
Kasus kecelakaan yang dialami oleh Awan kemarin masih terus diproses oleh pihak kepolisian. Dan hal itu membuat Bayu menjadi sangat waspada dalam bertindak untuk sekarang ini. Tentu saja Bayu tidak ingin kalau sampai dia akhirnya ketahuan sebagai dalang di balik terjadinya kecelakaan yang menimpa Awan kemarin itu. Bayu tidak ingin ditangkap oleh pihak kepolisian.
Tetapi ternyata apa yang sudah dialami oleh Bayu, kakaknya itu, tidak menyurutkan sedikitpun niat Chika untuk menjalankan rencana awalnya untuk bisa menjebak Hamzah. Chika seakan sudah menjadi gelap mata dan sangat berambisi untuk bisa mendapatkan Hamzah, meski harus dengan melakukan cara apapun juga.
Hari ini Chika berencana untuk menjalankan rencana pertamanya untuk bisa mendapatkan Hamzah. Ya, Chika jadi menggunakan rencananya kemarin itu untuk menjebak Hamzah dengan menggunakan obat perangsang.
Sore hari, menjelang jam pulang kantor, Chika tiba-tiba saja membagikan segelas kopi panas kepada semua teman-teman satu divisinya di kantor SR Group itu. Chika membagikan kopi tersebut dengan dibantu oleh seorang office boy, yang memang sudah dibayar oleh Chika sebelumnya untuk mau bekerja sama dengan Chika.
"Temen-temen semuanya, ada kopi panas nih untuk kalian semua. Ya, itung-itung biar bisa merilekskan pikiran setelah seharian penat bekerja gitu lah," kata Chika setengah berteriak seraya membawa nampan berisi beberapa kopi panas dalam paper cup.
"Wah, alhamdulillah nih. Bisa bikin melek mata juga," ucap salah satu karyawan.
"Iya nih, bener banget," sahut karyawan yang lainnya.
Chika tersenyum mendengar sambutan baik dari beberapa rekan kerjanya itu. Chika dan office boy itu kemudian membagikan kopi panas yang mereka bawa kepada semua karyawan di divisi keuangan tersebut.
__ADS_1
Sengaja Chika memilih untuk membagikan kopi panas yang dia bawa kepada teman-teman kerjanya yang perempuan. Sementara untuk teman-teman kerjanya yang laki-laki dibagikan oleh office boy yang membantu Chika itu. Hal itu Chika lakukan agar Hamzah tidak merasa curiga kalau Chika memiliki niat yang tidak baik kepada dirinya.
Padahal, tanpa diketahui oleh semua orang, Chika sudah menambahkan obat perangsang pada kopi panas dalam paper cup khusus yang memang sudah Chika siapkan untuk Hamzah. Dan Chika juga sudah memerintahkan kepada office boy yang membantunya itu untuk memberikan paper cup khusus itu kepada Hamzah.
"Tumben nih, Chik, bagi-bagi kopi gini. Ada acara apa emangnya?" tanya Tari ketika Chika memberikan segelas kopi panas dalam paper cup kepada dirinya.
"Nggak ada acara apa-apa kok, Mbak. Cuma kemarin emang dapat rezeki lebih aja dari bonus lembur. Jadi pengen sedikit berbagi dengan semua teman-teman disini deh," jawab Chika dengan tersenyum.
"Oh, gitu ya. Kalau gitu makasih ya, Chik. Semoga rezeki kamu juga makin lancar kedepannya," do'a Tari dengan tulus.
"Iya, sama-sama, Chik. Makasih juga untuk kopinya, ya," ucap Tari dengan tersenyum juga.
"Iya, Mbak Tari. Sama-sama juga," balas Chika yang juga ikut tersenyum.
Semua teman kerjanya di divisi keuangan itu mengucapkan terima kasih kepada Chika, termasuk Hamzah juga tentu saja. Dan Chika pun membalas dengan ucapan 'sama-sama' seraya tersenyum senang.
__ADS_1
Jujur saja Hamzah sempat ragu untuk meminum kopi panas yang dibagikan oleh Chika itu.
"Diminum enggak, ya? Feeling aku kok kayak nggak enak gitu. Tapi kan Chika bagiin kopi ke semua teman-teman disini. Masak iya dia punya maksud buruk ke aku? Lagian juga tadi yang bagiin kopi ke aku kan office boy, bukan Chika langsung. Hmm, bismillah aja deh. Kan kita nggak boleh su'udzon juga," kata batin Hamzah yang sempat meragu itu.
Chika yang melihat Hamzah sedikit ragu, merasa khawatir juga. Chika takut kalau rencananya ini gagal dan tidak berjalan sesuai dengan harapannya.
"Ham, kok nggak diminum kopinya?" tanya Tari yang meja kerjanya memang berada di sebelah meja kerja Hamzah itu.
"Eh, iya, Mbak. Ini juga mau diminum kok," jawab Hamzah dengan tersenyum canggung.
Dengan mengucap basmalah, Hamzah pun kemudian meminum kopi panas dalam paper cup tersebut. Hamzah mencoba untuk berpikiran positif. Hamzah memilih untuk ber-khusnudzon dan memasrahkan semuanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Chika diam-diam tersenyum senang melihat Hamzah yang sedang meminum 'kopi panas spesial' pemberiannya itu. Rencana Chika sudah berhasil di langkah awal. Chika hanya perlu untuk menunggu reaksi dari obat yang sudah dia campurkan pada kopi panas milik Hamzah itu tadi.
Dan setelah obatnya bereaksi nanti, Chika tinggal melakukan langkah selanjutnya untuk bisa mendekati Hamzah dan membawa Hamzah pergi, agar Chika bisa menjalankan rencana Chika yang selanjutnya.
__ADS_1
Chika tersenyum puas. Chika sangat berharap semoga semua rencana Chika ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan apapun.