Pelangi Di Ujung Rindu

Pelangi Di Ujung Rindu
69. Upaya Penyelamatan


__ADS_3

Saat ini Hamzah ikut dalam rombongan Nadirga, Alvin, dan Sammy untuk mencari keberadaan Ayesha. Mereka dipandu langsung oleh Bima melalui sambungan telepon. Sementara Lucky, Tristan, dan Dylan memimpin pasukan mereka yang berangkat dari markas.


Sean, Syafiq, Adrian, dan Kenzie tidak bisa ikut terlibat langsung dalam upaya penyelamatan Ayesha kali ini, mengingat mereka saat ini memiliki putra-putri yang masih bayi. Jadi mereka berempat tidak bisa meninggalkan istri mereka masing-masing dan putra-putri mereka tersebut.


Setelah Hamzah dan Nadirga mengecek CCTV di dalam ruang keamanan kantor perusahaan SR Group tadi, mereka melihat bahwa ternyata Ayesha dibawa pergi oleh tiga orang laki-laki berpakaian hitam dengan memakai penutup kepala. Kondisi Ayesha juga sedang tidak sadarkan diri saat dia dibawa pergi itu.


Dan kemudian Bima pun juga sudah berhasil mengaktifkan GPS yang terdapat pada jam tangan Ayesha. Itu kenapa Hamzah, Nadirga, dan yang lainnya pun langsung bergerak untuk bisa segera menyelamatkan Ayesha.


Yas tidak bisa ikut pergi bersama rombongan yang hendak menyelamatkan putrinya itu. Kondisi Nia yang syok membuat Yas tidak bisa meninggalkan istrinya itu sendirian. Nia tentu saja sangat terpukul dengan kejadian penculikan putrinya itu.


Tidak lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh Sammy itupun sudah berhenti tidak jauh dari sebuah bangunan gudang tua yang sudah tidak terpakai lagi.


"Om, kita udah sampai di dekat gudang tua itu sekarang," kata Nadirga menginformasikan kepada Bima.


"Oke, Ga. Posisi Lucky, Tristan, Dylan, dan anak-anak yang lainnya juga udah dekat dengan kalian," balas Bima dari seberang panggilan sana.


"Sepertinya nggak terlalu banyak orang yang berjaga di luar, Om. Gimana kalau kami berempat masuk duluan? Lucky dan yang lainnya nanti biar langsung nyusul masuk aja begitu mereka sampai disini," usul Nadirga.


"Berapa orang yang berjaga di luar saat ini?" tanya Bima.


"Nggak banyak, Om. Paling itu cuma sekitar empat orang aja kok," jawab Nadirga setelah dia mengamati bangunan gudang tua itu dengan seksama.


"Hmm, cuma empat orang. Oke, kalau gitu kalian berempat boleh masuk lebih dulu. Biar Om nanti kasih tau Lucky, Tristan, Dylan, dan anak-anak yang lainnya untuk langsung nyusul masuk ke dalam begitu mereka sampai disitu," putus Bima pada akhirnya.


"Oke, Om. Kita berempat langsung masuk sekarang kalau gitu. Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan juga sama Yesha," kaya Nadirga.


"Iya, Ga. Tapi ingat, kalian berempat harus tetap berhati-hati dan waspada. Oke?" pesan Bima.


"Pasti, Om," balas Nadirga.

__ADS_1


Tut.


Sambungan telepon pun terputus.


"Gimana, Kak?"


"Gimana, Ga?"


Hamzah dan Alvin bertanya bersamaan.


"Posisi Lucky dan yang lainnya udah dekat dari sini. Om Bima bilang kita berempat boleh masuk lebih dulu. Tetapi harus tetap berhati-hati dan waspada. Lucky dan yang lainnya biar nanti juga langsung nyusul masuk ke dalam begitu mereka semua udah sampai disini," jawab Nadirga.


"Oke, kalau gitu kita berempat langsung masuk aja sekarang," kata Alvin kemudian.


Nadirga, Hamzah, dan Sammy pun mengangguk mengiyakan. Mereka berempat kemudian turun dari mobil mereka secara diam-diam.


Dengan berhati-hati, mereka berempat pun kemudian mendekat ke arah bangunan gudang tua tersebut.


Sementara itu, di dalam gudang tua tersebut.


