
Setelah satu minggu Devano menjadi tahanan, ini adalah hari pertama Silvi mengunjungi kekasihnya itu.
Namun, saat melapor untuk menjenguk Devano, polisi memintanya untuk menunggu karena Devano sedang kedatangan pembesuk lainya.
Sekitar lima belas menit menunggu, seorang polisi memanggil Silvi untuk masuk ke ruang besuk.
Devano memasang wajah acuh ketika Silvi telah duduk dihadapannya, tidak seperti biasanya ia akan selalu tersenyum bila bersama kekasihnya ini.
"Bagaimana kabar mu, Dev? Tanya Silvi sambil membuka bungkusan plastik yang dibawanya.
"Seperti yang kamu lihat," jawab Devano datar.
Silvi hanya mengangguk, ia mengeluarkan makanan dari plastik itu lalu menyodorkan kehadapan Devano. Nasi goreng babat kesukaannya, namun Devano hanya menatapnya tanpa berniat untuk sekedar mencicipi saja.
"Vi, aku sudah kenyang. Aku juga tadi sudah makan ini." Ujar Devano, menyodorkan kembali nasi goreng babat itu kehadapan Silvi.
Silvi mengerutkan keningnya kemudian terkekeh, "Jangan bercanda, Dev, kau bukan tahanan istimewa yang akan mendapatkan makanan apa saja yang kau mau."
Devano tak menanggapi, ia sedikit menundukkan kepalanya sambil memainkan kedua jari-jari tangannya dibawah meja. Memikirkan ucapan seseorang yang berapa saat lalu datang menjenguknya.
Selama seminggu berada didalam jeruji besi, sudah cukup membuatnya merenungi semua perbuatannya selama ini, termasuk kepada Pelangi wanita yang begitu tulus mencintainya namun ia torehkan luka yang teramat dalam. Beruntung Pelangi tidak mendendam padanya, ia berada didalam tahanan ini saja bukan karena Pelangi yang melaporkan tetapi Gerald dan papanya.
__ADS_1
"Kamu kenapa, Dev?" Tanya Silvi, memperhatikan kekasihnya itu nampak melamun.
"Gak apa-apa," jawab Devano. Ia menatap Silvi sebentar lagi kembali menunduk.
"Dev, kau serius sudah makan?" Tanya Silvi lagi.
Devano mengangguk, "Tapi aku akan tetap mengambil nasi goreng ini untuk aku berikan kepada teman-teman didalam sel." Ia tersenyum kecut mengingat curhatan salah satu teman sel nya yang mengatakan selama berada di tahanan ini tidak satupun anggota keluarganya yang datang menjenguk atau sekedar mengirimkan makanan.
"Tapi ini aku bawakan untuk Kamu, Dev. Kalau kamu tidak mau biar aku bawa pulang saja." Silvi merasa tak terima jika Devano memberikan nasi goreng itu pada orang lain.
"Aku sudah kenyang, Vi, apa salahnya berbagi. Ini hanya makanan." Devano menggelengkan kepalanya dengan pelan. Selama ini ia terlalu dibutakan oleh cintanya kepada Silvi, sehingga tidak benar-benar melihat sifat asli kekasihnya. Begitu serakahnya, hanya dengan makanan saja tidak rela berbagi.
"Baiklah kalau kamu tidak mau memberikan nasi goreng itu pada teman ku didalam sel, silahkan kamu bawa pulang." Ujar Devano lalu berdiri dari tempat duduknya.
Devano pun duduk kembali ketempat nya, namun ia melempar pandangannya kearah lain.
"Apa yang ingin kau bicarakan, waktuku tidak banyak."
"Pelangi dan Gerald akan menikah."
Devano tersenyum tipis, ia sudah mengetahui rencana pernikahan Pelangi dan Gerald dari seseorang yang beberapa saat lalu menjenguknya.
__ADS_1
"Baguslah jika mereka akan menikah, setidaknya aku akan terlepas dari rasa bersalah karena telah menghancurkan kehidupan Pelangi. Dia akan memiliki seseorang yang akan menjadi pelindungnya."
"Dev, ada apa denganmu?" Silvi menatap tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh kekasihnya itu.
"Memangnya aku kenapa? Sudahlah, jika tidak ada keperluan lain lagi sebaiknya kamu pulang, aku juga mau tidur, ngantuk semalaman gak bisa tidur disini dingin. Kalau besok-besok kamu kesini lagi tolong bawakan selimut untuk lima orang." Ujar Devano lalu beranjak pergi meninggalkan Silvi begitu saja.
.
.
.
"Sebenarnya Aku hanya terpaksa menikahi mu demi memenuhi permintaan terakhir mendiang Papa ku, jadi kamu jangan pernah berharap lebih dalam pernikahan ini. Satu tahun lagi Kania kekasih ku akan kembali dari luar Negeri, aku akan menikahi nya setelah dia kembali dan pernikahan kita hanya sebatas satu tahun itu saja." Farhan Adinata.
Mendengar pengakuan sang suami yang begitu menyesakkan dada, tak menyurutkan keteguhan Nada Keysa Azzahra mencintai suaminya. Ia meminta waktu satu tahun itu untuk menjalankan peran nya sebagai istri yang baik dan berbakti kepada suaminya. Setelah waktu satu tahun berlalu ia akan merelakan suaminya untuk wanita lain.
Namun, setelah satu tahun Nada berubah pikiran, ia lebih rela di madu dan menyembunyikan statusnya sebagai istri Farhan demi cinta dan baktinya kepada sang suami.
Bagaimanakah Nada menjalani hari-harinya setelah di madu?
__ADS_1
Apakah Farhan akan luluh dengan keteguhan cinta Nada?
Lalu bagaimana dengan Kania setelah tahu Farhan memiliki istri pertama?