
di apartemen
" semoga aja mas Adit belom pulang" gumam ku ketika membuka kunci apartemen.
" oh untung lampu masih gelap berarti bener mas Adit belum pulang nih" kata ku sambil mengelus dada lega.
akhirnya ku cari saklar lampu setidaknya untuk menerangi lah karena tanpa lampu apartemen ini begitu gelap.
cethek
suara saklar dan lampu langsung menerangi seluruh ruangan.
prok prok prok
suara tepuk tangan yang lamban terdengar dari pojok ruangan.
ternyata dia udah pulang.
" hehe kok mas Adit udah nyampe?" tanya ku.
" iya udah dari tadi, kemana aja baru pulang?" tanyanya mendekati dengan telanjang dada karena mungkin baru selesai mandi namun baru mengenakan celana pendek.
" eh mas baru mandi ya? ih jadi keliatan ganteng" tanyaku sambil merayu setidaknya biar dia tak marah.
" iya habis mandi" jawabnya dingin.
" ya udah saya mau mandi dulu yah" kata ku yang merembet bagai Spiderman.
" sebentar" mas Adit menahan pundak ku.
* ah gawat pasti ni orang mau marah marah nih*
" apa kamu mencintai laki-laki lain ?" tanyanya dengan nada yang aneh.
" hah? mencintai laki-laki lain?" tanyaku kembali sambil mengerutkan alisku.
" iya kamu suKa kan sama Joni? jawab jujur? karena saya tau kalian selalu mesra," kata mas Adit yang seperti orang marah tapi juga cemburu.
" gak usah ngaco deh lagian kita nikah itu hanya di atas kertas" jawabku.
__ADS_1
" gak mau jawab berarti benar kamu ada apa apa sama si Joni? apa jangan jangan kamu tidak mau memberikan tubuhmu pada saya karena kamu sudah kehilangan nya?" kata kata mas Adit yang semakin ngelantur.
plakk
suara tamparan mendarat di pipinya.
" hati hati kalo ngomong kamu pikir saya wanita murahan? " kata ku emosi yang hendak pergi meninggalkan mas Adit.
" lalu kenapa kamu tidak mau melayani saya?" tanya mas Adit.
" karena saya belum siap" jawabku singkat.
" lagi pula jika memang kamu tidak mencintai saya kenapa saya masih di pertahankan kamu bisa menceraikan saya" ucap ku kembali.
" kamu dapat dari mana barang ini?" tanya mas Adit seraya memperlihatkan kalung yang terbuat dari tali dan ada liontin yang ada huruf AD .
" lancang, kembalikan kalung saya" teriakan ku sambil berusaha mengambil kalung.
" kamu jawab dulu kamu dapat darimana ini?" tanya mas Adit yang masih berusaha mempertahankan kalungku.
" itu kalung saya lah" jawabku sebal.
" apa kamu mendapatkan kalung ini dari seorang cowok?" tanya mas Adit.
" itu bukan urusan kamu kembalikan kalung saya" seruku.
" jawab dulu pertanyaan saya" ujar mas Adit.
" iya itu kalung dari sahabat saya ketika saya masih kelas 1 SD dia memberikan kalungnya untuk kenang kenangan mangkanya kalung itu sangat berarti" suaraku mulai mereda.
" oke ini kalung kamu simpan. dengan baik jangan teledor lagi" mas Adit tersenyum dan memberikan kalung ku.
mas Adit pun pergi menuju kamarnya sedangkan aku malah terdiam diri di sofa.
* bagaimana dia tau kalung itu dari seorang cowok ya, apa dia kenal dengan temanku, apa mungkin dia Adit yang dulu ku kenal? tapi gak mungkin dulu kan dia wajahnya kena luka bakar sedangkan Adit yang ini dia tak ada luka sedikitpun. lagipula Adit ku kan dia pendiam* gumam ku dalam hati sambil bertanya tanya.
" mungkin dia kenal sama Adit ku, aku harus tanya pokoknya" ujarku.
di meja makan.
__ADS_1
" mas aku mau tanya sesuatu" ujarku sambil memandang mas Adit.
" tanya apa?" mas Adit santai.
" tentang kalung itu, apa mas kenal dengan orang yang memberikan kalung itu?" tanyaku.
" iya saya kenal tapi sekarang dia sudah gak ada" jawab mas Adit datar.
" apa? mas beneran yakin itu orang yang ngasih kalung ini? kalo begitu saya mau liat makamnya" seruku heboh.
" gak perlu ke makamnya" jawab mas Adit.
" tapi dia adalah orang yang selama ini saya cari mas, bertahun tahun saya menunggu dia, mas gak pernah tau gimana kehilangan orang yang di sayang, dia selalu ada ketika saya lagi sedih dan dia selalu menolong saya ketika semua temen temen membenciku, saya mohon antarkan saya ke makamnya" aku yang memohon.
" maaf aku gak bisa bantu lagian ngapain kamu cari orang lain sedangkan kamu sendiri udah nikah dan yang di hadapan kamu ini suami mu" jawab mas Adit.
" kita suami istri tapi hanya di atas kertas" jawabku sedikit emosi.
" lalu apa jika orang yang kamu cari masih hidup apa kamu akan menikah dengannya??" mas Adit terlihat begitu serius.
" tentu, karena dia yang saya cinta bukan anda" jawabku ketus.
" apa kamu tidak bisa mencintai saya? apa kamu lebih memilih laki laki yang wajahnya jelek seperti itu?" seru mas Adit.
" iya saya mencintai dia meski dia memiliki wajah yang tak sempurna tapi dia masih punya hati" seru ku.
" oke, apa jika saya membakar wajah saya seperti dahulu apa kamu akan menerima saya?" seru mas Adit.
" maksud mas Adit?" tanyaku bingung.
" iya kamu selalu ngomong, kamu mencintai saya ketika wajahnya jelek bukan dan kamu tidak suka dengan wajah saya sekarang?" ucapnya yang membuat jantungku berhenti berdetak beberapa waktu.
" gak mungkin anda adalah Adit yang selama ini saya cari" ucapku sambil menggeleng gelengan kepala.
" gelang warna kuning dari kamu juga masih saya simpan kok" jawabnya santai.
" gelang warna kuning? apa kamu benar benar Adit yang dulu?" tanya ku.
" iya ini aku orang yang kamu cari" jawab nya .
__ADS_1
hingga kehilangan kata kata air mata pun tak terbendung lagi rasa bahagia dan haru kami pun berpelukan begitu erat tak memperdulikan apapun lagi.
bersambung....