
Pagi ini, sebelum berangkat ke kafe, Chef Yudha sengaja menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk Abah Imron. Chef Yudha datang dengan membawakan beberapa makanan yang khusus dia masak sendiri tadi dan juga buah-buahan untuk Abah Imron.
"Assalamu'alaikum," sapa Chef Yudha setelah sampai di bangsal rawat inap Abah Imron.
"Wa'alaikumsalam," jawab Nisa, Umi Nur, dan Abah Imron bersamaan.
"Eh, Kang Yudha," sapa Nisa yang langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Chef Yudha.
"Iya, Neng. Akang datang buat jengukin Abah," kata Chef Yudha.
"Oh, gitu ya. Mari-mari, Kang. Silahkan," balas Nisa mempersilahkan.
Nisa kemudian berbalik menghadap ke arah Umi Nur dan Abah Imron.
"Umi, Abah, ini yang namanya Kang Yudha. Yang kemarin Eneng ceritain itu. Yang koki di kafenya Kang Awan," kata Nisa memperkenalkan Chef Yudha kepada Umi Nur dan Abah Imron.
"Oh, jadi ini yang namanya Kang Yudha itu, ya?" tanya Umi Nur.
"Iya, Umi," jawab Nisa.
"Assalamu'alaikum, Umi, Abah. Perkenalkan nama saya Yudha," sapa Chef Yudha memperkenalkan diri sendiri juga.
"Wa'alaikumsalam, nak Yudha," jawab Umi Nur dan Abah Imron sekali lagi.
"Oh iya, Umi, ini saya bawakan makanan sama buah-buahan untuk Umi, Abah, sama Neng Nisa juga," kata Chef Yudha seraya menyerahkan paper bag berukuran cukup besar yang dia bawa itu kepada Umi Nur.
"Masya Allah. Terima kasih banyak, nak Yudha. Tapi kenapa harus repot-repot gini sih, nak?" ucap Umi Nur sungkan seraya menerima paper bag dari tangan Chef Yudha tersebut.
"Sama-sama, Umi. Nggak repot sama sekali kok. Tadi kebetulan saya masak sedikit lebih banyak di rumah, jadi sekalian aja saya bawain buat Umi, Abah, sama Neng Nisa," kata Chef Yudha.
__ADS_1
"Terima kasih banyak ya, nak Yudha," kata Abah Imron juga.
"Iya, sama-sama, Abah," balas Chef Yudha.
"Oh iya, Eneng kemarin cerita kalau nak Yudha ini koki di kafenya Awan, ya? Wah, pantas saja pinter masak kayak gini. Hmm, dari baunya aja udah wangi banget. Pasti enak banget ini makanannya," puji Umi Nur.
"Terima kasih banyak, Umi. Tapi saya masih belum sehebat itu kok. Masih belajar juga biar bisa jadi lebih baik," balas Chef Yudha merendah.
"Justru itu yang paling penting, nak. Asalkan ada kemauan untuk belajar, kesuksesan itu pasti bisa diraih," ucap Umi Nur bijak.
"Iya, Umi. Saya setuju dengan perkataan Umi," balas Chef Yudha juga.
Chef Yudha, Umi Nur, Abah Imron, dan Nisa sama-sama tersenyum saat ini.
"Oh iya, gimana keadaan Abah sekarang?" tanya Chef Yudha beralih kepada Abah Imron.
"Alhamdulillaah sudah jauh lebih baik lagi, nak," jawab Abah Imron.
"Abah, Umi, Neng Nisa, saya kesini sebenarnya selain untuk menjenguk Abah Imron, saya juga mendapatkan amanah dari Bos Awan sama Shofi," kata Chef Yudha mulai menyampaikan tujuannya datang kali ini.
Ya, memang selain untuk menjenguk Abah Imron, kedatangan Chef Yudha ini juga sekaligus untuk menyampaikan undangan dari Awan dan Shofi untuk Abah Imron dan keluarganya. Meskipun sebenarnya, jujur saja, Chef Yudha datang menjenguk Abah Imron tentu saja sekaligus biar bisa bertemu dengan Nisa di rumah sakit ini juga.
"Amanah dari Awan dan Shofi? Amanah apa, nak Yudha?" tanya Umi Nur, mewakili Abah Imron dan juga Nisa.
"Begini, Umi, insya Allah lusa itu Bos Awan sama Shofi mau mengadakan acara syukuran aqiqah untuk baby Angkasa. Sekaligus juga untuk syukuran satu tahun pernikahan mereka berdua. Jadi Bos Awan dan Shofi, melalui saya, menyampaikan undangan kepada Abah Imron, Umi Nur, Kang Rijal, dan Neng Nisa untuk bisa hadir pada acara syukuran besok lusa itu," jawab Chef Yudha.
