Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
suami ku lebay


__ADS_3

5 bulan kemudian


perutku kini semakin membesar yang membuatku mengambil cuti kuliah selama 1 tahun.


perhatian mas Adit juga tak pernah luntur membuat ku seakan wanita yang paling beruntung.


suatu hari ketika ku cek kehamilan. ke klinik tak sengaja bertemu teman ketika ku masih SMK.


" Dilsa ya?" tanya pemuda itu.


" iya, ini mas Bagas ya? yang dulu jadi ketua OSIS?" tanyaku.


" iya , ini suami kamu ya? Bagas" kata Bagas sambil berjabat tangan dengan mas Adit.


" Adit" jawab mas Adit.


" wah berapa bulan sa?" tanya Bagas.


" udah 7 gas" jawab ku.


" eh udah dulu ya kita masuk dulu udah di panggil" kata ku kembali seraya menggandeng mas Adit.


" iya gak papa" jawab Bagas.


ketika di dalam ruangan ku utarakan keluhan ku.


" dok saya udah 7 bulan tapi kenapa saya biasanya masih suka muntah ya, terus kepala saya bagian belakang terkadang sakit banget" keluh kesah ku.


" itu normal aja sih mba soalnya ini kan hamil pertama" jawab dokter.


" ya udah mba silahkan tiduran" perintah dokter.


aku pun mengikuti untuk berbaring dan menarik baju ku ke atas lalu dokter tersebut seperti biasa memberikan jel yang sangat dingin di bagian perut bawah sebelah kanandan menggerakkan sebuah alat.


awalnya yang terdengar hanya suara yang buras namun ketika alat itu telah sesuai suara detak jantung bayi begitu jelas dengan nada yang berubah ubah.

__ADS_1


pemeriksaan pun selesai dan bayi ku kini dalam keadaan sehat yang membuat mas Adit tersenyum bahagia.


kami pun kembali ke apartemen .


" sa, tadi yang ketemu di klinik siapa?" tanya mas Adit sambil mengambil garpu untuk makan buah mangga.


" oh dia Bagas kakak kelas ku dulu dia jadi ketua OSIS" jawab ku.


" oh , eh ini makan gih" mas Adit memberikan buah mangga yang ia kupas dan potong dadu pada ku.


" lagi gak pengen mas buat mas aja" jawabku.


aku pergi ke kamar untuk berbaring. rasanya semakin membesar perutku pinggang ku lebih cepat lelah.


mas Adit mengikuti ku dan kini berada di samping ku dengan sepiring mangga di tangan.


" sa makan lah masa suaminya udah capek capek ngupasin kamu gak mau makan emang gak sayang?" ucap mas Adit yang begitu memelas.


" tapi aku gak pengen mas" jawab ku.


" buat mas aja lah " ucap ku.


" 3 potong aja lah Sa, hargain suami mu ini kenapa?" ucap mas Adit.


" ya udah sini 3 potong aja ya" aku bangun dan mengambil piring isi mangga tersebut.


" aku suapin ya" ucap mas Adit.


" gak usah lah , aku kan bisa makan sendiri" ucap ku.


" udah ngapa kamu nurut, suami mu ini juga pengen romantis sama istri sendiri" ucap mas Adit dengan menyodorkan. mangga.


" mas itu lebay banget sih, ya udah sinih AA" ucap ku seraya membuka mulutku.


" uh pinter banget sih istriku ini" ucap mas Adit sambil mengusap pipi kanan ku.

__ADS_1


" aku baru sadar lho kalo mas Adit itu orangnya lebay" ucap ku sambil menatap mas Adit.


" sa, aku boleh tanya gak?" tanya mas Adit.


" tadi pas di klinik itu lho waktu kamu ketemu temen mu kok kayaknya kalian akrab banget sih?" ucap mas Adit.


" oh Bagas, gak akrab sih di kenyataannya karena dulu aku pendiam jadi kami cuma paling SMS an aja sih, apa mas cemburu?" tanya ku balik.


" masa sih cuma temen di SMS gak percaya mas" ucap mas Adit curiga.


" ternyata suami ku ini cemburuan banget ya, udah sini mangganya masih 2 lagi kan" ucap ku sambil membuka mulutku.


" tapi mas jadi khawatir deh, dari dulu mas gak khawatir kan karena kamu jelek tapi sekarang kan kamu udah beda bisa aja ada yang nikung" ucap mas Adit.


" mas itu terlalu lebay, lagian sekarang aku dah jadi milik mas kan" ucap ku sambil memegang tangan mas Adit.


" eh mas liat nih perut aku jadi benjol benjol gini, pasti dedek udah gak sabar ya pengen ketemu ayah sama ibu?" ucap ku sambil mengelus perutku.


" kalo lagi kayak gitu apa gak sakit Sa?" tanya mas Adit yang ikut mengelus perut ku.


" enggak lah cuma rasanya perut jadi kenceng" ucap ku.


" jangan nakal ya anak ayah" ucap mas Adit mendekati perutku.


" mana mangganya udah kosong nih" ucap ku


" inih makan sampe abis aja ya" ucap mas Adit.


" gak lah ini yang terakhir" ucap ku .


karena rasanya udah terasa kenyang banget meski cuma 3 potong jadi yang menghabiskan mas Adit dan menuju dapur.


mata ku juga rasanya begitu mengantuk. tanpa sadar tiba tiba aja ku sudah di alam mimpi.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2