Pelangi Di Ujung Rindu

Pelangi Di Ujung Rindu
75. Happy Ending : END


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Hamzah dengan Ayesha. Sesuai dengan kesepakatan kami semua ketika acara lamaran kemarin, pesta pernikahan Hamzah dan Ayesha hanya diadakan secara sederhana saja di halaman samping rumah Om Yas dan Tante Nia dengan dihadiri oleh keluarga dan kerabat dari kedua belah pihak.


Sekitar jam sembilan pagi, kami semua sudah berkumpul di halaman samping rumah Om Yas dan Tante Nia tersebut. Acara ijab kabul untuk pernikahan Hamzah dengan Ayesha akan segera dimulai.


Di meja akad saat ini Hamzah dan Ayesha sudah duduk bersisian di hadapan seorang penghulu dan juga Om Yas selaku wali nikah dari Ayesha. Sementara Pak Haji Muhsin dan Om Steven yang akan bertindak sebagai saksi satu dan dua dalam acara ijab kabul pernikahan Hamzah dan Ayesha tersebut.


Setelah pembacaan khutbah nikah, istighfar, dan dua kalimat syahadat, penghulu pun kemudian mengarahkan Om Yas untuk berjabat tangan dengan Hamzah. Om Yas kemudian menjabat tangan kanan Hamzah dan mengucapkan akad ijab seperti yang sudah diajarkan oleh penghulu kepada dirinya.


"Ananda Hamzah Saputra bin almarhum Muhammad Abdullah, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak perempuan saya yang bernama Ayesha Salsabila binti Yas Anggara dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan perhiasan seberat 17 gram, dibayar tunai," kata Om Yas mengucapkan akad ijab untuk putrinya, Ayesha, dengan Hamzah.


"Saya terima nikah dan kawinnya Ayesha Salsabila binti Yas Anggara dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan seberat 17 gram dibayar tunai!" ucap akad kabul dari Hamzah dengan lantang dan dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi, sah?" tanya penghulu kepada Pak Haji Muhsin dan Om Steven.


"Sah!!!" bukan hanya Pak Haji Muhsin dan Om Steven saja yang menjawab, tetapi kami semua yang hadir dalam acara ijab kabul tersebut pun ikut menjawab juga secara bersamaan.


"Alhamdulillaah, sah!" kata penghulu kemudian.


"Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin," ucap syukur Hamzah, Ayesha, dan juga kami semua seraya mengusap wajah kami menggunakan kedua telapak tangan kami masing-masing.

__ADS_1


Aku tersenyum bahagia saat ini, akhirnya adikku itu bisa menikah dengan gadis pujaannya juga. Dan bukan hanya aku saja, senyum bahagia penuh kelegaan juga tampak menghiasi wajah semua orang yang hadir pada acara ijab kabul pernikahan Hamzah dan Ayesha ini.


Penghulu kemudian memimpin pembacaan do'a untuk kebahagiaan kedua mempelai pengantin baru itu kedepannya nanti. Kami semua pun menengadahkan kedua telapak tangan kami masing-masing dan meng-amin-kan semua do'a yang dibacakan oleh penghulu tersebut.


Setelah itu, Hamzah kemudian dipersilahkan untuk memasangkan cincin di jari manis Ayesha. Bergantian dengan Ayesha setelahnya. Ayesha pun kemudian diarahkan untuk mencium punggung tangan kanan Hamzah, kekasih hatinya yang sekarang sudah sah menjadi suaminya itu.


Hamzah juga kemudian mencium kening Ayesha penuh sayang. Kedua pengantin baru itu terlihat memejamkan mata mereka masing-masing, meresapi perasaan haru dan bahagia yang memenuhi lubuk hati mereka berdua saat ini. Kami semua tersenyum, ikut merasa terharu dan bahagia juga.


Penghulu kemudian mengarahkan Hamzah dan Ayesha untuk menandatangani serangkaian berkas dokumen pernikahan mereka. Begitu juga dengan Om Yas selaku wali nikah Ayesha, dan juga Pak Haji Muhsin dan Om Steven selaku saksi satu dan dua.


