Pelangi Setelah Badai

Pelangi Setelah Badai
BAB 16. PELANGI


__ADS_3

"Gerald, apa maksudnya ini?" Mama menatap putranya dengan sorot mata yang tajam, dapat Gerald lihat amarah yang tertahan di wajah mamanya.


"Gerald, Jelaskan apa maksudnya ini? Apa benar Pelangi..." Mama menghentikan kalimatnya, ia menoleh sebentar menatap Pelangi kemudian kembali menatap Gerald.


"Ma, Aku bisa jelaskan." Rasanya dada Gerald dihimpit batu yang besar melihat tatapan sang mama. Ia memang akan menerima Pelangi apa adanya, namun bagaimana dengan mama nya ini?


"Apa kamu yang sudah melakukan itu pada Pelangi?"


Gerald hanya menggeleng, entah kenapa lidahnya tiba-tiba saja terasa keluh untuk menjelaskan tentang Pelangi. Ia takut mama akan menentang hubungannya dengan Pelangi.


"Kalau bukan kamu, lalu siapa?" Tanya mama dan kali ini dengan nada yang membentak.


Membuat Pelangi juga terkejut. Rasanya ia ingin lenyap saja dari muka bumi ini. Mamanya Gerald pasti akan menghinanya habis-habisan.


"Gerald, jawab!"


"Ma, tenang dulu. Jangan terbawa emosi." Tegur papa.


"Gimana mama bisa tenang, Pa. Ini bukan masalah kecil. Ini juga anak kenapa diam aja." Mama memukul pundak putranya.


Karena Gerald tak kunjung menjawab, mama pun berpindah bertanya dengan Pelangi.

__ADS_1


"Pelangi, apa benar kamu pernah hamil dan keguguran? Apa Gerald yang melakukan itu padamu?" Tanya mama dengan emosi yang sudah tidak bisa ditahan.


Pelangi mengangkat kepalanya. Ia menatap mama dan Gerald bergantian. Mungkin memang sebaiknya jujur saja, karena bagaimanapun ia berusaha menyembunyikan suatu saat pasti akan terbongkar juga.


Gerald menggelengkan kepalanya, pertanda agar Pelangi tidak mengatakan yang sebenarnya. Namun, Pelangi menundukkan kepalanya kemudian berkata.


"Iya Tante. Aku memang pernah hamil dan keguguran, tapi bukan Gerald yang melakukannya." Jawab Pelangi, ia menghembuskan nafas panjang setelah mengatakan itu. Pelangi siap menerima apapun cercaan mamanya Gerald. Bahkan jika calon mama mertuanya itu mengusirnya sekarang juga dan tidak merestuinya dengan Gerald, ia akan terima. Karena sejak awal ia sudah mengatakan jika dirinya memang tidak pantas untuk laki-laki sebaik Gerald.


Mama langsung menyandarkan tubuhnya di sofa mendengar jawaban Pelangi. Benar-benar tidak menyangka jika wanita pilihan putranya pernah hamil dan keguguran, namun ia juga merasa lega karena bukan putranya yang melakukan itu.


Papa juga tak kalah terkejutnya mendengar jawaban Pelangi, namun ia tidak ingin terbawa emosi dan menganggap Pelangi perempuan yang tidak baik. Pasti ada cerita dibalik itu semua.


"Lihat Gerald, perempuan yang kamu pilih ternyata dia itu...


Gerald meraih tangan mamanya, menggenggamnya dengan erat. Dapat mama rasakan jika tangan putranya itu bergetar.


"Ma, sebelum aku membawa Pelangi kesini, dia sudah berusaha menolak ku karena merasa tidak pantas untukku. Tapi aku sama sekali tidak tidak perduli dengan masa lalunya, Gerald tulus mencintainya. Ma tolong terima Pelangi apa adanya seperti yang aku lakukan. Setidaknya kasihan dia, Ma. Pelangi itu hanya hidup sebatang kara dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi." Gerald menghela nafasnya sejenak.


"Sebelum menjadi sekertaris ku, Pelangi itu adalah seorang pemimpin perusahaan besar. Atmaja group. Tapi pelangi sudah kehilangan semuanya karena di tipu oleh mantan kekasihnya. Dan yang tidak aku sangka, lelaki yang telah menipu Pelangi adalah laki-laki yang telah membuat Silvi mengkhianati aku."


Dengan cepat mama menegakkan kembali posisi duduknya mendengar ucapan Gerald, begitupun dengan papa. Sepasang paruh baya itu nampak terkejut mendengar penuturan putranya, bukan tentang laki-laki yang telah menipu Pelangi yang ternyata adalah laki-laki yang telah membuat Silvi mengkhianati Gerald. Tetapi karena menangkap dua kata yang diucapkan putranya. Atmaja group. Mama dan papa tentu mengenal nama perusahaan itu, salah satu perusahaan terbesar di kotanya.

__ADS_1


"Gerald, apa kamu bilang tadi, Atmaja group?" Tanya papa?" Mama pun menantikan jawaban putranya.


"Iya, Pa. Pelangi adalah pewaris tunggal Atmaja group. Tapi Pelangi telah kehilangan semuanya karena ditipu oleh laki-laki itu." Gerald nampak mengepalkan tangannya mengingat Devano.


Papa dan mama pun berpindah menatap Pelangi.


"Pelangi, apa benar nama Papa mu Haris Atmaja dan Mama mu Ayu Diajeng?" Tanya papa.


"Iya, Om. Bagaimana Om bisa tahu nama Papa dan Mama ku?"


Mama dan papa langsung saling menatap, tentu mereka mengenal orangtuanya Pelangi. Haris Atmaja dan Ayu Diajeng adalah sahabat lamanya yang sudah sangat lama tidak pernah berkabar lagi padahal mereka tinggal di satu kota. Mama dan papa juga tidak pernah menemui dua sahabatnya itu karena mengingat ucapan Haris dan Ayu kala itu.


"Kami menantang kalian, untuk tidak menemui kami hingga anak-anak kita beranjak dewasa."~ Haris.


"Biar kami yang datang menemui kalian saat putri kecil kami telah menjelma menjadi bidadari yang cantik." ~ Ayu.


Hingga sampai pada waktu yang telah ditentukan, namun Haris dan Ayu tak kunjung datang menemui mereka. Papa dan mama juga terpaksa memupus harapan saat Gerald memperkenalkan Silvi pada mereka.


"Pelangi, kami mengenal orangtuamu. Mereka adalah sahabat kami." Ucap papa.


Pelangi dan Gerald saling menatap, sama-sama tidak menyangka jika orangtua mereka saling mengenal.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan mereka sekarang?" Tanya papa tanya papa kemudian.


Mendengar pertanyaan papa, Pelangi langsung menundukkan kepalanya.


__ADS_2