
Sesuai kesepakatan kami semua, proses hukum terhadap Bayu tetap dilanjutkan. Dan akhirnya pihak kepolisian pun mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Bayu. Bayu pun akhirnya dibawa oleh pihak kepolisian untuk diperiksa dan dimintai keterangan lebih lanjut.
Ibu Bayu sempat meneleponku dan marah-marah, merasa tidak terima karena Bayu kami laporkan ke pihak yang berwajib bahkan sampai ditangkap dan dibawa oleh pihak kepolisian seperti itu.
Tetapi Papa Surya langsung mengambil alih ponselku dan menjawab semua perkataan ibu Winna yang penuh emosi itu dengan bijak dan tegas. Dan akhirnya ibu Winna beserta keluarga Bayu yang lain pun mau tidak mau juga harus menerima keputusan dari pihak kepolisian tersebut, karena semua memang sudah sesuai prosedur yang berlaku.
Dan untuk Keinan, syukur alhamdulillaah, seperti dugaanku sebelumnya ternyata Keinan pun juga mau mengerti dan bisa menerima keputusan yang kami ambil ini. Keinan bisa memahami alasan mengapa Bayu sampai ditangkap oleh pihak kepolisian seperti itu.
Dan persis seperti dugaanku sebelumnya juga, Keinan merasa sangat marah setelah mengetahui bahwa orang yang telah berniat untuk mencelakai Papa Awan-nya itu ternyata adalah Bayu, ayah kandung Keinan sendiri. Keinan merasa sangat sedih dan kecewa.
Tetapi syukurlah Mas Awan bisa mengatasi rasa sedih dan kecewa Keinan tersebut. Mas Awan bisa membuat Keinan menjadi kembali tertawa dan ceria lagi, seperti sebelumnya.
Untuk sementara ini, setidaknya kami bisa merasa lega karena orang yang berniat untuk mencelakai Mas Awan, yaitu Bayu, sudah ditangkap oleh pihak kepolisian dan akan mendapatkan proses hukum seperti yang seharusnya. Ya, Bayu harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan buruknya itu secara hukum.
🍁🍁🍁
Sayangnya, ternyata apa yang sudah dialami oleh Bayu itu sama sekali tidak membuat Chika merasa takut. Chika bahkan masih belum jera setelah rencana pertamanya untuk menjebak Hamzah kemarin itu gagal. Ternyata Chika masih berniat untuk menjalankan rencananya yang selanjutnya.
Dan benar saja, hari ini ketika diadakan acara pesta peringatan ulang tahun perusahaan SR Group, Chika pun berniat untuk menjalankan rencana dia yang selanjutnya itu untuk bisa menjebak Hamzah dan juga mencelakai Ayesha.
Sesuai dugaan Chika, Ayesha pun juga turut hadir dalam acara pesta peringatan ulang tahun perusahaan SR Group pada malam hari ini. Dan Chika juga sudah mempersiapkan semua rencananya itu dengan matang. Chika hanya tinggal menjalankan rencananya itu saja.
Acara pesta peringatan ulang tahun perusahaan SR Group pun telah dimulai. Dan rangkaian acara demi acara juga sudah berjalan dengan lancar. Saat ini, ketika sudah memasuki sesi acara ramah tamah, Chika pun mulai mencari kesempatan untuk bisa menjalankan semua rencananya itu.
Chika memberikan kode kepada salah satu pelayan yang sudah dia bayar sebelumnya agar mau bekerja sama dengan dirinya itu untuk segera memulai aksinya. Pelayan suruhan Chika itupun menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanda bahwa dia mengerti maksud dari Chika itu.
__ADS_1
Pelayan yang membawa nampan berisi minuman itupun kemudian berjalan mendekati meja dimana Ayesha saat ini sedang duduk dan berbincang bersama dengan Hamzah, Ayumi, Nadirga, Sammy, dan Hana tersebut.
Pelayan tersebut kemudian menghidangkan minuman kepada Ayesha dan yang lainnya yang ada di meja tersebut. Tetapi kemudian tiba-tiba saja pelayan tersebut menyenggol gelas berisi minuman yang berada di dekat Ayesha sehingga minuman tersebut pun tumpah dan membasahi gaun yang dipakai oleh Ayesha saat ini.
"Ahh," kaget Ayesha.
"Yesha," pekik Hamzah dan yang lainnya juga, merasa terkejut.
