Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
akhirnya


__ADS_3

( ALUR MUNDUR)


ternyata kedatangan Bu Ami pertama kali ke rumahku itu bukan lah sebuah kebetulan. namun itu sebuah kejadian yang di rencanakan. dulu ketika ku masih belum sekolah aku berkenalan dengan seorang anak laki laki yang usianya selisih 5 tahun dulu kami sangat dekat, mungkin karena kami sama sama selalu di bully teman kami.


dulu penampilan ku sungguh jelek dan selalu mendapat perlakuan kurang enak sedangkan mas Adit dia di bully karena luka bakar di separuh wajahnya hingga lehernya.


hingga kami pun menjadi begitu dekat, namun karena dulu dia begitu sering di bully akhirnya mereka sekeluarga pindah dan mas Adit memberikan kalung yang bertulis AD yang artinya Adit Dilsa sedangkan aku yang hanya orang miskin Kanya memberikan gelang dari tali berwarna kuning.


setelah 12 tahun terpisah ternyata mas Adit masih mengingat rumahku. dan menyuruh ibunya untuk memastikan apa benar di rumah tersebut Dilsa yang ia cari. dengan alasan membutuhkan tenaga sekedar cuci gosok.


namun karena penampilan Adit yang dulu dan kepribadian yang dulu tak nampak di Adit yang sekarang hingga aku tak sadar dia lah orang yang ku rindukan.


pertama kali kami bertemu pun mas Adit telah mengetahui aku orang yang di cari namun karena kini sikapnya yang galak membuatku seakan melupakannya.


dan ketika ibu mas Adit sakit dan memaksaku menikah dengan mas Adit itu pun juga hanya sandiwara mereka berdua.


dan bukti kalung tersebut adalah yang paling kuat bahwa cinta itu tidak memandang dari wajah.


(KEMBALI KE ALUR SEMULA)

__ADS_1


" setelah sekian lama aku nunggu kamu akhirnya sekarang kita bisa bareng lagi" ujar mas Adit yang memeluk tubuhku dengan erat.


rasanya begitu bahagia ketika orang yang di sayang ternyata ada di hadapan.


mas Adit perlahan lahan menatap ku dan berusaha mencium ku namun karena rasa bahagia kini aku tak lagi menolak namun karena ini first kiss jadi ku hanya terdiam tak tahu harus bagaimana.


ia mencium ku begitu mesra terdengar suara jantung yang berdetak begitu keras.


dengan sigap mas Adit menarikku ke sofa yang tak jauh dari meja makan.


" emh,,, emh" suara terdengar ketika semua tubuh terasa panas namun kami hanya berani saling mencium dan masih malu malu kucing


" stop mas, saya belum siap" tangannya ku pegang untuk menghentikan nya.


" kenapa? bukankah aku orang yang kamu cintai?" tanya mas Adit memandangku begitu tajam.


" aku masih berhalangan" jawab ku malu.


" agh,,, kenapa kamu gak bilang dari tadi sih" wajah mas Adit yang berubah kecewa.

__ADS_1


" lah mas gak tanya" jawabku yang sambil senyum.


" lain kali kan bisa" jawabku sambil meninggalkan mas Adit yang duduk di sofa dengan kecewa.


aku pun bergegas ke kamar mandi karena rasanya begitu lengket semua badan hingga ku rebahkan tubuhku di ranjang.


tiba tiba mas Adit masuk kedalam. kamar dengan kopi hitam di tangannya dan duduk di depan laptop.


" sekarang udah berani tidur di kamar? gak di sofa lagi?" tanya menyindir.


" berani lah ngapain takut, lagian kan mas katanya lebih suka ngawinin kambing dari pada aku" ledek ku.


" terus ngledeknya, mas perkosa baru tau rasa" mas Adit yang menatapku jahil.


" kalo berani memperkosa istri ntar aku laporin biar di tangkap polisi lho" jawabku sambil menarik selimut.


" udah tidur duluan mas masih ada banyak tugas " kata mas Adit yang sibuk dengan laptopnya.


aku pun tertidur dengan pulasnya tanpa terasa tangan mas Adit memelukku begitu erat di perutku rasanya begitu bahagia canggung dan haru.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2