Jemmy... dulu" kata tante Tari lalu tertawa seolah sengaja membuat Vivi kesal. Lalu mereka berbicara dalam bahasa Cina.


"Vivi, maaf saya ke depan dulu" kata Vivi sambil mengangguk dan menyalami mereka, lalu meninggalkan mereka, menuju toko om Yan yang ada di bagian depan rumah.


"Tuh kan bener! Perasaanku sudah aneh dari masuk rumah tadi" pikir El kesal.


"Ayo kita pulang!" ucap Vivi kasar.


"Iya... kita pamit dulu" Jemmy mengalah karena dia tidak mau Vivi lebih marah dari pertemuan dengan tante Tari sebelumnya.


Flash back off

__ADS_1


Minggu itu setelah mampir ke rumah keluarga Jemmy, dia melanjutkan perjalanan menuju ke kosnya. Sebelumnya Jemmy sudah membelikan pulsa isi ulang untuk handphone Vivi.


Dua hari setelahnya Vivi ada libur kuliah, tapi dia mengerjakan tugas laporan hasil kerja praktek di minggu sebelumnya. Sudah sejak kemarin siang dia di dalam kamar kosnya, tanpa dia sadari makannya tidak teratur, bahkan di hari kedua Vivi sama sekali tidak ingat makan. Pukul lima sore perut Vivi terasa lapar, tugas hampir selesai, akhirnya dia mengalah dengan perutnya.


__ADS_2