Pelangi Setelah Badai

Pelangi Setelah Badai
BAB 23. RENCANA SILVI


__ADS_3

Dengan terpaksa Gerald memakan makanan nya seperti apa yang di perintahkan oleh Silvi. Ingin sekali ia pergi namun, ia juga ingin tahu apa yang akan di katakan Silvi tentang Pelangi.


Tanpa di lihat oleh Gerald, senyum smirk terbit di wajah Silvi. Ternyata tidak sesulit yang ia kira untuk membawa mantan calon tunangan nya itu ikut bersama nya.


Jika Gerald dan Pelangi berpikir bahwa Silvi telah kalah itu salah besar, kehilangan Devano tempat nya bernaung tidak akan membuatnya terpuruk. Jika Devano tak ada bersama nya maka ia akan melakukan apapun untuk menjerat Gerald kembali pada nya.


Di meja yang tak jauh dengan meja dimana Silvi dan Gerald berada, Pelangi beserta beberapa rekan bisnis nya baru saja selesai meeting. Satu-persatu mulai meninggalkan tempat duduk nya kecuali Pelangi yang tetap tinggal untuk memesan makanan karena ia memang belum sempat sarapan sebelum nya. Apalagi waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi perutnya juga sudah terasa perih.


Sambil menunggu makanan pesanannya datang, Pelangi mengeluarkan ponselnya. Melihat banyak sekali chat dari Gerald dan beberapa panggilan tak terjawab.


"Dasar gombal." Kekeh Pelangi setelah membaca chat Gerald yang berisi banyak sekali emoji peluk dan cium beserta kalimat yang menurutnya sangat lebai.


"KENAPA MATA BISA CEMBURU DENGAN HATI?

__ADS_1


KARENA KAMU JAUH DI MATA TAPI DEKAT DI HATI. 🥰


Selamat pagi seseorang yang jauh di mata, dekat di hati.


Aku mungkin jauh tetapi tidak pernah pergi."


Isi chat Gerald.


Dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya, Pelangi mengetik pesan balasan untuk Gerald.


"Sekarang lagi apa?" Isi chat Pelangi.


"Aku sudah kenyang, cepat kamu selesaikan makan mu dan setelah itu katakan apa yang ingin kau bicarakan." Ucap Gerald tanpa melihat Silvi, sambil mengetik balasan chat Pelangi.

__ADS_1


Setelah chat nya terkirim, Gerald mengambil air minum dan setelah minum ia mengambil tisu mengusap sudut bibir nya yang basah. Tatapan nya terus tertuju pada layar ponselnya menunggu balasan dari Pelangi.


Pelangi yang telah memulai makan, mengambil ponselnya yang ia letakan di meja melihat ada chat balasan dari Gerald.


"Baru aja sampai di kantor nih, aku mau menyelesaikan semua pekerjaan ku agar setelah kita menikah nanti kita bisa pergi berbulan madu dalam waktu yang lama." Isi chat Gerald beserta emoji yang selalu membuat Pelangi merona.


Tanpa membalas lagi, Pelangi meletakkan kembali ponselnya di meja, karena jika meladeni calon sumaminya itu berbalas chat tidak akan ada habis nya.


Sementara itu, Gerald benar-benar tampak Geram menunggu Silvi yang tak kunjung selesai makan.


"Kalau memang ada yang ingin kau bicarakan dengan ku, seharusnya kau makan dulu baru menemui aku, sepertinya kau sangat kelaparan." Ucap Gerald tanpa sadar ia menggebrak meja yang mengundang perhatian pengunjung lain termasuk Pelangi.


"Gerald." Ucap Pelangi pelan saat tatapan nya tertuju pada sosok laki-laki yang duduk membelakangi nya. Melihat dari postur tubuh dan potongan rambutnya sangat mirip dengan Gerald.

__ADS_1


Melihat Pelangi menoleh ke arah mejanya Silvi tersenyum samar, dan senyum nya itu semakin mengembang kala tatapan bertemu dengan Pelangi yang nampak terkejut melihat keberadaan nya.


'Bagus sekali Gerald, perbuatan mu yang menggebrak meja membuat Pelangi melihat kita berdua di sini sedang makan. Aku yakin setelah ini akan terjadi sebuah drama kesalahpahaman besar, dan aku tinggal mengikuti saja alur nya dengan menambahkan sedikit percikan maka DOAR, bom nya akan meledak dan kalian berdua akan terberai.' Ucap Silvi dalam hati. Ia tersenyum penuh kemenangan.


__ADS_2