Pelangi Di Ujung Rindu

Pelangi Di Ujung Rindu
64. Sedikit Merasa Lega


__ADS_3

Tangis Ayesha sudah mulai mereda saat ini. Tidak lama kemudian, pintu apartemen tersebut terbuka dari luar. Dan ternyata itu adalah Nadirga dan Ayumi, istri Nadirga, yang datang.


"Assalamu'alaikum," salam Nadirga dan Ayumi ( putri kedua Max dan Sylvia, adik Sammy ).


"Wa-wa'alaikumsalam," jawab Ayesha sedikit terbata.


Nadirga dan Ayumi kemudian masuk ke dalam apartemen tersebut dan berjalan menghampiri Ayesha. Keduanya lantas begitu terkejut ketika melihat keadaan Ayesha yang masih sedikit terisak itu.


"Yesha," pekik Nadirga dan Ayumi seraya bergegas menghampiri Ayesha.


"Kak," panggil Ayesha yang langsung bangun dari duduknya dan langsung menghambur memeluk Ayumi.


Tangisan Ayesha kembali pecah di dalam pelukan kakak iparnya itu. Ayumi masih bingung. Tetapi Ayumi tetap membalas pelukan Ayesha itu seraya mengusap-usap lembut punggung Ayesha, berusaha menenangkan adik ipar yang memang sudah seperti adik kandungnya sendiri tersebut.


Setelah tangisan Ayesha kembali mereda, Ayumi kemudian membawa Ayesha untuk kembali duduk di sofa. Nadirga pun lalu mendudukkan dirinya di sebelah Ayesha juga.


"Kamu kenapa, Sha?" tanya Ayumi.


"Astaghfirullah hal adziim! Kamu masuk ke dalam kamar tamu ya, Dek?" tanya Nadirga begitu terkejut setelah melihat beberapa bekas kemerahan di leher adik perempuannya itu.


"E-enggak kok, Kak. A-aku nggak masuk ke kamar tamu kok. Ta-tapi....." Ayesha tidak melanjutkan perkataannya.


"Tapi apa, Dek?" tanya Nadirga tidak sabar.


"Justru Kak Hamzah yang keluar dari kamar tamu, Kak," jawab Ayesha lirih, takut-takut.


"Apa? Bagaimana bisa begitu?" tanya Nadirga lagi, menuntut penjelasan.


Ayesha kemudian menceritakan semua yang sudah terjadi tadi kepada Nadirga dan Ayumi. Air mata Ayesha kembali mengalir ketika dia sedang bercerita. Ayumi pun kemudian merangkul adik iparnya dan mengusap-usap lengan Ayesha. Mencoba menyalurkan kekuatan kepada adik iparnya itu.


Beberapa saat kemudian setelah Ayesha selesai bercerita,

__ADS_1


"Astaghfirullah hal adziim. Kakak yang salah karena udah ninggalin kamu disini sama Hamzah yang jelas-jelas lagi dalam pengaruh obat itu, Dek. Tolong maafin Kakak ya, Dek," ucap Nadirga begitu menyesal.


"Ka-kakak nggak salah kok," lirih Ayesha.


"Udah, nggak perlu saling menyalahkan diri sendiri lagi. Kita ambil hikmahnya aja dari semua kejadian ini. Agar lain kali kita lebih hati-hati ketika akan mengambil tindakan. Dan juga, kita harus merasa bersyukur karena Allah Subhanahu wa ta'ala masih melindungi Yesha dan Hamzah. Sehingga Hamzah masih diberi kesadaran oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dan akhirnya mereka berdua tidak sampai melakukan kesalahan yang fatal dan berdosa itu," kata Ayumi mencoba menengahi.


Nadirga menghembuskan nafasnya kasar.


"Huft. Kamu benar, sayang. Tadi aku pikir juga semua akan baik-baik saja. Makanya aku langsung pergi ninggalin Yesha sama Hamzah buat nyariin obat penawar untuk Hamzah sekalian jemput kamu. Aku sama sekali nggak nyangka kalau semua bakal jadi kayak gini," sesal Nadirga lagi.


