
Setelah kejadian hari ini yang terjadi karena Silvi, suasana hati Gerald benar-benar kacau. Tak ada satupun pekerjaannya yang terselesaikan, terlebih saat ini ia belum mendapatkan sekertaris pengganti yang bisa membantu pekerjaannya.
Mengingat Pelangi yang mengusir dirinya menambah kegalauannya, bagaimana jika Pelangi benar-benar membatalkan pernikahan mereka? Sungguh Gerald tidak ingin itu sampai terjadi. Ia tidak bisa kehilangan Pelangi, wanita itu telah memenuhi seluruh hatinya.
Gerald pun akhirnya memutuskan untuk pulang saja, berada di kantor juga tidak ada satupun pekerjaannya yang selesai karena tidak fokus terus memikirkan Pelangi.
Ia ingin pulang dan mengadukan apa yang terjadi hari ini pada papa dan mamanya.
Namun, apa yang didapatinya setelah sampai di rumah sungguh membuat suasana hatinya semakin kacau. Bagaimana tidak, mama terlihat tampak acuh saat ia mengadukan apa yang terjadi hari ini antara dirinya dan Pelangi karena ulah Silvi.
"Ma, aku ini terancam batal nikah!" Kesal Gerald, untuk yang pertama kalinya ia berbicara dengan nada yang tinggi pada mamanya. Bagaimana tidak, sejak tadi ia berbicara panjang lebar namun mamanya hanya fokus pada layar televisi dan seperti tidak mendengar pengaduannya.
"Memangnya kenapa kalau kamu batal nikah!'' Mama balik membentak putranya. Mama bukannya tidak mendengar pengaduan Gerald, hanya saja ia malas mendengar sebab akibat yang terjadi karena kebodohan putranya sendiri.
"Ma," lirih Gerald, tatapannya sendu menatap mamanya. Ia berharap pulang kerumah mendapatkan dukungan dari papa dan mamanya, namun yang terjadi seperti tidak ada yang perduli padanya.
Papa yang juga dari tadi diam, beranjak pergi begitu ponselnya berdering. Di ambang pembatas ruangan, papa nampak serius berbicara dengan seseorang diseberang telepon.
Setelah panggilan berakhir, papa kembali menghampiri istrinya.
"Ma, Papa pergi dulu." Pamit papa.
__ADS_1
Mama hanya mengangguk, dan papa pun bergegas pergi seolah tidak melihat keberadaan Gerald di ruangan itu.
Gerald menatap mamanya kemudian beralih menatap papanya yang telah melangkah jauh dengan nanar. Apa orangtuanya ini tidak mengerti dengan perasaannya saat ini?
Beranjak dari tempat duduknya, membawa rasa kesal menuju kamarnya. Gerald bahkan membanting pintu kamarnya membuat mama sampai mengelus dada karena terkejut.
"Astaga Gerald, gimana kalau kamu beneran batal nikah? Mungkin jadi gila kamu." Pekik mama sambil mengelus dadanya.
.
.
.
"Aku tahu, sebenarnya Devano itu bukan orang yang jahat. Hanya saja dia seperti itu karena sudah termakan dengan hasutan Silvi." Jawab Pelang yang saat ini sedang bersama papa disebuah cafe.
"Apa Devano benar-benar memiliki bukti untuk membantu kita?" Tanya papa lagi.
"Iya Om, Devano pernah tak sengaja mendengar percakapan Papanya Silvi dengan seseorang ditelepon dan Devano merekamnya."
"Baiklah kalau kamu sudah yakin dan Devano benar-benar memiliki bukti itu, Om akan segera mencabut laporan untuk Devano agar dia bisa segera membantu kita mengungkap kecelakaan yang menewaskan kedua orangtuamu."
__ADS_1
Pelangi mengangguk, ingatannya kembali pada beberapa hari lalu saat papanya Gerald kembali menanyakan tentang bagaimana peristiwa kecelakaan yang dialami orangtuanya.
Setelah mendengar cerita Pelangi, papa merasa ada yang ganjal. Dan papa pun mencoba mendatangi restoran tempat terakhir mobil orangtuanya Pelangi singgah sebelum kecelakaan itu terjadi dan ternyata memang benar, kecelakaan yang menewaskan orangtuanya Pelangi sudah ada yang merencanakan dengan memotong rem mobil. Semua itu tertangkap dari rekaman cctv. Dan papa mengenali orang yang memotong rem mobil orangtuanya Pelangi adalah supir pribadi papanya Silvi. Namun sayangnya supir papanya Silvi itu telah meninggal dunia dikarenakan sakit. Papa juga turut hadir dalam acara pemakamannya waktu itu.
Papa sempat putus asa karena orang yang bisa bersaksi telah tiada, terlebih menurut papa hanya dengan rekaman cctv itu saja belum cukup akurat untuk dijadikan bukti karena papanya Silvi bisa saja berkelit dan balik menuntut dirinya atas tuduhan pencemaran nama baik. Orang seperti papanya Silvi tak elak pasti dengan mudah menyuap keluarga supirnya agar tutup mulut.
Kemudian tiba-tiba saja papa teringat dengan Devano, laki-laki itu pasti bisa membantu mencari bukti dengan menyuruhnya masuk kedalam keluarga Silvi dan tentunya harus membebaskannya dari penjara.
Namun, sebelum bertindak papa terlebih dahulu meminta Pelangi menemui Devano untuk berkompromi. Dan bagai sebuah keberuntungan, ternyata Devano pernah mendengar papanya Silvi merencanakan akan mencelakai salah seorang saingan bisnisnya dan entah kenapa waktu itu Devano tergerak untuk merekamnya.
Untuk menembus semua kesalahan dan perbuatannya pada Pelangi, Devano telah berjanji akan membantu mengungkap kematian orangtuanya Pelangi hingga tuntas. Devano juga merasa bersyukur karena Pelangi dengan mudah memaafkan semua kesalahannya.
Sebenarnya papa dan Pelangi bisa saja meminta rekaman itu pada Devano tanpa membebaskannya, namun dikarenakan mereka memiliki tujuan lain maka tak ada pilihan selain membebaskan Devano dari tahanan.
"Om, bagaimana dengan Gerald? Tadi aku mengusirnya."
"Ya seperti itulah, jika tidak malu mungkin dia sudah menangis." Papa terkekeh mengingat bagaimana putranya itu tampak frustasi menceritakan dirinya akan terancam batal menikah. "Tapi tidak apa-apa sesekali kamu memberinya pelajaran, agar kedepannya dia bisa lebih jujur dalam hal sekecil apapun. Tapi Om rasa Gerald berbohong karena tidak ingin kamu berpikiran yang tidak-tidak." Lanjutnya.
"Iya, aku juga tahu Om. Tapi aku kesal saja kenapa juga dia harus berbohong. Aku kan sudah tahu sendiri bagaimana Silvi. Dia pasti memiliki maksud tertentu mengajak Gerald ke cafe yang sama tempat ku meeting, dengan mengatakan ada yang ingin dia beritahukan pada Gerald tentang aku."
''Yah, Silvi ingin membuat hubunganmu dan Gerald menjadi retak, dan tindakanmu itu membuat rencana Silvi berhasil. Tapi tidak apa-apa, biarkan saja dulu Gerald seperti itu biar dia introspeksi diri agar berpikir sebelum bertindak. Dan Silvi juga mengira jika kamu dan Gerald benar-benar bertengkar."
__ADS_1