Pelangi Setelah Badai

Pelangi Setelah Badai
BAB 49.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.......


Beribu syukur seketika terucap dari dalam hati Devi, kini dia telah resmi menjadi seorang istri dari Devano.


Devi menatap laki-laki yang kini telah resmi menjadi suaminya, yang juga sedang menatapnya, keduanya pun sama-sama menyunggingkan senyum kecanggungan.


Devano tak lepas menatap wanita yang telah resmi menjadi istrinya yang terlihat sangat cantik, bahkan dimatanya Devi lebih cantik dari seseorang yang telah lama menjalin hubungan dengannya.


Sungguh, tidak ada yang tahu bagaimana takdir setiap manusia telah ditentukan. Termasuk perkara tentang jodoh.


Setelah membaca doa setelah akad, kemudian dilanjutkan dengan Devi yang mencium punggung tangan suaminya, lalu Devano yang juga mencium kening istrinya.


Lama Devano menempelkan bibirnya pada kening istrinya, merasakan sesuatu yang berbeda. Dia sering mencium kening kekasihnya dulu, tapi rasanya berbeda dengan saat ini dia mencium kening wanita yang telah halal baginya.


Beberapa saat kemudian, Devano pun melepaskan ciumannya, dia mengusap sebentar puncak kepala istrinya itu, kemudian menyunggingkan senyum yang membuat sang istri seketika jatuh hati dengan senyuman itu.


Inikah yang dinamakan, jatuh cinta setelah pernikahan?


Resepsi pernikahan pun telah selesai, para tamu undangan satu persatu mulai meninggalkan ruangan tempat berlangsungnya acara pernikahan itu. Tinggal tersisa beberapa keluarga inti saja dari masing-masing kedua belah pihak mempelai Wanita dan Pria.


Devi dan Devano sejenak saling menatap kemudian tersenyum kepada sepasang suami istri yang kini telah berdiri dihadapan mereka.

__ADS_1


"Selamat buat kalian berdua, semoga menjadi keluarga yang bahagia dan secepatnya diberikan momongan." Ucap Gerald lalu menyalami kedua mempelai, begitupun dengan Pelangi kemudian memberikan sebuah kotak kado untuk sepasang pengantin baru itu.


"Terima kasih." Ujar Devi dan Devano serentak.


Gerald dan Pelangi pun berpamitan pulang usai mengabadikan momen itu kedalam ponselnya.


Dan setelah kedua mempelai selesai berfoto ria bersama keluarga, mereka berdua pun segera menuju hotel tempat mereka akan menginap malam ini, dengan membawa kado pernikahan pemberian dari Gerald dan Pelangi.


.


.


.


"Kenapa sih? Kok senyum senyum terus?" Karena saking penasarannya, akhirnya Devi pun bertanya pada suaminya itu.


Namun, Devano malah semakin melebarkan senyum nya, membuat Devi semakin bingung dan penasaran. "Sini deh Aku kasih tahu, kenapa Aku senyum senyum." Ucap Devano, dia memanggil Devi untuk mendekat.


Dan Devi, dengan bodohnya dia menurut saja, kemudian mendekat pada suaminya yang duduk di tepi tempat tidur.


Dan hap...

__ADS_1


Tanpa aba aba, Devano langsung mengungkung tubuh Devi dibawah nya. Dia menatap manik mata istrinya yang berwarna kecoklatan, menambah kesan cantik pada istrinya itu.


Devano mengangkat sebelah tangan nya, menyentuh pipi Devi yang putih dan mulus.


Dari pipi, Devano menuntut tangan nya terus bergerak, menyentuh setiap inci bagian wajah Devi. Hidung, kening, mata, dan yang terakhir bibir ranum Devi yang terlihat sangat menggoda.


Devano benar-benar tergoda dengan istrinya walaupun Devi tak melakukan itu. Hanya dengan seperti ini saja, sudah mampu membuat sesuatu dibawah sana menegang dengan sendirinya.


Walau dengan mata terpejam, Devi masih bisa merasakan apa yang sedang dilakukan Devano saat ini pada tubuhnya, bibir Devano terus bergerak menelusuri setiap inci bagian tubuhnya yang menimbulkan sensasi luar biasa yang baru pertama kalinya ia rasakan.


Lenguhan yang berhasil lolos dari bibir Devi, membuat Devano tersenyum dan semakin bersemangat dengan kegiatannya saat ini.


"Apa sekarang Kamu sudah siap jika Aku ingin menjadikanmu Istriku yang seutuhnya?"


Pertanyaan itu terlontar dari bibir Devano seiring helaan nafasnya yang menerpa wajah Devi.


Anggukan kepala yang diajukan Devi sebagai jawaban sudah cukup membuat Devano bergelora.


"Jika bukan sekarang, masih tetap akan terjadi bukan? Maka kapanpun Aku harus siap menjalankan tugasku sebagai Istri. Sekarang aku sepenuhnya milikmu." Ujar Devi.


Devano semakin mengembangkan senyum, dan di detik berikutnya ia benar-benar telah siap dan sudah memposisikan tubuhnya untuk melakukan penyatuan mereka.

__ADS_1


__ADS_2