Pelangi Setelah Badai

Pelangi Setelah Badai
BAB 20. PACARAN SETELAH NIKAH


__ADS_3

"Bagaimana rasanya kembali duduk di singgasananya?" Tanya Gerald yang berdiri bak seorang pengawal di samping Pelangi yang tengah duduk dengan santainya di kursi kebesarannya.


"Tentu saja senang." Jawab Pelangi sambil memutar-mutar kursi kebesarannya itu.


Kemudian, Pelangi mendongakkan kepalanya menatap Gerald yang masih dengan setia berdiri di sampingnya, padahal ia sudah meminta kekasihnya itu untuk duduk di sofa.


"Seperti yang aku katakan waktu itu, setelah aku kembali pada kehidupanku. Aku tidak akan memasak lagi untukmu, dan mulai hari ini aku juga tidak akan tinggal lagi di apartemen mu."


Gerald tersenyum, "Oke baiklah, tapi kau juga harus ingat! Sesuai janjimu, setelah aku berhasil membantumu mendapatkan kembali semua hartamu kita akan segera menikah."


Pelangi terkekeh. "Tapi yang membantuku bukan kamu, tapi Papa mu. Masa iya aku harus menikah dengan Papa mu, menjadi istri kedua Papa mu, menjadi madu Mama mu dan menjadi ibu tiri mu." Ucapnya panjang lebar yang membuat Gerald tampak manyun sekaligus geram.


"Pelangi, jangan bercanda!"


"Tapi memang benar kan, yang bantu aku Papa kamu?" Pelangi mengedipkan sebelah matanya, mengolok Gerald.

__ADS_1


"Iya, tapi Papa juga gak akan bertindak kalau bukan karena aku yang bilang...


"Bilang apa?" Pelangi menyela sambil memainkan kedua alisnya. "Bilang kalau kamu pengen buru-buru nikah, gitu?"


Gerald nampak mengulum senyum, karena memang itu yang ia katakan pada papanya.


"Aku harap kamu tidak ingkar janji." Ucap Gerald dengan sendu. Meskipun sedari tadi ia tahu Pelangi hanya menjahilinya, namun ia tetap khawatir jika Pelangi mengingkari ucapannya beberapa hari lalu yang mau menikah dengannya setelah semua hartanya kembali.


Pelangi terkekeh, " Aku bukan tipe orang yang suka mengingkari ucapanku sendiri. Jadi, kapan kita akan menikah, hum?" Tanyanya.


"Kamu maunya kapan?" Gerald balik bertanya.


"Siapa bilang kamu tidak punya siapa-siapa, ada Aku, Papa dan Mama, kami semua akan selalu bersamamu. Dan untuk pernikahan kita akan Aku usahakan secepatnya karena aku benar-benar sudah tidak sabar untuk segera menikahi mu." Ucap Gerald dengan mantap.


"Baiklah Tuan Gerald, terserah kamu saja. Tapi aku penasaran apa yang membuat kamu ingin kita segera menikah, padahal kita bisa menikmati waktu pacaran dulu sebelum benar-benar berada dalam tahap hubungan serius. Memangnya kamu sudah siap mengemban tanggung jawab sebagai suami?"

__ADS_1


"Sudah pasti siap." Jawab Gerald tanpa ragu. Kenapa Aku ingin buru-buru kita menikah? Karena aku ingin merasakan bagaimana indahnya berpacaran setelah menikah. Karena berpacaran setelah menikah tak ada batasan dan jarak maupun waktu untuk mengekspresikan perasaan. Sedangkan pacaran sebelum menikah, apakah merasakan keindahan itu? Mungkin bagi sebagian orang berkata ya, indah. Tapi, indahnya tidak permanen, alias hanya sementara saja. Sebab, akan terpisah oleh jarak dan waktu, tak bisa setiap saat bertemu. Ketika bermesraan pasti menjadi cercaan." Lanjutnya.


Pelangi termangu, sekali lagi ia merasa dirinya tidak pantas untuk laki-laki seperti Gerald yang benar-benar menjaga diri meskipun ia seorang laki-laki. Sungguh Pelangi menyesali dirinya yang begitu mudah terbuai dengan rayuan kekasih dan kini meninggalkan jejak dalam dirinya yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup.


"Gerald, apa aku pantas untuk kamu?"


Mendengar pertanyaan Pelangi, Gerald pun merendahkan tubuhnya bersimpuh di hadapan Pelangi, menggenggam tangan kekasihnya itu. "Harus berapa kali aku katakan, bahwa aku sama sekali tidak perduli apapun masa lalu mu. Yang aku tahu aku mencintaimu dan aku bahagia bersamamu. Sudah ya, tidak perlu mengingat apapun tentang masa lalu, aku mau kamu hanya perlu memikirkan tentang masa depan kita. Dan hari ini juga aku akan bilang pada Papa dan Mama untuk segera mengurus pernikahan kita."


"Terima kasih, Gerald."


"Aku tidak butuh kata terima kasih. Yang aku butuhkan hanyalah ungkapan cintamu. Pelangi, apa kau juga mencintai aku?"


Pelangi tersenyum, "Akan aku ungkapkan di hari pernikahan kita nanti."


"Baiklah, aku akan menunggunya. Kalau begitu sekarang aku pamit pulang ya, hari ini juga aku akan bilang pada Papa dan Mama untuk segera mengurus pernikahan kita."

__ADS_1


Setelah Gerald pergi, Pelangi menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi kebesarannya sambil menatap langit-langit ruangannya.


Sebuah pepatah mengatakan, akan ada pelangi setelah hujan. Pepatah tersebut memiliki makna bahwa akan ada sesuatu yang indah setelah kesusahan melanda. Kemunculan pelangi sering diasosiasikan dengan harapan baru, dan sesuatu yang lebih baik. Kehadiran pelangi juga bisa diartikan sebagai pesan dari Tuhan, bahwa ketika ingin sukses, seseorang perlu melewati proses yang panjang dan berliku. Pelangi ibarat kesuksesan, sementara badai adalah proses perjalanan menuju kesuksesan tersebut.


__ADS_2