Pelangi Di Ujung Rindu

Pelangi Di Ujung Rindu
42. Rencana PDKT Lanjutan


__ADS_3

Chef Yudha POV.


Syukur alhamdulillaah akhirnya Bos Awan sudah bisa kembali bekerja bersama dengan kami semua lagi di kafe ini. Aku dan teman-teman yang lainnya sangat senang, akhirnya kami semua bisa berkumpul dan bekerja bareng lagi dengan Bos Awan, seperti dulu lagi.


Aku teringat ketika kafe ini masih awal-awal berdiri dulu. Bos Awan bersama dengan aku, Mbak Maya, Adit, Danu, dan Dedi, kami bersama-sama berusaha memajukan kafe ini. Kami bersama-sama merintis keberhasilan kafe ini dari nol. Jatuh bangun dan pasang surut perkembangan kafe ini sudah berhasil kami lalui bersama-sama.


Kebersamaan di antara kami pun melahirkan ikatan rasa kekeluargaan tersendiri di hati kami. Karena Bos Awan memperlakukan kami bukan hanya sebagai karyawannya saja, tapi lebih seperti keluarganya sendiri. Bos Awan adalah sosok seorang bos yang sangat baik di mata kami berlima.


Setiap kali kami memiliki masalah, Bos Awan pasti langsung turun tangan untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang kami hadapi tersebut. Bos Awan sudah banyak sekali membantu kami selama ini. Itu kenapa kebersamaan di antara kami selama ini sudah memiliki tempat tersendiri di dalam hati kami masing-masing.


Kami benar-benar sudah seperti keluarga sendiri disini. Dan ketika Bos Awan mengalami kecelakaan dan akhirnya dinyatakan hilang, kami semua pun juga ikut merasa sangat sedih dan terpukul. Kami merasa sangat kehilangan. Hampir enam bulan tanpa kehadiran Bos Awan, terasa ada sesuatu yang hilang yang kami rasakan. Kami merasa kurang lengkap.


Dan sekarang, setelah Bos Awan kembali, kami merasa keluarga kami lengkap kembali. Kami merasa sangat bahagia karena akhirnya kami bisa berkumpul kembali seperti sekarang ini bersama dengan Bos Awan. Semangat kami seketika bangkit kembali. Bahkan berkali-kali lipat lebih besar.


"Yud!"


Suara Bos Awan yang memanggilku membuyarkan semua lamunanku tadi.


"Iya, Bos," balasku seraya menoleh ke arah Bos Awan yang sedang berjalan menghampiriku saat ini.


"Lo lagi repot enggak?" tanya Bos Awan setelah berhenti di sebelahku.

__ADS_1


"Belum terlalu sih, Bos. Kan belum jam makan siang juga, jadi pelanggan masih belum terlalu ramai juga kan. Kenapa emangnya, Bos?" aku menjawab sekaligus bertanya balik.


"Hehe, gue mau minta tolong sama Lo," jawab Bos Awan dengan cengirannya.


"Boleh aja sih. Mau minta tolong apa emangnya, Bos?" tanyaku lagi.


"Gini, Yud, gue mau minta tolong sama Lo untuk buatin makanan. Terus habis itu gue juga minta tolong sekalian sama Lo buat anterin makanan itu ke rumah sakit. Biar makanan itu bisa untuk makan siangnya Abah Imron, Umi Nur, sama Nisa juga nanti. Gimana, Yud? Lo bersedia nggak?" jawab Bos Awan sekaligus bertanya lagi kepadaku.


Seperti mendapat angin segar, tanpa aku sadari senyumku langsung merekah begitu saja.


"Oke, Bos. Nggak masalah. Gue bersedia kok. Langsung gue buatin sekarang terus gue anterin ke rumah sakit deh pokoknya," balasku antusias.


Bos Awan tersenyum melihat aku yang begitu antusias dan bersemangat saat ini.