Di dalam sebuah ruangan yang terdapat di dalam gudang tua tersebut, Ayesha yang masih belum sadarkan diri itu terbaring lemas di atas lantai saat ini.


Chika dan ketiga orang laki-laki suruhannya yang tadi sudah berhasil menculik Ayesha itu juga berada di dalam ruangan tersebut. Salah satu dari tiga orang laki-laki tadi saat ini sedang mempersiapkan sebuah kamera yang diletakkan pada tripod, untuk menjaga kestabilan posisi kamera tersebut.


"Nggak usah lama-lama. Buruan kalian bangunin cewek itu, terus kalian bertiga mulai aksi kalian untuk memper kosa cewek itu. Gue siapin kameranya," perintah Chika kepada tiga orang laki-laki suruhannya itu.


"Oke, Bos," balas ketiga laki-laki itu sumringah.


Ketiga orang laki-laki suruhan Chika itu tentu saja sangat bersemangat karena mereka akan bisa menikmati tubuh gadis cantik yang saat ini sedang tergeletak tidak sadarkan diri di atas lantai itu. Rejeki nomplok untuk mereka bertiga tentunya.

__ADS_1


Salah satu dari tiga orang laki-laki itu kemudian mendekati Ayesha dengan membawa sebotol air mineral. Laki-laki itu kemudian mencipratkan air yang dia bawa itu ke wajah Ayesha.


"Heh, bangun Lo," teriak laki-laki itu sedikit keras seraya mengguncang kasar tubuh Ayesha itu.


Perlahan-lahan Ayesha pun mulai tersadar dari pingsannya. Ayesha mulai membuka kedua matanya perlahan-lahan. Tangan kanan Ayesha pun terangkat kemudian memijit pelipis kanannya. Kepala Ayesha terasa sangat pusing sekali saat ini.


Dengan mengernyitkan keningnya, Ayesha pun berusaha untuk mulai menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya lampu yang terdapat di dalam ruangan tersebut.


"Mmmhhhh, aku dimana?" lirih Ayesha masih lemas dan pusing.


"Hai, Yesha. Akhirnya sadar juga, Lo," kata Chika dengan mencibir.


Ayesha membuka kedua matanya lebar-lebar. Ayesha mengenali suara itu. Ayesha kemudian berusaha untuk mendudukkan dirinya sendiri saat ini.


"Chika?" tanya Ayesha tidak percaya setelah dirinya bisa melihat keberadaan Chika dengan jelas di dalam ruangan tersebut.


Ayesha melihat ke sekelilingnya. Bisa Ayesha lihat tiga orang laki-laki yang sangat asing bagi Ayesha itu. Dan ruangan ini, Ayesha juga merasa sangat asing dengan ruangan ini.


"Aku dimana, Chik? Kita lagi ada dimana ini sekarang?" tanya Ayesha bingung.


"Heh, Lo tanya ini dimana? Yang jelas sekarang ini Lo lagi gue culik, Sha," jawab Chika dengan tersenyum sinis.


"APA???" tanya Ayesha tidak percaya.


"Sorry, Sha, tapi ini semua salah Lo sendiri. Lo yang udah rebut Kak Hamzah dari gue. Kak Hamzah seharusnya jadi milik gue dan bukan Lo, Sha," kata Chika tidak terima.


Ayesha terkejut mendengar perkataan Chika tersebut. Ternyata bahkan sampai sekarang pun Chika juga masih belum bisa melepaskan perasaannya kepada Hamzah itu.


"Tapi Lo tenang aja, Sha. Karena setelah malam ini, gue pastikan kalau Kak Hamzah bakalan jadi milik gue. Setelah gue membuat tubuh Lo menjadi kotor dan ternoda, maka Kak Hamzah pasti akan meninggalkan Lo. Dan dengan begitu, Kak Hamzah pasti bisa menjadi milik gue, Sha. Hahahahaha," kata Chika yang kemudian tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Chika merasa sangat senang ketika dirinya membayangkan keberhasilan dari semua rencana jahatnya untuk bisa merebut Hamzah dari Ayesha.


Sementara Ayesha membulatkan kedua matanya seraya menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya sendiri. Ayesha merasa sangat terkejut dan sama sekali tidak menyangka kalau Chika akan memiliki niat buruk sampai seperti itu terhadap dirinya, hanya demi bisa merebut Hamzah dari Ayesha.


__ADS_2