Setelah itu Hamzah kemudian menyerahkan seperangkat alat sholat dan juga perhiasan emas yang tadi menjadi mahar pernikahan mereka kepada Ayesha. Penghulu lalu menyerahkan buku nikah kepada Hamzah dan Ayesha secara simbolis. Dan akhirnya, serangkaian acara ijab kabul tersebut pun telah selesai dengan baik dan lancar.


Hamzah dan Ayesha kemudian mencium punggung tangan kanan Om Yas dan meminta restu kepada orang tua mereka tersebut. Om Yas terlihat mengucapkan selamat dan memberikan nasehatnya kepada Hamzah dan Ayesha. Setelah itu Hamzah dan Ayesha juga mencium punggung tangan kanan Pak Haji Muhsin dan Om Steven, meminta restu kepada beliau berdua juga.


Hamzah dan Ayesha lalu mencium punggung tanganku dan Mas Awan juga. Aku memeluk Hamzah dan Ayesha bergantian.


"Selamat untuk kalian berdua. Kakak ikut senang akhirnya kalian berdua sekarang sudah sah menjadi sepasang suami dan istri. Kakak do'akan semoga kalian berdua bisa membangun sebuah keluarga yang sakinah mawadah warahmah fiddunya wal akhirat. Semoga langgeng dan bahagia selalu. Dan semoga segera dikaruniai momongan yang shalih shalihah oleh Allah Subhanahu wa ta'ala untuk kalian berdua. Aamiin Yaa robbal 'aalamiin," ucapku setelah melepaskan pelukanku, memberikan selamat sekaligus mendo'akan kebaikan untuk pernikahan Hamzah dan Ayesha.


"Aamiin Yaa robbal 'aalamiin. Makasih banyak ya, Kak," balas Hamzah dan Ayesha bersamaan.

__ADS_1


"Selamat untuk pernikahan kalian berdua ya, Ham, Sha. Semoga bahagia selalu. Dan semoga kedepannya nanti sudah tidak ada lagi masalah yang berarti yang terjadi pada kalian berdua. Aamiin," kata Mas Awan juga.


"Aamiin. Makasih banyak ya, Kak," Hamzah dan Ayesha menjawab bersamaan lagi.


"Sama-sama," balas Mas Awan.


Kami semua pun tersenyum bahagia bersama.


🍁🍁🍁


Hari demi hari berlalu dengan baik setelah itu. Bayu dan Chika juga sudah mendapatkan putusan hukuman penjara untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan buruk mereka kemarin itu.


Satu tahun setelah pernikahan mereka, Hamzah dan Ayesha dikaruniai seorang putri yang cantik. Hamzah dan Ayesha memberi nama Deyza untuk putri pertama mereka berdua itu.


Dan lucunya, setelah Hamzah dan Ayesha memiliki seorang anak perempuan, Mas Awan justru juga ikutan heboh. Mas Awan bilang ke aku kalau dia juga menginginkan seorang anak perempuan juga. Biar lengkap katanya.


"Sayang, pokoknya Mas mau punya anak perempuan juga kayak Hamzah sama Yesha. Pasti nanti dia cantik banget kayak kamu. Lucu, imut, nggemesin. Ah, ngebayangin-nya aja Mas udah seneng banget ini. Kita kan udah punya Keinan sama Angkasa, jadi kalau tambah anak perempuan kan biar lengkap gitu, sayang. Ya sayang, ya? Kamu juga mau kan kalau kita punya anak perempuan juga?" bujuk Mas Awan saat itu.


Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala, karena ternyata keinginan Mas Awan itu akhirnya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Ketika Angkasa sudah berumur tiga setengah tahun, akhirnya aku pun melahirkan kembali. Seorang bayi perempuan yang cantik dan lucu, sesuai dengan keinginan Mas Awan selama ini.

__ADS_1


Aku dan Mas Awan memberikan nama Fatimah kepada putri kami tersebut. Lengkap sudah kebahagiaan keluarga kecilku dan Mas Awan sekarang. Kami berdua memiliki dua orang putra, Keinan dan Angkasa, dan juga seorang putri yang cantik, Fatimah. Kehidupan keluarga kecil kami pun semakin bahagia setelah itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩ Selesai ΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2