"Oh, jadi Awan dan Shofi mau mengadakan acara syukuran untuk aqiqah putra mereka sekaligus syukuran untuk satu tahun pernikahan mereka berdua ya, nak Yudha?" tanya Umi Nur.
"Iya, Umi. Bos Awan dan Shofi juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Abah dan Umi sekeluarga, maaf sekali karena Bos Awan dan Shofi tidak bisa datang sendiri kesini untuk menyampaikan undangan ini secara langsung kepada Abah dan keluarga. Kondisi sangat tidak memungkinkan," jawab Chef Yudha sekaligus menyampaikan permohonan maaf dari Awan dan Shofi untuk Abah Imron sekeluarga.
__ADS_1
"Iya, nak Yudha, nggak pa-pa kok. Kami semua mengerti dan bisa memahami kalau Awan dan Shofi pasti sibuk untuk mempersiapkan acara syukuran besok lusa itu. Belum lagi kondisi mereka yang memang juga masih butuh untuk istirahat lebih banyak lagi," ucap Umi Nur mencoba memahami.
"Iya, Umi Nur benar sekali. Oh iya, Bos Awan dan Shofi juga menyuruh saya untuk menyampaikan, mereka menyadari kalau pasti Abah Imron dan keluarga tidak bisa hadir semuanya pada acara syukuran besok lusa itu, mengingat kondisi Abah Imron juga saat ini. Jadi Bos Awan dan Shofi hanya berharap bahwa setidaknya ada perwakilan dari keluarga Abah Imron yang bisa menghadiri acara syukuran besok lusa itu," lanjut Chef Yudha lagi.
"Subhanallah, bahkan Awan dan Shofi juga sudah terpikirkan sampai sejauh itu," kata Umi Nur.
"Benar, Umi," balas Chef Yudha.
"Tapi apa yang mereka katakan memang benar sih, nak Yudha. Kami semua pasti nggak bisa datang ke acara syukuran itu secara bersama-sama, mengingat kondisi Abah Imron juga. Jadi mungkin besok lusa hanya Nisa saja yang akan datang ke acara syukuran itu, mewakili kami semua," kata Umi Nur kemudian.
"Iya, Umi. Nggak pa-pa kok. Oh iya, Umi, kalau memang besok lusa itu cuma Neng Nisa aja yang bisa datang, gimana kalau sekalian aja saya jemput Neng Nisa kesini, Umi? Selain biar bisa berangkat bareng, juga biar Neng Nisa nggak bingung nyari alamat rumahnya Bos Awan nanti," ijin Chef Yudha.
"Eh, Eneng jadi ngerepotin Kang Yudha dong," kata Nisa yang sedari tadi diam mendengarkan.
"Nggak ngerepotin sama sekali kok, Neng. Kan sekalian juga Akang berangkat kesana," balas Chef Yudha.
"Gimana, Neng?" tanya Umi Nur, meminta pendapat Nisa.
"Hmm, ya udah deh. Kalau emang nggak ngerepotin, Neng mau bareng sama Kang Yudha," jawab Nisa sedikit malu-malu.
'Syukur alhamdulillaah,' kata batin Chef Yudha dengan tersenyum senang.
"Ya sudah, kalau begitu besok lusa Umi sama Abah titip Nisa sama nak Yudha, ya," pinta Umi Nur kemudian.
"Tentu, Umi. Dengan senang hati," balas Chef Yudha sumringah.
Perbincangan Chef Yudha bersama dengan Umi Nur, Abah Imron, dan Nisa masih berlanjut untuk beberapa saat kemudian. Sampai akhirnya kemudian Chef Yudha pamit karena mau berangkat bekerja.
Dalam hatinya Chef Yudha sangat bersyukur, langkah awal pendekatannya kepada Nisa berjalan dengan lancar. Ya, jujur saja Chef Yudha akui bahwa dia mulai tertarik dengan Nisa. Dan Chef Yudha juga berharap, semoga dengan hadirnya Nisa bisa membuat Chef Yudha melepaskan perasaannya sepenuhnya kepada Shofi.
__ADS_1
Dan Chef Yudha juga berharap kalau hal yang sama akan terjadi pada Nisa. Semoga Nisa juga bisa segera melepaskan sepenuhnya perasaannya kepada Bos Awan, seandainya mereka berdua benar-benar bisa semakin lebih dekat nantinya.