
" hei mas, bangun pindah ke kamar cepetan" ku coba membangunkan pak Aditya yang masih terlelap tidur.
" nanti 5 menit lagi" kata pak Aditya yang masih memejamkan mata.
" cepetan itu di luar ada tamu, emang mas mau semua orang tau kita udah nikah??" kata ku dengan sedikit berbisik.
" apa ada orang??" kata pak aditya kaget dan bergegas masuk ke dalam kamar.
aku pun membuka pintu tersebut, wah ternyata sahabat ku ini yang datang.
" sa, katanya loe kemarin nikah?? mana suami loe??" kata Indri.
" emm ind masuk dulu" kata ku mempersilahkan masuk dan duduk di sofa.
" mau minum apa biar gue buatin" kata ku hendak pergi tapi Indri melarang ku.
" sa, kok loe kaya gugup banget sih udah gak usah gue cuma pengen maen kok" kata Indri yang mencairkan suasana.
" oh ya deh" kata ku singkat.
" eh gue masih heran deh kan setau gue loe gak punya pacar kok tiba tiba nikah sih?? " tanya Indri bingung.
" ind, gue boleh minta tolong gak?? loe jangan kasih tau ke siapa pun ya, kalo gue udah nikah" kata ku.
" emang kenapa??" Indri yang heran.
" ya karena gue pengen semua nya seperti biasa aja " kata ku.
" ya udah deh, Oya suami mu mana?? gue pengen liat suami mu mukanya kayak apa sih?" kata Indri penasaran.
" dia lagi tidur" kata ku singkat.
" kenapa sih kok loe gak ngundang gue? kalo gue di undang pasti gue sempet ini Dateng" kata Indri senyum.
" lagian nikahannya gak begitu rame kok" kata ku.
setelah hampir 2 jam Indri ngobrol dengan ku tiba tiba suara ponsel Indri pun berbunyi.
__ADS_1
" halo yank" Indri
" ........"
" iya gue di rumah Dilsa loe ke sini aja dari perempatan bang Jo ke kiri." kata Indri di telfon.
"........"
" ya udah gue tunggu yank" kata Indri mematikan Telfon.
" siapa ind????" kata ku bertanya.
" Rizal dia mau main ke sini sama Enggar, tadi katanya sih Joni ikut mereka tapi katanya ada urusan jadi gak bisa ke sini" kata Indri me jelaskan.
" ya mungkin. Joni masih marah sama gue ind loe kan tau sendiri Joni yang berjuang tapi orang lain yang di pelaminan, udah lah gak usah di bahas" kata ku yang bergerak ke kamar.
ku lihat pak Aditya kini telah bangun dan memainkan ponselnya main mobile legend ya semua laki laki juga kayaknya suka deh sama permainan. itu tak terkecuali seorang dosen.
" Indri udah pulang??" kata pak Aditya yang berhenti sejenak dari hp nya.
" belum, nanti Rizal sama Enggar juga lagi ke sini" kata ku tanpa melihat wajah pak Aditya.
" ya main lah, Oya mas mau makan pake apa biar saya siapin" kata ku menatap pak Aditya.
" gak usah lagian saya kan udah bilang pernikahan ini cuma sandiwara dan. saya sudah bilang kamu tak perlu melayani saya" kata pak Aditya ketus.
" ya udah saya malah seneng" ku berjalan meninggalkan kamar.
Hem laki laki itu seperti nya tak pernah bisa berubah. ku hampiri Indri yang terduduk menunggu kekasihnya. mungkin enak kali yah punya kekasih.
" ind gimana mereka dah sampe mana??" tanya ku.
" bentar lagi Yo sampe sa," Indri menjawab.
" udah gue bikinin minum dulu yah buat mereka" kata ku sambil menuju dapur.
setelah minuman itu beres ku bawa ke ruang tamu.
__ADS_1
" ind gue tinggal bentar ya mau cari cemilan sama beli mie instan" kata ku.
" oh iya ind gue juga mau nunggu mereka di depan" kata Indri beranjak ke depan rumah.
setelah 10 menit berlalu mereka berdua pun sampai dan aku pun telah kembali.
" ayok pada masuk nih gue beli cemilan" kata ku menunjukan kantong plastik yang ku genggam.
" eh sa, ini ada motor cowok motor siapa??" kata Enggar yang tiba tiba membuatku glagepan.
" itu motor suaminya Dilsa lah" kata indri keceplosan.
" ha loe udah nikah sa?? " tanya Rizal bengong.
" emm" jawaban singkat.
" pantes aja tadi Joni gak jadi ikut ternyata hehehe" kata mereka dengan senyum mengejek.
" emang loe nikah Kapan sa??" tanya Rizal.
" kemarin" kata ku singkat kembali, pertanyaan itu membuatku ilfil.
" wah gimana malem pertama nya sa??" Enggar begitu antusias.
" biasa" kata ku cuek.
" suami loe mana sa??" kata Rizal.
" dia masih molor udah ngapa jangan tanya Mulu." jawabku sewot.
" pasti tadi malem lembur ya jadi jam segini masih kecapean" kata Enggar menggelengkan kepalanya.
" anjir loe pada ngejek gue Mulu, udah yuk ah pada masuk pegel nih kaki berdiri " kata ku yg masuk rumah terlebih dulu.
" wah pengantin baru kakinya pegel yah emang berapa ronde?? kata Rizal nada usil.
" bacot loe pada bisa dengan kagak?? pengen gue gampar hah??" kata ku emosi.
__ADS_1
pada akhirnya kami pun. bercanda ria meski terkadang menyinggung ku tentang pernikahan ku ini.
bersambung.....