
Nadirga, Hamzah, Alvin, dan Sammy perlahan-lahan mulai mendekat ke arah bangunan gudang tua tersebut. Benar saja, ada empat orang yang terlihat sedang berjaga-jaga di depan gudang itu saat ini.
"Ada empat orang, masing-masing kita hadapi satu," bisik Nadirga mengarahkan kepada Hamzah, Alvin, dan Sammy.
Hamzah, Alvin, dan Sammy pun menganggukkan kepala mereka masing-masing sebagai jawaban.
Merasa situasi sudah tepat, Nadirga lalu memberi aba-aba kepada Hamzah, Alvin, dan Sammy untuk maju menyerang. Mereka berempat pun kemudian langsung bergegas untuk menghampiri keempat orang yang sedang berjaga itu.
"Hei, siapa kalian?" teriak salah satu diantara empat orang yang sedang berjaga itu ketika melihat kedatangan Alvin dan yang lainnya tersebut.
Tanpa menjawab, Nadirga, Hamzah, Alvin, dan Sammy langsung saja menyerang keempat orang yang sedang berjaga itu. Keempat orang penjaga itu merasa sangat terkejut karena mereka mendapatkan serangan yang tiba-tiba seperti itu.
Perkelahian pun tidak bisa dihindari. Seperti arahan dari Nadirga tadi, masing-masing dari mereka menghadapi satu orang penjaga. Keempat orang penjaga itu ternyata cukup hebat juga dalam berkelahi.
Hamzah, yang memang tidak memiliki dasar ilmu bela diri, sedikit kewalahan menghadapi serangan dari salah satu penjaga itu. Beruntungnya Alvin sudah lebih dulu berhasil menumbangkan penjaga yang dia hadapi. Alvin pun kemudian langsung membantu Hamzah.
Hamzah tentu saja tidak secakap Alvin, Nadirga, dan Sammy yang memang sudah mendapat pelatihan secara khusus sejak mereka masih kecil dulu. Semua putra dari sembilan sahabat itu memang sudah dilatih di markas Steven sejak mereka masih kecil, setidaknya agar mereka bisa melindungi diri mereka sendiri dari penyerangan seperti sekarang ini.
Tidak lama kemudian Nadirga, Hamzah, Alvin, dan Sammy sudah berhasil melumpuhkan keempat orang penjaga tersebut.
"Kak Sammy, kakak tunggu disini dulu. Jagain empat orang ini. Bentar lagi Lucky dan yang lainnya pasti juga sampai. Aku, Kak Alvin, sama Hamzah masuk ke dalam dulu," kata Nadirga kembali mengintruksikan kepada Sammy.
"Oke, Ga," balas Sammy.
Nadirga, Hamzah, dan Alvin kemudian bergegas untuk masuk ke dalam gudang tua tersebut. Sammy berjaga di luar, menjaga keempat penjaga yang sudah tidak berdaya itu sambil menunggu kedatangan Lucky, Tristan, Dylan, dan anak buah Bima yang lainnya.
"Gudang ini lumayan luas juga. Ayo segera kita cari keberadaan Ayesha," kata Nadirga yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Hamzah dan Alvin.
Mereka bertiga kembali berusaha mencari dimana keberadaan Ayesha saat ini. Sampai akhirnya,
"Aaahhhhh..... Tidak. Tolong jangan!"
Nadirga, Hamzah, dan Alvin menghentikan langkah mereka ketika mendengar suara teriakan yang cukup keras itu.
__ADS_1
"Itu suara Ayesha," ucap Nadirga dan Hamzah bersamaan.
Tanpa banyak berkata lagi Nadirga, Hamzah, dan Alvin pun segera berlari untuk menghampiri arah datangnya suara teriakan Ayesha tadi. Pikiran Hamzah dan Nadirga sangat kalut saat ini, takut terjadi sesuatu terhadap Ayesha.
🍁🍁🍁
"Tapi Lo tenang aja, Sha. Karena setelah malam ini, gue pastikan kalau Kak Hamzah bakalan jadi milik gue. Setelah gue membuat tubuh Lo menjadi kotor dan ternoda, maka Kak Hamzah pasti akan meninggalkan Lo. Dan dengan begitu, Kak Hamzah pasti bisa menjadi milik gue, Sha. Hahahahaha," kata Chika yang kemudian tertawa terbahak-bahak.
Ayesha membulatkan kedua matanya seraya menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya sendiri. Ayesha merasa sangat terkejut dan sama sekali tidak menyangka kalau Chika ternyata memiliki rencana sejahat itu hanya untuk bisa merebut Hamzah dari dirinya.
