
Suatu hari Jemmy datang, karena bagi ibu saat itu mood Vivi lagi bagus.
"Hai Vi..." kata Jemmy yang saat itu lagi melihat Vivi lagi ngulik prakarya yang di kirim Jemmy melalui ibunya. Melihat Jemmy datang, Vivi langsung berubah mood nya, dia memasang muka galak.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Vivi sinis.
"Aku cuma pengen liat kamu lagi bikin apa?" jawab Jemmy lembut.
"Buat apa? Toh nanti kalo jadi aku kasih ke kamu, bukannya ini kamu yang beli, kamu kasih aku melalui ibu?" kata Vivi dingin.
"Iya, buat kamu ga papa kok, kalo mau aku mau beliin lebih banyak lagi" kata Jemmy sambil tersenyum.
"Hah... Buat apa? Biar aku ga bisa kemana-mana, karena terkekang sama mainan kamu ini?" ujar Vivi kesal.
"Buat ngisi kekosongan kamu, biar kamu ada kegiatan di masa cuti kuliah kamu." jawab Jemmy hati-hati.
"Aku bisa kok cari kerjaan lain, ngapain aku dengan bodohnya ngerjain kerjaan kamu. Bikin males aja" ucap Vivi tanpa sedikitpun memperhatikan perasaan Jemmy.
__ADS_1
"Ya udah terserah kamu, kalo lagi santai aja ngerjain nya, biar kamu ga capek bikin prakarya nya" kata Jemmy terus coba membuat Vivi melunak.
"Lagian ngapain sih kamu terus-terusan ganggu aku, mood ku jadi ilang gara-gara kamu" Vivi benar-benar mematikan rasa untuk Jemmy.
"Ya udah aku liat kamu aja, aku diem aja, ga mau ganggu kamu lagi" Jemmy mengalah, Vivi tersenyum sinis dan berwajah dingin.
******
Entah berapa lama Jemmy hanya duduk sambil melihat tangan Vivi yang asik ngulik prakarya nya. Sambil sesekali menatap wajah Vivi yang manis, dan tak sekalipun dia mempedulikan Jemmy yang ada di dekatnya.
Bahkan mbah putri yang mengantarkan minuman dan cemilan untuk Jemmy.
"Iya mbah, makasih" ucap Jemmy yang langsung meneguk minuman di depannya, mungkin dia menahan haus, karena sudah berjam-jam Jemmy di sana Vivi tak memberikan minum.
"Biar aja makan sendiri, kan udah gede, ngapain di ladenin kaya anak kecil" kata Vivi emosi.
"Ya ga gitu dong, kan Jemmy tamu, masa' suruh ambil makan sendiri. Ayo cepet sana, sekalian kamu" perintah mbah putri lagi.
__ADS_1
"Iya... Iya..." Vivi berjalan ke arah ruang makan sambil menghentak-hentakan kakinya.
Vivi menyiapkan piring, sendok dan air putih untuk nya dan Jemmy juga.
"Nih piring kamu... mau makan ga?" Vivi melongok ke arah ruang tamu memanggil Jemmy semaunya sendiri. Jemmy tersenyum ke arah Vivi yang tampak lucu saat dia marah.
"Vivi... yang sopan sama tamu" mbah putri melotot ke arahnya, Vivi memutar bola matanya.
"Ga papa mbah, Vivi lucu kalo lagi marah" Jemmy mencoba becanda tapi malah membuat Vivi makin kesal.
Akhirnya mereka makan berdua tanpa saling bersuara, yang terdengar hanya dentingan piring yang sedang beradu dengan sendok.
"Enaknya jadi kamu... di belain terus sama keluarga ku, sebenarnya siapa sih yang anak cucu mereka... huufftt" kata Vivi membuka suara.
"Aku ga ngerasa di di spesialin kok Vi, mereka semua sayang kamu, perhatiin kamu" ucap Jemmy lembut.
"Kenyataannya kamu selalu benar di mata mereka, tapi tidak untuk aku" kata Vivi meluapkan emosinya.
__ADS_1
"Coba aja kamu ga lagi ganggu hidupku mereka pasti ga akan bahas kamu lagi di depanku" Vivi menyelesaikan makannya lalu mengambil meneguk air putihnya. Jemmy tertegun dan terdiam untuk beberapa.