Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
gaun merah


__ADS_3

saking kegirangannya aku pun tak sadar ada yang menunggu di sudut gerbang komplek.


" sa kok lama banget sih??" kata Joni yang mungkin sedari tadi menunggu ku.


" eh Jon loe ngapain ke sini??" tanyaku mendekati Joni.


" ya gue mau jemput loe lah " jawab Joni sewot.


" lah gue kan udah ngomong gak usah di jemput Jon lu bandel sih jadi orang" kataku pada Joni.


" ya udah yuk gue anterin pulang, loe capek kan?" kata Joni dengan lembut.


ku pikir pikir si Joni baik juga yah tapi kenapa gitu hati gue masih tertutup kayak gini?? apa ku coba aja jalanin ya kata Indri kan cinta bisa datang dengan berjalannya waktu. kata ku dalam hati hingga tak mendengar perkataan Joni yang sedari tadi memanggil ku.


" sa loe tidur ya gue panggil gak nyaut nyaut?" kata Joni kesel.


" eh iya maaf" kataku singkat.


" kita makan di angkringan dulu yuk laper gue" kata Joni yang berhenti tepat di depan warung angkringan. emm warung yang terlihat remang remang tapi cukup murah lah harganya.


" ya udah yuk turun" kata Joni memegang tanganku menarik duduk di angkringan tersebut.


tanpa bertanya lagi Joni pun mengambilkan ku dua buah bungkus nasi yang bisa di katakan porsinya mini. dengan usus, telor, puyuh dan sayap.

__ADS_1


aku pun membuka nasi tersebut dan memakannya ternyata lumayan enak lho.


" sa apa loe pernah suka sama seseorang terus kamu patah hati??" kata Joni yang seketika membuat ku keselek.


" em minum pak " kata Joni panik sambil memberikan minum padaku.


" emm aku gak papa kok makasih ya,,, tadi kamu ngomong apa?? aku patah hati?? " kataku bertanya pada Joni.


" gak ada di rumus seorang Dilsa patah hati karena jatuh cinta aja aku gak pernah Jon, seumpama ku jatuh cinta pun di tinggalkan ya tinggal di lupain emang kenapa??" kataku pada Joni.


" em enggak sih sa ku kira loe udah pernah patah hati jadi loe jadi susah buka hati sama gue" kata Joni yang nampak sedikit murung.


" kamu dengerin aku jon , untuk saat ini emang ku masih bingung tapi ku janji akan jawab secepatnya ok" kataku menghibur Joni.


jangankan untuk menerimamu Jon entah mengapa rasanya hatiku hambar banget maafin aku jon yang seakan hanya PHPin kamu, karena aku sendiri gak yakin. dengan. keputusanku. gumam ku dalam hati.


" udah nih udah selesai kok " kataku pada joni.


" berapa pak" tanya ku pada si bapak penjual angkringan.


" semua jadi 20 ribu mba" bapak penjual angkringan.


" udah sa biar gue yang bayar toh aku yang ngajak kamu makan" kata Joni mau membayar.

__ADS_1


" enggak Jon anggep aja ini ucapan terimakasih gue, tapi lain kali kalo boleh deh loe yang bayarin" kataku sambil senyum pada Joni yang membuatnya kini bisa tersenyum kembali.


" eh udah yuk balik ah capek gue pengen istirahat" kata ku keluar dari gubug angkringan itu.


" siap bos" ucap Joni sambil hormat yang membuatku tertawa.


saat di tengah jalan. entah kenapa tiba tiba kepala ku kembali migren. akhirnya ku perintahkan Joni berhenti sejenak di depan apotek aku pun bergegas turun menuju ke apotek tersebut.


" mau cari apa mba??" kata apoteker yang bekerja.


" emm saya mau cari obat migren mba " kataku pada si mbak apoteker.


" oh ada mba, ini?" kata mba apoteker sambil menyerahkan obat dengan bungkus warna merah.


" emm mba saya beli dua deh " kataku pada apoteker nya. dan mba apoteker pun mengambilkan pesanan ku ini.


" ini mba jadi 9 ribu" kata apoteker sambil memasukannya ke dalam plastik.


" ini mba uangnya" ku berikan uang 10 ribuan dan apoteker pun memberikan kembaliannya namun ketika hendak pergi ku liat ada kotak yang berlubang atasnya akhirnya koin itu ku masukan saja dari pada kebanyakan receh.


" eh loe sakit??" kata Joni khawatir.


" tenang gue gak papa, lagian. katanya loe suka perhatiin gue masa gak tau sih kalo gue nih cewe tangguh, lagian gue cuma beli obat buat migren nih" kataku sambil memperlihatkan obat yang ku beli.

__ADS_1


" ya udah yuk pulang" kataku kembali dengan menaiki motor joni


bersambung....


__ADS_2