
Setelah berbicara dengan bos-nya tadi siang, malam harinya setelah pulang dari kafe, Chef Yudha pun kemudian mengutarakan niatnya untuk melamar Nisa kepada sang ibu.
Chef Yudha memang hanya tinggal bersama dengan sang ibu dan adik laki-lakinya yang saat ini masih kelas 2 SMK itu. Ayah Chef Yudha sudah meninggal sekitar lima tahun yang lalu karena sakit. Jadi Chef Yudha hanya tinggal bersama dengan ibu dan adiknya saja saat ini.
Yuli, ibu Chef Yudha, memang sudah mengetahui sebelumnya tentang hubungan antara Chef Yudha dengan Nisa. Chef Yudha juga sudah menceritakan semua tentang Nisa dan keluarganya kepada sang ibu.
Tetapi kalau untuk masalah niat Chef Yudha yang ingin melamar Nisa, memang baru kali ini Chef Yudha mengutarakan niatnya tersebut kepada sang ibu. Dan setelah mendengar semua alasan dari Chef Yudha, Yuli pun akhirnya merestui niat sang putra sulung untuk melamar Nisa, kekasih pujaan hatinya itu.
Chef Yudha merasa sangat bersyukur karena ibunya tersebut langsung merestui niat baik Chef Yudha untuk melamar Nisa. Satu masalah telah terselesaikan. Sekarang Chef Yudha hanya perlu mempersiapkan langkah selanjutnya untuk bisa segera merealisasikan niat baiknya untuk melamar sang pujaan hati itu.
🍁🍁🍁
Hari ini Abah Imron sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Kondisi kesehatan Abah Imron sudah sangat baik saat ini. Dan seperti janjinya kepada Chef Yudha kemarin, Awan pun kemudian meminta secara khusus kepada Abah Imron, Umi Nur, dan Nisa untuk menginap dulu di rumah mereka.
"Abah, Umi, sama Neng Nisa nginep di rumah aku dulu ya, sehari dua hari gitu. Awan pengen bisa menjamu Abah, Umi, dan Neng Nisa. Sekalian sama Kang Rijal juga, walaupun nanti Kang Rijal nggak bisa ikut nginep juga nggak pa-pa deh. Biar Abah dan yang lainnya tau tempat tinggalnya Awan. Kemarin kan cuma Neng Nisa aja yang datang pas acara aqiqah baby Angkasa. Mau kan Abah, Umi, Kang Rijal, Neng Nisa?" pinta Awan ketika ikut menjemput Abah Imron dan keluarganya di rumah sakit.
Abah Imron, Umi Nur, Rijal, dan Nisa nampak saling berpandangan. Bertanya satu sama lain melalui tatapan mata mereka masing-masing.
"Nak Awan, bukannya kami nggak mau. Tapi kami merasa nggak enak kalau merepotkan nak Awan dan keluarga lebih banyak lagi," kata Umi Nur.
"Merepotkan apa sih, Umi? Nggak ada kata-kata merepotkan seperti itu. Kan kita sekarang udah jadi satu keluarga? Jadi sangat wajar dong kalau kami menjamu Abah dan keluarga yang lainnya juga. Mumpung Abah, Umi, Kang Rijal, sama Neng Nisa lagi ada disini juga," balas Awan.
"Tapi, nak Awan ---"
"Nggak ada kata tapi lagi, Bah," kata Awan, memotong perkataan Abah Imron. "Ini justru dari Papa sama Mama langsung loh yang nyuruh aku buat sampein ke Abah dan keluarga yang lainnya. Apa Abah dan yang lainnya tega menolak niat baik Papa sama Mama aku?"
Awan dengan sengaja menggunakan nama Papa dan Mama-nya untuk lebih meyakinkan Abah Imron, Umi Nur, Rijal, dan Nisa. Dan benar saja, Abah Imron dan keluarganya yang lain pun mulai merasa tidak enak hati juga kalau mau menolak.
"Jadi gimana? Abah, Umi, Kang Rijal, sama Neng Nisa bersedia kan untuk menginap di rumah kami?" tanya Awan sekali lagi.
__ADS_1
"Hmm, ya sudah deh kalau gitu. Kami bersedia," jawab Umi Nur mewakili yang lainnya.
"Alhamdulillaah," ucap syukur Awan senang.
"Tapi Akang nggak ikut nginep ya, Wan. Cuma ikut berkunjung aja. Kasihan Aisyah kalau ditinggal lama-lama," kata Rijal.
"Iya, Kang. Nggak pa-pa kok. Aku paham," balas Awan.
Dan begitulah, akhirnya rencana Awan berjalan dengan lancar. Abah Imron, Umi Nur, Nisa, dan Rijal bersedia untuk datang ke rumah Awan. Abah Imron, Umi Nur, dan Nisa juga bersedia untuk menginap barang sehari dua hari di rumah Awan tersebut.
Kedatangan Abah Imron dan keluarganya yang lain tentu saja juga mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari seluruh keluarga Awan yang lainnya juga. Seluruh keluarga Awan merasa sangat senang karena Abah Imron dan keluarganya bersedia untuk datang berkunjung bahkan menginap di rumah mereka untuk beberapa hari.
🍁🍁🍁
Malam ini Chef Yudha sengaja datang ke rumah Papa Surya untuk menemui Abah Imron dan Umi Nur. Chef Yudha bermaksud untuk menyampaikan terlebih dahulu tentang niat baiknya untuk melamar Nisa kepada Abah Imron dan Umi Nur, sebelum akhirnya lusa Chef Yudha akan datang bersama dengan keluarganya yang lain untuk melamar Nisa secara resmi.