"Udah cukup. Nggak perlu lama-lama lagi. Kalian bertiga langsung aja eksekusi gadis itu. Gue akan dengan senang hati merekam semua kegiatan kalian itu," perintah Chika kemudian kepada tiga orang laki-laki suruhannya itu.
"A-apa? Tunggu dulu. Chika kamu jangan berbuat nekat seperti ini," kata Ayesha berusaha menyadarkan Chika.
"Udah, diem Lo, Sha. Kalian bertiga tunggu apa lagi? Ayo cepat sekarang," perintah Chika lagi.
"Oke. Dengan senang hati," kata laki-laki bertubuh paling besar itu dengan tersenyum smirk.
"Cantik dan mulus banget sih ini cewek. Buruan eksekusi, Bos. Kita udah nggak sabar nunggu giliran buat nyicipin cewek ini juga," lanjut laki-laki ketiga.
Laki-laki bertubuh paling besar, yang dipanggil Bos oleh kedua laki-laki yang lainnya itu, segera bergegas untuk menghampiri Ayesha. Ayesha langsung beringsut mundur dari duduknya. Ayesha merasa sangat ketakutan saat ini.
"Tidak. Tolong jangan. Aku mohon," ucap Ayesha mengiba.
"Tenang aja cantik. Kita nggak akan nyakitin kamu kok. Kita justru mau kasih enak sama kamu," kata laki-laki bertubuh paling besar itu seraya terus berjalan maju mendekati Ayesha.
"Jangan. Aku mohon jangan," pinta Ayesha yang sudah mulai menitikkan air mata itu.
Laki-laki bertubuh paling besar itu kemudian berjongkok di depan Ayesha. Diraihnya tangan Ayesha.
"Aaahhhhh,,," teriak Ayesha merasa terkejut dan juga takut.
Laki-laki itu segera saja berusaha untuk bisa mencium Ayesha. Ayesha terus berontak dan memalingkan wajahnya, menghindari ciuman paksa dari laki-laki itu. Merasa kesulitan karena Ayesha yang terus berusaha untuk berontak, laki-laki itupun menjadi kesal.
__ADS_1
"Lo berdua jangan diam aja. Sini, bantu pegangin ini cewek," kata laki-laki bertubuh paling besar itu kepada kedua temannya.
"Oke, Bos," balas kedua laki-laki yang lainnya.
Kedua laki-laki itu segera maju menghampiri Ayesha dan bos-nya itu. Mereka berdua kemudian memegangi tangan Ayesha di kanan dan kirinya. Ayesha tidak mampu melawan. Dirinya tentu saja kalah tenaga dari kedua laki-laki tersebut. Tubuh Ayesha pun jatuh terlentang di atas lantai.
"Aaahhhhh. Jangan. Tolong jangan," pinta Ayesha yang sudah menangis itu.
Laki-laki bertubuh paling besar itu tersenyum penuh kemenangan. Dia kemudian kembali mendekati Ayesha. Diraihnya gaun yang dikenakan oleh Ayesha saat ini.
Srek!
Laki-laki itu kemudian langsung merobek bagian depan gaun yang dikenakan oleh Ayesha tersebut.
"Aaahhhhh..... Tidak. Tolong jangan!" teriak Ayesha sekeras mungkin.
Chika dan ketiga orang laki-laki suruhannya itu tertawa dengan keras melihat Ayesha yang sedang menangis ketakutan saat ini. Mereka semua sangat senang melihat Ayesha yang sudah tidak berdaya untuk melawan lagi itu.
Chika merasa senang karena keinginannya untuk bisa mendapatkan Hamzah kini sudah di depan mata. Sementara ketiga orang laki-laki suruhan Chika itu merasa senang karena sebentar lagi mereka akan bisa menikmati tubuh gadis cantik di depan mereka itu.
"Yaa Allah, tolong lindungi hamba-Mu ini. Tolong jangan biarkan mereka berhasil melakukan hal buruk itu terhadap hamba-Mu ini, Yaa Allah. Kak Hamzah. Kak Dirga," ucap batin Ayesha dengan air mata yang semakin deras mengalir.
Laki-laki bertubuh paling besar itu segera saja berusaha untuk menjamah tubuh Ayesha.
"TIDAKKK. JANGAN!!!" teriak Ayesha sangat kencang.
BRAKKK!!!
Pintu ruangan tersebut tiba-tiba saja didobrak dari arah luar.
"AYESHA," teriak Hamzah dan Nadirga bersamaan.
Ayesha, Chika, dan juga ketiga orang laki-laki suruhan Chika itu pun sangat terkejut. Mereka semua langsung mengalihkan perhatian mereka ke arah pintu ruangan yang terbuka dengan paksa dari luar itu. Disana berdiri Hamzah, Nadirga, dan Alvin dengan raut wajah penuh amarah.
__ADS_1