"Udah, Mas. Mas Dirga juga nggak boleh nyalahin diri sendiri seperti itu terus," kata Ayumi.


"Hmh, iya, sayang. Makasih, ya," ucap Nadirga dengan tersenyum lembut kepada istrinya itu.


Ayumi membalas dengan menganggukkan kepalanya pelan dan ikut tersenyum juga.


"Ya udah, kalau gitu kalian berdua pulang aja dulu, ya. Urusan Hamzah disini biar aku yang ngurusin. Sekalian, tolong nanti kalian berdua mampir ke rumah Hamzah dan beri kabar ke Bu Aminah. Bilang aja kalau Hamzah lagi ikut aku untuk urusan pekerjaan gitu, biar Bu Aminah nggak merasa khawatir," kata Nadirga kemudian.


"Iya, Mas."


Balas Ayesha dan Ayumi bersamaan.


Ayesha dan Ayumi kemudian berpamitan kepada Nadirga seraya mencium punggung tangan kanan Nadirga.


"Aku pulang dulu ya, Kak. Aku titip Kak Hamzah sama kakak. Tolong jagain dia ya, Kak," kata Ayesha.


"Iya, Dek. Kamu tenang aja. Kakak pasti jagain Hamzah dengan baik," balas Nadirga.


"Aku sama Yesha pulang duluan ya, Mas. Mas disini juga hati-hati," pamit Ayumi.


"Iya, sayang. Kalian berdua juga hati-hati, ya," balas Nadirga juga.

__ADS_1


"Pasti, Mas," ucap Ayumi.


"Assalamu'alaikum," salam Ayesha dan Ayumi.


"Wa'alaikumsalam. Hati-hati ya kalian berdua," jawab Nadirga sekaligus berpesan.


"Iya," balas Ayesha dan Ayumi.


Ayesha dan Ayumi pun kemudian pergi meninggalkan apartemen milik Nadirga tersebut.


🍁🍁🍁


"Kenapa, sayang?" tanya Mas Awan setelah aku selesai menerima telepon dari ibuku.


Ya, aku baru saja selesai menerima telepon dari ibuku. Sementara Mas Awan saat ini sedang duduk di sebelahku seraya menggendong Angkasa.


"Ada masalah apa sampai ibu nelepon kamu malam-malam begini?" tanya Mas Awan lagi.


"Hmm, nggak ada masalah apa-apa kok, Mas. Ibu cuma ngabarin kalau baru saja Ayesha datang sama Ayumi, kakak iparnya. Mereka berdua ngasih tau ibu kalau Hamzah lagi ada urusan pekerjaan sama Nadirga yang mengharuskan mereka berdua untuk menginap. Jadi malam ini Hamzah nggak bisa pulang dulu," jawabku menjelaskan.


"Oh, begitu. Jadi sekarang ibu udah nggak khawatir lagi dong karena sampai malam gini Hamzah belum pulang juga dan teleponnya juga nggak bisa dihubungi?" tanya Mas Awan lagi.


"Iya, Mas. Ibu ngabarin aku supaya aku juga bisa merasa tenang dan nggak perlu khawatir lagi," jawabku.


"Ya udah kalau gitu. Syukurlah kalau Hamzah juga baik-baik saja, sayang," kata Mas Awan merasa lega juga.


"Iya, Mas. Alhamdulillaah," balasku.


Tadi ibuku memang sempat meneleponku dan mengabarkan kalau Hamzah sampai malam begini belum pulang juga. Bahkan nomor telepon Hamzah juga tidak bisa dihubungi. Itu kenapa ibu jadi merasa sangat khawatir.


Tetapi syukurlah kalau ternyata Hamzah baik-baik saja sekarang. Aku dan Mas Awan juga ikut merasa lega.

__ADS_1


__ADS_2