Pelangi Setelah Badai

Pelangi Setelah Badai
BAB 43.


__ADS_3

"Huh, pantas saja dia tidak pernah datang mencari tasnya, ternyata isinya hanya ini." Gumam Devano seraya menutup kembali tas Devi yang hanya berisi catatan pesanan bucket bunga.


Devano meletakkan tas Devi diatas meja lalu mendudukkan tubuhnya di sofa sambil mengusap wajahnya. Sedikit merasa kecewa karena percuma ia menyimpan tas Devi selama satu Minggu yang nyatanya tidak bisa menarik gadis itu datang kepadanya. Kalau tahu isinya hanya seperti itu, lebih baik waktu itu meninggalkan tas itu dirumah sakit.


Devano menyandarkan kepalanya seraya menghela nafas panjang, ia tidak mengerti pada dirinya sendiri kenapa selama satu Minggu ini ia selalu teringat dengan Devi. Gadis yang sudah ia tabrak sekaligus gadis yang sudah mendonorkan darah untuknya.


"Apa karena itu?" Gumamnya bertanya sambil mengusap nadi nya.


Apa karena ada darah Devi yang mengalir dalam tubuhnya, sehingga ia terus mengingat gadis itu? Ah, itu rasanya tak mungkin. Devano menggelengkan kepalanya, mengusir segala pemikiran gilanya itu.


Mengingat hari ini adalah hari pernikahan Gerald dan Pelangi, lantas Devano beranjak dari tempat duduknya. Setelah mengambil kunci mobil dan sebuah kado yang sudah ia persiapkan tiga hari lalu, ia bergegas keluar rumah.


Sebelum menjalankan mobilnya, Devano menatap pantulan dirinya dari kaca spion didepannya sambil memainkan jari-jari tangannya mengetuk-ngetuk stir mobil. Tampak senyum kecut terbit diwajahnya.


Ini sungguh konyol baginya, menghadiri pernikahan sang mantan tak pernah terduga olehnya. Namun, ia juga turut senang karena setelah badai yang ia berikan kepada Pelangi, kini mantan kekasihnya itu telah berbahagia dengan sosok laki-laki yang akan menjadi pendamping hidupnya.

__ADS_1


"Huftzz, baiklah Dev, setelah ini Kamu juga harus mencari kebahagiaan mu sendiri, seperti yang sudah diperingatkan oleh pelangi bahwa kamu harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi." Ucapnya pada dirinya sendiri lalu menjalankan mobilnya menuju sebuah hotel dimana resepsi pernikahan Gerald dan Pelangi digelar.


.


.


.


Pelangi menatap pantulan diri nya yang terbalut gaun pengantin, di depan cermin. Ia masih tak menyangka jika akan sampai pada titik ini, semua nya terjadi begitu saja sesuai alur yang mengalir bagai sebuah mimpi.


Tangan kekar yang entah sejak kapan melingkar di pinggang nya membuat nya sedikit gugup karena ini adalah pertama kalinya ia sedekat ini dengan Gerald, laki-laki yang telah mengucapkan janji suci atas namanya tadi pagi.


Bisikan lembut tepat di belakang telinganya membuat Pelangi seketika meremang merasakan hembusan hangat nafas Gerald.


"Aku sudah tak sabar menunggu malam tiba." bisik Gerald lagi yang membuat Pelangi semakin meremang.

__ADS_1


Dan Pelangi menanggapinya hanya dengan senyuman, padahal baru tadi pagi mereka mengikrarkan janji suci dan sekarang Gerald sudah menunjukkan sisi liar nya. Nampak jelas dari mata Gerald yang terlihat berkabut menatapnya dari pantulan cermin.


Beberapa detik masih memeluk wanita yang telah menjadi istrinya dari belakang, kemudian perlahan mengurai pelukannya lalu memutar tubuh Pelangi berhadapan dengannya.


Tanpa aba-aba Gerald langsung saja menarik tengkuk Pelangi melahap bibir ranum yang sudah sejak lama ingin ia cicipi namun ia tahan.


Meski terkejut, perlahan Pelangi mulai mengimbangi permainan bibir Gerald. Hingga suara ketukan di balik pintu kamar membuat pagutan bibir mereka terlepas secara paksa.


Gerald langsung mengambil tisu mengusap bibir Pelangi yang basah karena ulah nya, setelah itu ia melangkah ke arah pintu dan membuka nya.


"Lama banget buka nya, jangan bilang kalian berbuat mesum." Mama langsung menatap tajam putra nya setelah melihat polesan pewarna bibir Pelangi yang sedikit berantakan.


"Apa nya yang mesum sih Ma, sama Istri sendiri kok." Ujar Gerald dengan tampang tak merasa bersalah sedikit pun.


"Tapi kamu sudah merusak riasan Istri kamu, lihat itu lipstik Pelangi jadi belepotan. Minggir!" Mama mendorong bahu putra nya kemudian ia masuk ke kamar pengantin itu.

__ADS_1


Mama menggeleng-gelangkan kepala nya sementara Pelangi langsung menunduk malu.


"Mau-mau aja di giniin sama Gerald, sini Mama benerin lipstik nya," gerutu mama lalu membenahi polesan lipstik menantunya yang belepotan karena ulah putranya.


__ADS_2