"Oke, Bos. Mantap. Langsung gue masakin sekarang juga," balasku.


"Oh iya, satu lagi, Nisa paling suka sama buah-buahan yang seger-seger gitu. Coba aja Lo buatin salad buah buat dia. Siapa tau dia juga suka," kata Bos Awan memberitahuku.


"Oh, gitu ya. Siap, Bos. Makasih infonya," ucapku.


"Yup. Sama-sama, Yud. Ya udah, gue tinggal dulu, ya. Lo langsung buatin aja makanannya, terus setelah itu langsung Lo anterin juga makanannya ke rumah sakit. Oke, Yud?" kata Bos Awan.

__ADS_1


"Oke, Bos. Beres pokoknya," balasku mantap.


"Ya udah, gue tinggal dulu kalau gitu," pamit Bos Awan kemudian.


"Iya, Bos," jawabku.


Bos Awan menepuk pundakku pelan. Setelah itu Bos Awan pun berbalik dan melangkah meninggalkan dapur kafe ini.


Senyum sedari tadi tidak mau pergi dari bibirku ini. Entah kenapa begitu mendengar Bos Awan menyebut nama Nisa tadi aku jadi langsung bersemangat. Bahkan aku juga merasakan kalau jantungku berdetak lebih kencang saat ini. Ah, sepertinya gadis ayu itu benar-benar sudah berhasil mencuri hatiku.


Tapi entah kenapa, aku merasa kalau Bos Awan sepertinya memang dengan sengaja memberikan kesempatan kepadaku untuk bisa mendekati Nisa dan keluarganya. Bos Awan pasti selalu memberikan tugas untuk mengantarkan makanan ke rumah sakit untuk Nisa dan keluarganya itu kepadaku.


Bahkan beberapa kali juga Bos Awan secara langsung memberitahu aku tentang makanan apa saja yang sekiranya disukai oleh Nisa. Seperti tadi juga. Bos Awan mengatakan kalau Nisa sangat menyukai buah-buahan yang segar dan menyarankan aku untuk membuatkan salad buah untuk Nisa.


Mungkinkah Bos Awan sudah melihat rasa tertarikku kepada Nisa ini? Tapi, seandainya Bos Awan sudah tau pun juga tidak masalah sih. Justru aku merasa bersyukur karena Bos Awan sudah membantuku untuk bisa melakukan pendekatan kepada Nisa dan keluarganya. Yang berarti, secara tidak langsung, Bos Awan juga sudah mengijinkan aku untuk berusaha mendekati Nisa dan mendapatkan hati gadis ayu itu.


Lagi-lagi aku tersenyum. Hmh, aku jadi makin semangat nih buat berusaha untuk mendapatkan hati Nisa. Apalagi dengan adanya bantuan dari Bos Awan yang sudah memberikan begitu banyak kesempatan kepadaku ini. Aku harus memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Bos Awan ini dengan sebaik-baiknya.


Dengan penuh semangat, aku pun kemudian mulai mempersiapkan bahan-bahan yang akan aku olah menjadi masakan, yang nantinya akan aku antar ke rumah sakit untuk makan siang Nisa, Abah Imron, dan Umi Nur juga.


Tidak lupa juga, sesuai saran dari Bos Awan tadi, aku pun juga membuatkan salad buah untuk Nisa. Aku sangat berharap semoga nanti Nisa suka dengan salad buah yang aku buat ini. Dan aku juga sangat berharap, semoga aku bisa semakin lebih dekat lagi dengan Nisa untuk kedepannya nanti.

__ADS_1


Bahkan diam-diam aku juga sudah menyebut nama Nisa dalam do'aku. Aku sangat berharap semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan ikatan jodoh di antara aku dan Nisa. Dan semoga saja Allah Subhanahu wa ta'ala meridhoi niat baikku ini untuk menjalin hubungan yang serius dengan Nisa.


__ADS_2