Mas Awan sudah menceritakan tentang masalah Chef Yudha yang ingin melamar Nisa ini kepadaku, Papa Surya, dan Mama Wulan. Mas Awan juga sudah menceritakan tentang rencana Mas Awan yang ingin memberikan kesempatan kepada Chef Yudha dengan sengaja mengajak menginap Abah Imron, Umi Nur, dan Nisa di rumah kami ini.
Saat ini Mas Awan, Papa Surya, Mama Wulan, Abah Imron, Umi Nur, dan Chef Yudha sedang duduk bersama di sofa ruang tamu rumah ini. Sementara aku dan Nisa menunggu di sofa ruang keluarga seraya menemani Keinan belajar dan juga menunggui baby Angkasa yang sedang tertidur pulas itu.
"Abah, Umi, sebelumnya saya minta maaf kalau kedatangan saya ini sangat tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan sebelumnya," kata Chef Yudha meminta maaf terlebih dahulu.
"Iya, nak Yudha. Nggak pa-pa kok," jawab Umi Nur.
"Jadi, apa yang ingin nak Yudha sampaikan kepada kami sebenarnya?" tanya Abah Imron kemudian.
Chef Yudha terlihat menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Chef Yudha sedang mengumpulkan semua keberaniannya saat ini untuk menyampaikan niat baiknya itu kepada Abah Imron dan Umi Nur.
"Abah, Umi, kedatangan saya kali ini adalah untuk menyampaikan tentang niatan saya kepada Abah Imron dan Umi Nur. Saya bermaksud untuk melamar Neng Nisa untuk menjadi pendamping hidup saya, Abah, Umi," jawab Chef Yudha, menyampaikan niatnya tersebut.
__ADS_1
Di luar dugaan semua orang, ternyata Abah Imron dan Umi Nur sama sekali tidak merasa terkejut mendengar semua perkataan dari Chef Yudha tadi.
Abah Imron dan Umi Nur tentu saja sudah mengetahui tentang hubungan di antara Chef Yudha dengan Nisa. Dan untuk masalah lamaran ini, tentu saja mereka berdua juga sudah bisa menduga sebelumnya.
Bahkan ternyata Abah Imron dan Umi Nur memang sedang menunggu juga, kapan Chef Yudha akan bertindak tegas sebagai seorang laki-laki dan mengambil langkah untuk membawa hubungan antara dirinya dengan Nisa itu menuju ke jenjang yang lebih serius.
Dan Abah Imron juga Umi Nur merasa senang, karena ternyata penilaian mereka berdua terhadap Chef Yudha memang tidak salah. Chef Yudha adalah sosok laki-laki yang baik dan serius dalam menjalani sebuah hubungan. Chef Yudha juga sama sekali tidak berniat untuk mempermainkan perasaan putri mereka, Nisa.
"Nak Yudha, apa nak Yudha sudah menanyakan pendapat Nisa tentang masalah ini sebelumnya?" tanya Abah Imron.
"Sudah, Abah. Kemarin saya sudah membicarakan tentang niat saya untuk melamar Nisa ini kepada Neng Nisa langsung. Dan syukur alhamdulillaah, Neng Nisa secara pribadi bersedia menerima lamaran dari saya ini, Abah, Umi," jawab Chef Yudha.
"Apa nak Yudha serius ingin menjadikan putri kami itu untuk menjadi pendamping hidup nak Yudha?" tanya Umi Nur juga.
"Saya serius, Umi. Saya sangat menyayangi Neng Nisa. Itu kenapa saya dengan mantap memutuskan untuk melamar Neng Nisa. Karena saya berharap, ketika Abah, Umi, dan Neng Nisa kembali ke kampung halaman nanti, setidaknya saya sudah memiliki ikatan resmi dengan Neng Nisa. Jadi sembari saya mempersiapkan segala sesuatunya untuk menikah dengan Neng Nisa, setidaknya saya bisa merasa tenang karena sudah memiliki ikatan hubungan yang resmi dengan Neng Nisa," jawab Chef Yudha, menjelaskan maksudnya.
Abah Imron dan Umi Nur saling berpandangan. Keduanya kemudian tersenyum lembut seraya menganggukkan kepala mereka masing-masing.
"Nak Yudha, kami menerima niat baik nak Yudha untuk melamar putri kami, Nisa. Dan kami menunggu kedatangan nak Yudha bersama dengan keluarga untuk melamar Nisa secara resmi," kata Abah Imron kemudian, menyampaikan keputusannya.
"Alhamdulillaah," ucap syukur Chef Yudha, Mas Awan, Papa Surya, dan Mama Wulan secara bersamaan.
Aku dan Nisa yang masih bisa mendengar pembicaraan mereka semua dari ruang keluarga pun ikut tersenyum senang dan mengucap syukur juga. Kami merasa senang karena Abah Imron dan Umi Nur menerima niat baik Chef Yudha untuk melamar Nisa.
"Terima kasih banyak, Abah, Umi. Insya Allah lusa saya akan datang kesini bersama dengan keluarga saya yang lain untuk melamar Neng Nisa secara resmi," kata Chef Yudha meyakinkan.
"Baik, nak Yudha. Kami tunggu kedatangan nak Yudha dan keluarga lusa nanti, ya," ucap Abah Imron.
"Iya, Abah. Pasti," balas Chef Yudha mantap.
__ADS_1
Semua yang ada di ruang tamu tersebut pun tersenyum bahagia. Begitu juga dengan aku dan Nisa. Kami sangat bersyukur karena semuanya berjalan dengan lancar. Abah Imron dan Umi Nur pun juga langsung menyetujui niat baik Chef Yudha tersebut untuk melamar Nisa menjadi pendamping hidupnya.