"Maaf, Nona, tolong maafkan keteledoran saya ini. Saya benar-benar tidak sengaja, Nona. Tolong maafkan saya," panik pelayan tersebut dengan terus meminta maaf kepada Ayesha.
Ayesha mengibas-ngibaskan gaunnya yang basah terkena tumpahan minuman tadi. Hamzah pun dengan cekatan segera berdiri dari duduknya dan mengambilkan beberapa lembar tisu kemudian memberikannya kepada Ayesha.
"Kamu nggak pa-pa, Sha?" tanya Hamzah.
"Aku nggak pa-pa kok, Kak. Cuma basah aja ini," jawab Ayesha dengan mengelap gaunnya yang basah itu menggunakan tisu pemberian dari Hamzah tadi.
"Iya, nggak pa-pa kok," balas Ayesha.
"Sudah, kamu cepat ambil alat pel dan bersihkan kekacauan ini," kata Nadirga kemudian memerintahkan kepada pelayan tersebut.
"Baik, Tuan. Sekali lagi tolong maafkan saya, Nona," balas pelayan itu lagi.
Pelayan itupun kemudian pergi, hendak mengambil alat untuk mengepel lantai, seperti yang sudah diperintahkan oleh Nadirga kepada dirinya tadi.
"Aku ke toilet sebentar ya, Kak. Mau bersihin noda minuman ini dulu," pamit Ayesha kepada Hamzah dan yang lainnya.
__ADS_1
"Kakak temenin ya, Sha," tawar Ayumi.
"Nggak usah, Kak. Cuma ke toilet bentar doang kok," tolak Ayesha dengan tersenyum.
"Hmm, ya udah deh kalau gitu," kata Ayumi kemudian.
"Hati-hati. Langsung balik kesini lagi kalau udah selesai," pesan Hamzah.
"Iya, Kak," balas Ayesha.
Ayesha pun kemudian bangun dari duduknya dan pergi menuju ke arah toilet, hendak membersihkan noda minuman pada gaunnya tersebut.
Tanpa diketahui oleh Hamzah dan yang lainnya, Chika diam-diam tersenyum smirk dari meja tempat dia duduk saat ini. Rencana awal Chika yang selanjutnya ini sudah berjalan dengan lancar. Tinggal menunggu rencana selanjutnya untuk bisa menculik Ayesha ketika Ayesha sedang berada di toilet nanti.
Dan benar saja, saat ini kondisi di toilet sangat mendukung rencana jahat Chika itu. Hanya ada Ayesha sendiri saja yang berada di dalam toilet itu saat ini.
Ayesha saat ini sedang berdiri di depan wastafel dan membersihkan gaunnya yang kotor itu menggunakan air dari wastafel tersebut. Dan tiba-tiba saja, tanpa disadari oleh Ayesha, ada seorang laki-laki yang membekap Ayesha dari belakang dengan menggunakan sapu tangan yang sudah diberi obat bius sebelumnya.
Ayesha sempat merasa kaget dan berusaha untuk berontak. Tetapi kesadaran Ayesha segera menghilang akibat dari obat bius yang terdapat pada sapu tangan tersebut. Tubuh Ayesha pun melemas dan terjatuh dalam pelukan laki-laki yang membekap Ayesha dari belakang tersebut. Ayesha pingsan.
Laki-laki yang merupakan orang suruhan dari Chika itupun segera mengangkat tubuh Ayesha yang sudah tidak sadarkan diri itu dan membawanya untuk pergi meninggalkan gedung perusahaan SR Group tersebut melalui pintu belakang, dimana teman-temannya yang lain sudah menunggu saat ini.
Beberapa saat kemudian, terdengar bunyi notifikasi pesan masuk pada ponsel milik Chika. Chika pun kemudian segera membuka pesan masuk yang dia terima tersebut. Ternyata itu adalah pesan dari orang-orang yang disuruh Chika untuk menculik Ayesha tadi.
Sebuah foto yang memperlihatkan Ayesha yang sedang tidak sadarkan diri diterima oleh Chika. Dan juga sebuah pesan,
__ADS_1
'Rencana sudah berhasil. Gadis ini langsung kami bawa ke gudang. Kami menunggu perintah selanjutnya dari Nona.'
Chika mengulum senyum tipis membaca pesan dari orang-orang suruhannya tersebut. Chika merasa puas karena rencananya untuk bisa menculik Ayesha sudah berjalan dengan lancar. Rencana Chika kali ini harus berhasil. Dan Hamzah harus bisa menjadi milik Chika sepenuhnya.