
Embun pagi mulai tiada saat mentari di ufuk Timur terlihat begitu indah begitu jelas ketika sinar indah itu mencoba bangkit dari malam gelap. Nyanyi sang burung di balik tirai pepohonan hijau menambah cerah hari ini dengan gemricik air yang senantiasa mengalir di balik sungai yg asri. Memang begitu indah untuk di resapi suara dan rasa hangat yang menenangkan, entah sejak kapan aku menyukai aroma ini yang pasti ini luar biasa. Hari ini adalah hari minggu jadi ku ingin mencuci otak dan mataku biar fres gitu. Oiya aku hampir lupa memperkenalkan diriku kenalin aku Dilsa Syahputri biasa di panggil Dilsa usia ku kini baru 18 tahun namun sudah terbiasa mandiri. Ayah ibuku telah tiada yang ku punya hanyalah seorang kakak perempuan dia bernama Riri dia begitu menyayangiku namun sayang setelah menikah ia bagaikan tak memperdulikan ku saat ini aku bekerja serabutan karena aku gak mau menyusahkan orang lain. Apa lagi untuk biaya kuliah ku aku ingin semua serba mandiri. Untuk saat ini aku bekerja cuci gosok di beberapa rumah tepatnya aku memegang tiga rumah memang penghasilan ku tak seberapa tapi aku seneng karena nyatanya ku bisa menabung sedikit demi sedikit. Dan mereka pun tak pernah menuntut ku tuk bekerja dengan waktu yg tepat tapi semua itu bisa ku lakukan ketika kuliah selesai bahkan malam hari pun mereka tak masalah. Aku saat ini kuliah di salah satu universitas yang biasa karena aku tak mungkin bila mendaftar ke universitas yg elit karena aku tau pasti mahal. Aku sendiri mengambil jurusan sastra karena aku sangat menyukai semua yg berhubungan dengan sastra. Em mungkin udah kali ya perkenalannya karena sinar sang surya kini mulai meninggi dan menghagatkan seluruh makhluk di bumi.
__ADS_1
Di rumah
__ADS_1
Tok tok tok "permisi" suara seorang wanita di balik pintu "iya sebentar" krekkekk cepat ku buka pintu dengan memandang wanita paruh Baya yang berdiri di balik pintu "maaf ibu siapa? Silahkan masuk" dengan cepat ku persilahkan masuk "tidak usah nak saya buru buru, oiya saya bu Ami Saya denger kamu biasa cuci gosok ke rumah rumah apa bisa kamu cuci gosok di rumah saya?" tanya wanita paruh Baya yang bernama bu Ami "tentu saja bisa bu, tapi maaf saya tidak bisa full karena saya juga pegang tiga rumah jadi gimana bu?" tanya ku "tidak papa nak kamu bisa ke rumah saya dua hari sekali" jawab bu ami dengan senyum murah Hatinya. "em Kalo begitu saya bersedia bu oya boleh saya minta alamat ibu? Dan mungkin saya ke rumah ibu besok siang bagaimana bu?" tanyaku memastikan. "oh ya tentu boleh saya minta nomor mu biar nanti saya sms kamu" sambil mengeluarkan hp Android nya "oh iya bu ini nomornya" jawaban sambil menunjukan hp ku yg jadul. "oh ya sudah saya permisi dulu nanti saya sms alamatnya" jelasnya "oh iya bu terimakasih" sambil tubuhku sedikit ku condongkan tanda menghormati ny. Wanita paruh BayA itu pun pergi meninggalkan gubuk kecil ku. alhamdulillah dalam hatiku mengucap syukur. Itu artinya aku bisa menbung lebih banyak dari sebelum nya dan artinya pula aku bisa membeli hp yang sedikit canggih setidaknya Android gitu masa iya jaman sekarang hp ku tetep aja hp jadul layar kuning sih malu dong
__ADS_1