
Mobil jaduar Bian berhenti di pelataran kampus. Nicky turun di susul Bian yang turun juga. Para cewek di kampus memandang Bian penuh pesona, Bian yang ganteng sekaligus putra pemilik yayasan pendidikan jayanaya putra yang tak lain ibu Helena selalu menjadi perhatian.
Nicky beberapa kali berhenti, Bian yang sudah seperti Bodyguard mengikutinya terus
Nicky** : " kakak, katanya ada keperluan. sana hush hush. jangan ganggu aku." (Mengusir)
Bian yang berjalan dengan kedua tangan masuk ke kantong celana kini malah satu tangannya merangkul pundak Nicky.
Nicky : " kakak, kamu membunuh pasaranku. ( merengek). tanpa keberadaan kak Bian saja aku sudah susah dapat pacar, apalagi sekarang. " (menghela nafas berat )
Rena : " Nicky tunggu ! "
Nicky menghentikan langkahnya dengan wajah sumringah. Rena berdiri di depan Nicky sambil memperhatikan wajah Bian seperti melihat makanan faforitnya. Bian pun semakin mempererat lengannya yang kini di leher Nicky.
Rena : "kak Dirga tdi, mmmmpphhh..."
Sebelun Rena mengeluarkan kalimat panjangnya, Nicky menyumpal mulut Rena sambil nyengir kuda dan segera berlari menjauhi Bian yang Nicky yakin akan mencari cara untuk membuat Dirga jera.
__ADS_1
Rena memicingkan mata yang heran dengan sikap Bian yang terlalu berlebihan menjaga Nicky. Nicky sendiri saja heran selama 19 tahun hidupnya selalu di jaga ketat oleh cowok yang masuk topten executive muda tersukses satu ini.
Rena : " kak bian tuh aneh bangat sama kamu deh. "
Nicky : ( heran ) " aneh kenapa ?"
Rena : " kamu kan bukan adek kandungnya. Eh kak Roni aja gak segitunya ngawasin aku." ( membandingkan dengan kakaknya )
Nicky : " udah nggak usah mikirin kak Bian. Btw tadi bahas kak Dirga ." ( penasaran )
Rena : ( memgeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan menyerahkan setangkai mawar merah ). " kak dirga nitipin ini buat kamu."
Nicky meraihnya dengan gembira lalu mengirup wangi bunga yang sangat segar. Nicky sangat senang mendapat bunga dari Dirga dan berandai andai agar mereka cepat jadian. Dirga memang hanyalah seorang putra sekretaris tapi Nicky berpikir dia setara dengan dirinya dan dapat hidup jauh lebih menyenangkan dengan dirinya.
Nicky semakih bahagia dan mencium bau wangi bungar mawar merah itu.
Pulang kuliah hati Nicky sangat gembira, setelah berdadah ria kepada Rena yang setia mengantarku pulang. Nicky segera masuk ke dalam gerbang dan berjalan setengah melompat sambil bernyanyi nyanyi kecil seperti orang gila.
__ADS_1
Ibu Helena : " di lihat dari gelagatnya ada yang lagi jatuh cinta nih."
Nicky : " mama kok tau sih."
Ibu Helana : " mama juga pernah muda. Dulu mama juga sepertimu waktu si tembak papamu. Katakan sama mama siapa cowok itu?" ( mengiring masuk ke rumahnya menuju ruang keluarga )
Nicky : " namanya kak Dirga ma. Dia kaka tingkat 2 tahun di atas Nicky. orangnya ganteng dan pintar. Nicky suka dia dari masuk kuliah. Dia tadi ngirimi Nicky bunga mam. " ( mengeluarkan bunga dari dalam tas dan menunjukkannya ke Ibu helena)
Ibu Helena : (menghela nafas ) " kamu aja udah mau pacaran. Febian kapan dia bawa calon istrinya. Mama sampe pusing mikirin anak laki laki mama satu satunya itu."
Nicky : (meraih pundak ibu Helena ) " mama sabar aja kak Bian suatu saat pasti bawa calon istrinya ke mama."
Ibu Helena : " mama pesimis sama dia. Kamukan tahu sendiri selama ini Bian selalu tertutup soal perempuan. Mama nggak habis pikir, begitu banyak pengusaha yang ingin menjadikannya mantu tapi lihat bagaimna dia bisa menolak dengan berbagai alasan. "
Nicky dan Ibu helena menopang dagu sambil mengetuk jari telunjuk ke pipi lengkap dengan bibir manyun, ciri khas mereka berdua saat berpikir.
Nicky, Ibu Helena : " AKU TAHU" (berbarengan dan membuat Nicky terkikih geli )
Ibu Helena : " apa yang kamu pikirkan Nick?"
Nicky : " mama cariin. di jodohin gitu"( memainkan alisnya )
__ADS_1
Ibu Helena : " pemikiran kita kok sama" ( tersenyum bahagia)
Selamat menikmati 😘😘😍