
Di kantin kampus
__ADS_1
Ku lihat indri makan dengan lahapnya mungkin dia benar benar laper. "eh ngomong ngomong tadi lu bisa telat gimana kok gak kaya biasanya sih lu sa?" tanya indri. " iya tadi ku kesiangan semalem gua kecapean kali jadi tidurnya pules banget." jawab ku. " o iya gua mau tanya nih lu beli hp nyampe berapa gua pengen ganti hp nih malu masa iya sekelas cuma gua yg hpnya layarnya kuning gini" aku menunjukan hp ku yg super diperlukan jadul. "lah lu mau hp baru apa second? " tanya indri. "second aja lah yang penting bisa WA" jawabku santai. "oh ya gampang lah ntar ku anter deh" indri dengan senyum manisnya. "eh sore aja ya belinya soalnya tau sendiri gua harus nguli cari receh" jawabku sambil memasukkan gorengan ke mulut. "siipp lah sa" indri tersenyum.
__ADS_1
........
__ADS_1
"eh mba dilsa udah dateng gimana mba mau istirahat dulu apa mau langsung? " tanya nya ramah. " e aku langsung aja deh mi soalnya ntar harus ke rumah bu Uki juga" jawabku singkat. Aku pun bergegas ke belakang untuk mencuci untung aja pakaian nya hanya sedikit hanya dua ember. Setelah selesai ku mencuci ku berdiri menjemur di loteng tiba tiba nyuuutt sakit kepala itu mendarat lagi. Tapi itu tak membatasi pekerjaan ku karena ku pikir ini sakit migren biasa. Selesai di loteng ku bergegas ke kamar yg khusus untuk pakaian ku setrika satu per satu hingga selesai. Tiba tiba Arumi datang dan mengatakan " mba ini ada titipan dari mamah" seraya memberikan sebuah amplop putih. Aku pun menerima nya " makasih ya mi" ujar ku dengan senyum lebar. " iya mba sama sama" Arumi berjalan ke luar. Pekerjaan di satu rumah akhirnya selesai saatnya ke rumah berikutnya ku liat jam di dinding belakang ku ternyata sudah jam 14:15 tepat target. Ku berjalan keluar setelah mencabut setrika an dan berpamitan pada arumi. " mi aku lanjut ya ke rumah bu Uki takut kemaleman" menjulurkan tangan ke arumi. Arumi pun membalasnya dan berkata " hati hati ya mba". " iya mi omongin ke ibu ya makasih" senyum lebar ku. " ok mba" jawabnya cepat dan melambaikan tangannya. Aku bergegas ke rumah selanjutnya yaitu rumah bu Uki nampaknya bu Uki sedang berada di luar duduk santai. Ternyata benar bu Uki sedang duduk di teras rumahnya. Bu Uki ini bisa di katakan sudah oma oma tapi ku sudah terbiasa memanggilnya ibu. "permisi bu kok di luar sih udara nya lgi gak bagus lho" ucapku untuk mengajak bu Uki masuk karena emang cuacanya lagi pancaroba. Bu Uki pun menurut padaku dan mau masuk ke dalam rumah dan seketika ku Buatkan teh hangat tanpa gula karena pembaca tau sendiri lah jaman sekarang orang tua banyak yang je aku diabetes. Setelah ku buatkan teh ku meminta ijin padanya tuk memulai pekerjaan ku yaitu menyetrika karena di sini ada mesin cuci jadi tugas ku juga beberes seperti nyapu ngepel dan lainnya. " bu saya nyetrika dulu ya ibu istirahat aja" ujar ku lembut dan bu Uki hanya mengangguk yang artinya mengizinkan ku mulai kerja. Ku masukan pakaian kotor bu Uki ke dalam mesin cuci dan ku masuk ke ruangan yang khusus untuk menjemur pakaian ku angkat semua pakaian dan ku setrika sambil menunggu mesin cuci berhenti karena mesin cuci otomatis jadi bisa ku tinggal nyetrika. Kini pakaian sudah rapih dan ku angkat ke lemari mesin cuci pun berhenti tandanya untuk di jemur. Ku jemur semua pakaian dan aku mulai membereskan rumah yg cukup berantakan karena yang tinggal hanya seorang wanita tua. Sebenarnya bu Uki ini punya anak perempuan tapi sudah menikah jadi ikut suaminya sedangkan ibunya sendirian tapi bu Uki untuk makan dan lainnya akan di kirim oleh sodara nya bahkan aku bekerja pun yang membayar anaknya. Hari mulai malam jadi ku berpamitan pulang selalu setiap aku berpamitan pasti bu Uki memeluk erat seakan tak merelakanku pergi dengan berat hati ku harus pulang " bu., dilsa pulang dulu lusa dilsa balik lagi ya." kata ku sedih. Bu Uki pun hanya mengangguk. Karena bu Uki tidak bisa bicara(bisu). "ibu jaga diri ya" pesan ku pada bu Uki.
__ADS_1
Aku pun berjalan tuk pulang. Tilulit Tilulit suara hp berbunyi ku angkat ternyata dari indri. " halo ind gimana lu bisa gak maaf ya baru selese nih" berbicara sambil jalan. "ya jadi lah ni ku lagi nunggu lu di depan komplek" kata indri. " ya udah lu tunggu gua ya ni otw" mempercepat jalannya.
__ADS_1