Pelangi Setelah Badai

Pelangi Setelah Badai
BAB 24. SALAH PAHAM


__ADS_3

Pelangi rasanya hampir tak mempercayai penglihatan nya saat ini, ia yakin sekali jika laki-laki yang duduk membelakangi nya itu adalah calon suaminya. Namun, bagaimana Gerald bisa berada di dalam cafe yang sama dengannya dan sedang bersama Silvi, padahal baru beberapa saat lalu mereka berbalas chat dan Gerald mengatakan diri nya baru saja sampai di kantor.


Setelah beberapa saat berpikir, Pelangi meraih ponselnya di atas meja ia akan mencoba menghubungi Gerald dan ingin mendengarkan langsung calon suaminya itu akan berkata bohong atau jujur dimana diri nya berada saat ini.


Sementara itu, Gerald yang terus mendesak Silvi untuk berbicara, menghentikan aksi nya itu ketika ponselnya yang ia letakkan di meja berdering. Terlihat nama Pelangi di layar ponselnya membuatnya sedikit gelagapan.


Dan Silvi yang juga melihat jika Pelangi yang menghubungi Gerald, merasa benar-benar beruntung. Hanya duduk diam tanpa melakukan apa pun, akan terjadi kesalahpahaman diantara sepasang kekasih itu.


Setelah meraih ponselnya, Gerald meletakkan jari telunjuk nya di bibir mengisyaratkan agar Silvi tidak bersuara sebelum akhir nya ia menjawab telephone dari Pelangi.


"Iya, halo Pelangi, ada apa?" Tanya Gerald terlihat gugup.


Silvi tersenyum puas menyaksikan drama di depan nya, ia yakin Gerald akan berbohong pada Pelangi dan itulah yang akan menjadi pemicu kesalahpahaman di antara kedua nya.


"Gerald, sekarang kamu ada di mana?" Tanya Pelangi sambil memejamkan mata. Meskipun sekarang ia sedang melihat Gerald bersama Silvi, setidak nya calon suaminya itu akan jujur.

__ADS_1


"Ya aku lagi di kantor lah, memang nya di mana lagi." Jawab Gerald kemudian terkekeh agar lebih meyakinkan.


Mendengar kebohongan Gerald, Silvi bersorak senang dalam hati, ia menoleh melihat Pelangi yang tampak mengelus dada.


Di meja lain, Pelangi mengelus dada merasakan sesak mendengar ketidakjujuran Gerald. Satu tetes cairan bening berhasil lolos dari sudut mata nya.


"Baik lah, sekarang aku akan datang ke kantor mu." Ujar Pelangi kemudian memutus sambungan telephone nya dengan Gerald.


"Halo, Pelangi halo... Ah!" Gerald menggeram tertahan ketika Pelangi memutus sambungan telephone nya begitu saja, Pelangi akan datang ke kantor nya dan itu akan menjadi masalah besar bagi nya jika ia tidak segera kembali ke kantor.


Dan Silvi hanya diam saja tanpa berusaha mencegah Gerald pergi, karena Pelangi juga sudah melihat nya bersama Gerald dan laki-laki itu berbohong dengan mengatakan diri nya berada di kantor. Dan ini semua sudah cukup bagi Silvi menciptakan kesalahpahaman tanpa bekerja keras seperti yang sudah ia rencanakan sebelum nya.


Ketika membalikkan badan nya hendak pergi, langkah Gerald terhenti dan tubuhnya serasa terpaku di tempat nya berdiri melihat Pelangi sudah berdiri tak jauh dari nya.


"Pelangi...

__ADS_1


"Jadi ini yang kau katakan sedang berada di kantor mu, hum? Sejak kapan kantor mu pindah ke cafe ini?" Ucap Pelangi masih berusaha setenang mungkin meskipun dada nya kini benar-benar merasa sesak telah di bohongi oleh calon suaminya sendiri.


"Pelangi, ini tidak seperti yang kamu pikirkan, aku menjelaskan semua nya." Gerald melangkah maju, namun Pelangi merentangkan tangan nya ke depan agar Gerald berhenti.


"Stop, tidak perlu menjelaskan apa pun, kebohongan mu sudah menjelaskan semuanya. Kau bilang sedang berada di kantor mu tapi nyata nya kau berada di sini sedang makan berdua dengan nya. Apakah kalian berdua sedang bernostalgia atau kalian berdua sedang berencana untuk balikan, hum?" Kedua mata Pelangi telah berkaca-kaca.


"Mungkin yang kau katakan itu ada benar nya, Pelangi. Gerald yang mengajak aku ke sini, dia juga yang menjemput ku di apartemen ku. Dan sekarang lihat lah, di meja ada banyak sekali makanan dan ini semua Gerald yang memesan nya." Ucap Silvi yang masih duduk dengan santai nya.


"Tidak Pelangi, sama sekali tidak seperti itu, dia berbohong." Gerald berbalik menatap Silvi dengan tajam.


"Kenapa kau berbohong, jelas-jelas kau yang mengajak aku ke sini karena ada yang ingin kau katakan tentang Pelangi." Ujar Gerald dengan nada sedikit membentak.


Silvi hanya tersenyum simpul tanpa berniat mengatakan apa pun, tatapan nya tertuju pada Pelangi yang sudah pergi meninggalkan cafe. Dalam hati ia benar-benar merasa puas dengan drama yang ia ciptakan hari ini.


Dan Gerald yang menyadari Pelangi telah pergi bergegas pergi menyusul calon istri nya itu setelah sebelum memberikan ancaman pada Silvi akan membuat perhitungan pada nya.

__ADS_1


__ADS_2