
Setelah Pelangi mengatakan yang sebenarnya, tentang bantuan apa yang ia butuhkan dari Devano. Gerald pun berpamitan kembali ke kantornya, namun nyatanya ia tidak kembali ke kantornya melainkan mendatangi Devano untuk memberikan peringatan pada laki-laki itu.
Sesampainya di kantor Devano, Gerald langsung menuju ruangan Devano setelah mendapat persetujuan dari petugas resepsionis.
Belum sampai tangan Gerald untuk mengetuk pintu, namun pintu ruangan Devano sudah lebih dulu dibuka oleh pemilik ruangan.
Devano menyambut kedatangan Gerald dengan senyuman, ia tahu kedatangan calon suami dari mantannya ini pasti memiliki tujuan yang penting.
Setelah mengajak Gerald masuk, Devano meminta Silvi yang berada didalam ruangan untuk keluar karena ia tahu Gerald pasti akan membahas tentang rencananya dengan Pelangi yang tentu tidak boleh diketahui oleh Silvi.
__ADS_1
Meski merasa kesal, namun Silvi menurut pada kekasihnya itu. Dengan wajah cemberutnya ia keluar dari ruangan Devano.
Setelah pintu ruangannya tertutup, Devano kembali menatap Gerald dengan serius yang telah duduk berhadapan dengannya.
"Kedatanganku kesini untuk memperingati mu agar tidak mempermainkan Pelangi lagi. Dan jika kau memang benar-benar serius ingin membantu Pelangi maka buktikanlah, tapi jika kau hanya ingin mengambil keuntungan dibalik itu maka aku adalah orang pertama yang akan membuat perhitungan denganmu." Ujar Gerald tanpa ingin berbasa-basi, beserta kalimat ancamannya.
"Kau tidak perlu khawatir untuk itu, karena aku memang bersungguh-sungguh untuk membantu Pelangi. Kesalahanku sudah terlalu banyak padanya, dan apa yang aku lakukan ini belum cukup untuk menebus semuanya. Tapi aku bersyukur, Pelangi tidak membenciku dan dia mau memaafkan aku dengan mudahnya." Devano sedikit menundukkan kepalanya, jika ditanya apakah dirinya menyesal itu tentu saja. Penyesalan terbesar dalam hidupnya adalah tidak bisa melihat cinta yang sesungguhnya. Dan cinta itu berasal dari Pelangi yang ia sakiti. Namun, menyesal pun sudah percuma karena ia tidak akan bisa menggapai cinta Pelangi lagi, karena mantannya itu telah bahagia bersama laki-laki yang kini duduk dihadapannya.
"Penyesalan itu memang selalu datang belakangan, Dev. Tapi aku berharap kau bisa belajar dari pengalaman dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya." Ujar Gerald. Iapun bisa melihat jika sebenarnya Devano tidak sejahat kelihatannya, hanya saja wanita ular yang berada di sekitarnya selalu saja meracuninya dengan bias nya. Dan Gerald bersyukur bisa terlepas dari wanita seperti Silvi. Ia tidak bisa membayangkan jika waktu itu menikahi Silvi yang ternyata memiliki hubungan gelap dengan Devano.
__ADS_1
"Terima kasih atas nasihat mu, Gerald. Semoga kau dan Pelangi selalu dilimpahkan kebahagiaan." Ujar Devano sambil tersenyum tipis. "Setelah kasus kecelakaan yang menimpa orangtuanya Pelangi telah terungkap, aku juga membutuhkan bantuan mu." Lanjutnya, menatap Gerald dengan penuh harap.
"Apa?" Tanya Gerald, menautkan kedua alisnya.
"Sejujurnya aku juga tidak tahu pasti bagaimana perasaanku terhadap Silvi. Aku merasa berat untuk melepasnya, namun aku juga merasa tertekan bersamanya. Maka dari itu, aku membutuhkan bantuan mu untuk meyakinkan diriku jika Silvi itu pantas atau tidak untuk aku pertahankan." Ujar Devano.
"Caranya?" Tanya Gerald sambil mengerutkan keningnya.
Sejenak Devano terdiam, menatap Gerald dengan lekat. Dan beberapa saat kemudian ia pun memberitahu Gerald tentang bagaimana untuk membantunya nanti meyakinkan diri, jika Silvi pantas atau tidak untuk ia pertahankan.
__ADS_1