Pelangi Di Ujung Rindu

Pelangi Di Ujung Rindu
74. Menuju Halal


__ADS_3

Malam ini Hamzah datang ke rumah kami. Seperti yang sudah dibilang oleh Hamzah kemarin, dia akan datang untuk menemui Papa Surya dan Mama Wulan untuk memberitahu beliau berdua tentang rencana Hamzah untuk melamar Ayesha nanti dan juga meminta kesediaan Papa Surya dan Mama Wulan untuk ikut dalam acara lamaran nanti juga.


"Assalamu'alaikum," salam Hamzah dari depan pintu.


"Wa'alaikumsalam. Eh, udah datang kamu, Dek?" jawab salamku sekaligus bertanya.


"Iya, Kak. Baru saja," balas Hamzah yang kemudian mencium punggung tangan kananku.


"Ayo masuk dulu, Ham," ajakku kemudian.


"Iya, Kak," balas Hamzah lagi.


Aku kemudian mengajak Hamzah untuk masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu.


"Kak Awan dimana, Kak?" tanya Hamzah setelah mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu tersebut.


"Lagi nemenin Keinan belajar di kamarnya. Angkasa juga udah bobok, makanya Mas Awan sekalian nemenin Keinan belajar sama nungguin Angkasa juga," jawabku.


"Oh, gitu ya, Kak," balas Hamzah.


"Iya. Ya udah, kamu duduk dulu disini, ya. Kakak panggilin Papa Surya sama Mama Wulan dulu di dalam," kataku kemudian.


"Oke, Kak," balas Hamzah.


Aku pun kemudian bergegas untuk pergi ke kamar Papa Surya dan Mama Wulan untuk memanggil beliau berdua. Tidak lama kemudian, aku, Papa Surya, dan Mama Wulan pun sudah tiba di ruang tamu.

__ADS_1


"Loh, Hamzah?" panggil Papa Surya seraya berjalan menghampiri Hamzah.


Hamzah kemudian berdiri dari duduknya dan langsung mencium punggung tangan kanan Papa Surya dan Mama Wulan secara bergantian.


"Assalamu'alaikum, Om, Tante," sapa Hamzah.


"Wa'alaikumsalam, Ham," balas Papa Surya dan Mama Wulan bersamaan.


"Ayo, Ham, silahkan duduk lagi," kata Mama Wulan kemudian mempersilahkan.


"Iya, Tante, terima kasih," balas Hamzah.


Aku, Hamzah, Papa Surya, dan Mama Wulan kemudian duduk bersama di sofa ruang tamu saat ini.


"Jadi, ada apa, Ham? Kenapa kamu mau ketemu sama Om sama Tante?" tanya Papa Surya.


"Syukur alhamdulillaah, Om dan Tante ikut senang dengarnya, Ham," kata Papa Surya.


"Iya, Ham. Akhirnya kamu sudah mantap juga untuk membawa hubungan kamu dengan Ayesha ke jenjang yang lebih serius. Tante juga ikut merasa bahagia, Ham," ucap Mama Wulan juga.


"Iya, Om, Tante, terima kasih. Jadi, apakah Om dan Tante bersedia untuk ikut serta mengantarkan aku ke rumah Ayesha akhir pekan ini nanti, Om, Tante?" tanya Hamzah lagi.


"Pasti, Ham. Kamu jangan khawatir. Om dan Tante nanti akan ikut mengantar kamu untuk melamar Ayesha," jawab Papa Surya.


"Alhamdulillaah. Terima kasih banyak, Om, Tante," ucap Hamzah dengan tersenyum senang.

__ADS_1


"Iya, Ham. Sama-sama," balas Papa Surya seraya tersenyum juga.


🍁🍁🍁


Seperti kata Hamzah kemarin, akhir pekan ini rombongan kami sekeluarga pun datang ke rumah Ayesha untuk melamar Ayesha secara resmi.


Rombongan kami terdiri dari Hamzah, ibu, aku, Mas Awan, Keinan, Angkasa, Papa Surya, Mama Wulan, Pak Haji Muhsin, Bu Hajjah Maryam, Pak RT, dan juga tiga orang bapak-bapak tetangga ibu.


Keluarga besar Ayesha menyambut kedatangan rombongan keluarga kami dengan baik. Setelah itu, Pak RT selaku perwakilan dari rombongan keluarga kami pun kemudian menyampaikan maksud dari kedatangan kami semua pada malam hari ini, yaitu untuk melamar Ayesha secara resmi.


Pinangan Hamzah juga alhamdulillaah diterima dengan baik oleh Ayesha dan seluruh keluarga besarnya. Acara demi acara dalam rangka lamaran sederhana itu pun berjalan dengan baik dan lancar.


Kami semua tersenyum bahagia, merasa sangat bersyukur karena acara lamaran pada malam hari ini berjalan dengan baik tanpa ada halangan suatu apapun juga. Hamzah dan Ayesha juga terlihat sangat bahagia sekali pada malam hari ini.


Berdasarkan kesepakatan bersama, setelah melakukan musyawarah tadi, sudah diputuskan bahwa acara pernikahan Hamzah dan Ayesha insya Allah akan dilaksanakan sekitar dua bulan lagi.


Dan sesuai permintaan dari Ayesha juga, acara pernikahan nanti hanya akan diadakan di rumah keluarga Ayesha ini saja. Sebuah pesta kebun sederhana yang hanya akan dihadiri oleh keluarga dan kerabat saja. Tidak perlu terlalu banyak tamu undangan yang diundang, begitu permintaan dari Ayesha.


Ayesha mengatakan kalau dia tidak menginginkan pesta pernikahan yang meriah, apalagi mewah. Cukup acara pernikahan yang sederhana saja, tetapi berkesan dan bermakna di hati mereka. Dan kami semua pun menyetujui permintaan dari Ayesha tersebut.


Di balik itu semua, Hamzah tau kalau Ayesha mengajukan permintaan seperti itu karena Ayesha tidak ingin memberatkan Hamzah sama sekali. Dan Hamzah merasa sangat bersyukur untuk hal itu. Ayesha memang selalu berusaha untuk bisa mengerti keadaan Hamzah.


Dan seperti yang sudah dikatakan oleh Yas dan Nadirga juga kemarin itu, bahwa dari pihak keluarga Ayesha sama sekali tidak ingin memberatkan Hamzah dan keluarganya. Mereka tidak menuntut seserahan yang mewah apalagi pesta pernikahan yang meriah. Yang penting adalah Hamzah dan Ayesha bisa menikah secara resmi dan akhirnya sah menjadi sepasang suami dan istri. Itu sudah sangat cukup bagi mereka semua.


Tetapi memang sudah dari awal juga, dari jauh hari sebelumnya, Hamzah dan Ayesha memang juga sudah sepakat kalau seandainya mereka berdua nanti benar-benar berjodoh dan bisa sampai pada tahap pernikahan, maka mereka berdua hanya akan mengadakan acara pernikahan yang sederhana saja tetapi berkesan dan bermakna bagi mereka.

__ADS_1


Jadi memang dari awal mereka berdua sudah berencana untuk tidak mengadakan acara pesta resepsi pernikahan yang meriah. Dan kami semua juga sangat menyetujui dan mendukung keinginan kedua calon mempelai pengantin tersebut.


Kami semua juga mendo'akan semoga acara pernikahan antara Hamzah dan Ayesha nanti, pada hari H yang sudah ditentukan tersebut, dapat berjalan dengan baik dan lancar. Serta tidak ada halangan suatu apapun yang akan terjadi.


__ADS_2