
Nicky berjalan di belakang mengikuti Bian yang merupakan wakil CEO masuk ke kantor. Semua orang berdiri dan mengangguk kepada mereka terutama kepada Bian Jayanata. Mereka bersama\-sama menaiki lift khusus menuju lantai 10 dimana bu Kimmy yang merupakan sekretaris Bian Jayanata mwnunghu kedatangan mereka. Bian melirik Nicky yang sedari tadi senyum\-senyum sendiri
Bian : " ( menyentilkan jari di kening Nicky) " jangan kebanyakan kerja kalau perlu sesuatu bilang pada kakak".
Nicky : " aku ingin punya pacar, carikan dong".(memyenggol badan Bian ).
Bian : ( merangkul dan menjajarkan badanya ke nicky ) " sama kakak aja gimana. kakak ganteng, keren, jenius , dan lihat banyak cewek yang rebutan dapetin kaka". ( senyum percaya diri )
Nicky : " satu yang kurang kak" ( menunjukkan lesung pipit )
Bian : ( melirik nicky dan mengangkat satu alisnya ) " apa?"
Nicky : (melirik) " Kurang muda" ( nyenyir kuda )
Bian berdiri tegak dan mengacak\-acak rambut nicky. Nicky senang punya kakak seperti Bian yang sejak kecil selalu menyayanginya walaupun perangainya makhluk berjenis perempuan selain Nicky dan mamanya sangat menakutkan.
__ADS_1
Pintu lift terbuka Bian merangkul pundak Nicky sambil berjalan menuju ruangan. Seorang wanita berpakaian sexy menatap kemesraan mereka membuat nicky berusaha menahan tawa geli melihat cara menatapnya yang melihatnya secara sinis, tapi sayangnya tatapan seperti itu di anggap sebagai lelucon bagi Nicky. Bagaimana tidak, Bian sering sekali disatroni wanita cantik mulai dari artis, anak penjabat apalagi anak relasasi dari pak Darius. Nicky melirik Bian yang menarik nafas berat.
Bian : " jangan suka tertawa di atas penderitaan kakak ya. "
Nicky : " kakak ini lucu bange. banyak wanita cantik yang melirik tapi kakak malah menjauh. "
Bian : " Kamu tahu siapa wanita tadi? "
Nicky : ( mengedikkan bahu)
Nicky terkikih geli. Bian yang usianya sudah 28 suka sekali panik melihat perempuan hampir mirip dengan anak yang baru memasuki masa pubertas.
Nicky : " ouch kakak, kenapa suka sekali menjetikkan jari di keningku " ( merajuk dan menutup keningbya dengan tangannya )
Bian : " kalau kamu mau jadi pacar kakak hukumanya cium bibir ".
Nicky : " ih kakak ngarep banget.."
Bian tersenyum dan kembali menatap laptopnya dan segera tenggelam dengan pekerjaannya. tiba-tiba saja Bian yang menyenangkan berubah menjadi Bian yang serius.
__ADS_1
Nicky :( " kak bian kak bian lebih baik PDKT aja sama kak Dirga ah " dalam hati)
Bian : " Nick kaka ad keperluan di kampusmu, kaka antar saja sekalian ".
Nicky : (dalam hati " huwa, jangan ganggu proses PDKTku lagi kak. aku udah 19 tahun masih saja belum pacaran karna sifat kakak yang over protectivmu ".)
Bian bangkit merangkul Nicky dan keluar dari kantor.
Nicky : " kakak aku pengen punya pacar ",( manja )
Bian : (mengerutkan alis )" kakak nggak pernah melarang"
Nicky : " nggak ngelarang tapi mana ada cowok yang berani dekat ama aku kalau kakak udah ngalahin bapak-bapak ngadepin calon pacar anaknya" (merajuk)
Bian : " kamu harus mendapatkan yang lebih dari kakak. karena kakak sangat menyayangimu ". (menatap nicky dalam )
Nicky : " yang ngelebihin kakak adanya kakek kakek kak. ih mau aku nikahnya ama kakek-kakek?." ( cemberut)
Bian : " kalau gitu nikah saja sama kakak " ( nahan tawa )
Nicky : ( " kalau gini kapan aku punya pacarnya" dalam hati )
terima kasih selamat membaca 😘😍
__ADS_1