
Bayu merasa sangat dongkol. Dia merasa kalau Awan dan Shofi, bahkan juga Keinan, dengan sengaja sudah mengabaikan dan menghindari dirinya. Jadi bagaimana dirinya akan mencoba untuk mendekati Shofi dan Keinan lagi kalau dirinya saja selalu diabaikan seperti ini?
Bayu sebenarnya menyadari bahwa kemungkinan bagi dirinya untuk bisa kembali menjalin hubungan dengan Shofi adalah sangat kecil sekali. Tetapi Bayu juga sudah bercerai dengan Alya saat ini. Itu kenapa Bayu tetap mencoba untuk berusaha agar bisa mendekati kembali mantan istri dan putra kandungnya itu, Shofi dan Keinan.
Dan seperti yang sudah dikatakan oleh adiknya, Chika, kemarin itu, seandainya memang Bayu sudah tidak memiliki kesempatan untuk bisa mendekati Shofi dan Keinan lagi, maka Bayu yang akan menciptakan kesempatan itu untuk dirinya sendiri agar bisa kembali mendekati Shofi dan Keinan lagi. Agar Bayu bisa kembali menjalin hubungan dengan Shofi dan Keinan, apalagi setelah dirinya bercerai dengan Alya seperti sekarang ini.
Bayu seakan sudah gelap mata karena keinginannya untuk bisa kembali mendekati Shofi dan Keinan. Bayu pun akhirnya nekat untuk menyusun rencana agar bisa mencelakakan Awan. Dan besok, ketika Awan menjemput Keinan pulang sekolah, Bayu akan menjalankan niat buruknya itu.
🍁🍁🍁
Siang ini, Bayu rencananya akan menjalankan niat buruknya untuk mencelakakan Awan. Bayu nekat untuk melakukan semuanya ini dengan harapan, setelah tidak adanya Awan nanti, maka dirinya bisa memiliki lebih banyak kesempatan lagi untuk bisa kembali mendekati Shofi dan Keinan.
__ADS_1
Seperti hari-hari biasanya, siang ini Awan juga menjemput Keinan pulang sekolah. Dan ketika Awan sedang menyeberang jalan, hendak menuju ke sekolahan Keinan, semuanya berjalan dengan lancar seperti biasanya awalnya, tetapi tiba-tiba saja dari arah sebelah kiri ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat kencang.
Tidak ada klakson peringatan. Mobil itu melaju dengan sangat kencang begitu saja. Dan sepertinya, mobil itu memang sengaja menargetkan untuk menabrak Awan.
Tidak jauh dari sekolah Keinan, Bayu berdiri dengan menyembunyikan dirinya di sebelah tembok sebuah bangunan toko kecil. Mengawasi semuanya.
"Sorry, Wan. Lo sendiri yang udah maksa gue sampai akhirnya gue nekat untuk ngelakuin semuanya ini," lirih Bayu dengan tersenyum miring, melihat mobil yang melaju dengan sangat kencang itu semakin mendekati Awan.
Awan begitu terkejut ketika tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat kencang menuju ke arah dirinya. Sadar bahwa dirinya sedang berada dalam bahaya saat ini dan dirinya sudah tidak memiliki kesempatan untuk bisa mengelak sama sekali, maka hanya ada satu cara yang terpikirkan oleh Awan saat itu.
Awan bersikeras bahwa dirinya tidak boleh celaka disini saat ini. Itu kenapa Awan dengan secepat kilat, menggunakan seluruh tenaga yang dia miliki, Awan pun kemudian langsung mengelak dan melemparkan dirinya sendiri ke arah samping.
__ADS_1
Sedikit terlambat, karena Awan tetap saja masih sedikit terserempet oleh mobil yang melaju dengan sangat kencang tersebut. Tetapi setidaknya Awan tidak langsung ditabrak begitu saja oleh mobil tersebut.
Tubuh Awan seketika langsung terlempar dan jatuh berguling-guling di jalanan aspal. Dan beruntungnya Awan karena kondisi jalan saat itu sedang lumayan sepi. Jadi tidak ada kendaraan lain yang menabrak tubuh Awan yang sedang berguling-guling tersebut.
Terdengar teriakan keras dari beberapa orang tua yang juga hendak menjemput anak-anak mereka pulang sekolah dan juga dari beberapa pedagang yang memang berjualan di sepanjang jalan di dekat sekolah TK Keinan tersebut. Mereka semua sangat terkejut melihat kejadian kecelakaan yang tiba-tiba terjadi di depan mata mereka semua tersebut.
Beberapa orang bapak-bapak langsung bergegas untuk menolong Awan pada saat itu. Dan beruntungnya Awan, karena tindakan spontannya dan reaksinya yang cepat itu tadi, Awan tidak terluka sangat parah. Hanya beberapa lecet di tangan dan kakinya. Serta kening Awan yang tadi juga sempat membentur aspal.
Dari tempatnya bersembunyi saat ini, Bayu mengumpat dengan sangat keras melihat awan yang masih bisa selamat itu.
"Sial. Beruntung banget sih Lo, Wan. Gue udah susah payah sampai kayak gini dan ngerencanain semuanya ini dengan sangat matang, tapi Lo masih aja tetep bisa selamat juga. Sialan!!!" kesal Bayu.
__ADS_1