Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
teman rasa pacar


__ADS_3

" Jon loe mau gak nemenin gue kerja?? " kata ku pada Joni yang masih di atas motor.


" emang boleh sama majikan kamu??" kata Joni membalas perkataan ku.


" loe tenang aja majikan ku yang satu ini dia baik banget bahkan dia sayang banget sama gue Jon jadi loe tenang aja?!" kataku.


" loe serius?" sambil mengerutkan dahinya.


" iya serius lah gimana mau gak?? kalo mau buruan cabut" kata ku sambil memberi kode.


" lah ini rumah gimana?? gak jadi??" katanya kebingungan.


" rumah ini libur jadi kita ke tempat selanjutnya ntar dari rumah selanjutnya boleh deh kita kencan" kata ku menggoda.


" masa sih kencan sambil kerja ya gak enak lah, kencan itu ya jalan jalan gitu" kata Joni cemberut.


" ya nanti selesai dari kita kerja kita bisa jalan jalan gue janji" kataku menunjukan jari kelingking ku yang artinya sebuah janji.


" ok janji ya" kata Joni membalas jari kelingking ku.


" ya udah ayok biar ntar kencannya lama" ku bergegas menuju motornya.


seketika Joni menjalankan motornya itu namun tak butuh waktu lama akhirnya kami sampai di depan rumah Bu Uki.


" selamat siang Bu" kataku sedikit mengagetkan Bu Uki yang sedang asyik dengan tanaman bonsai nya tersebut.

__ADS_1


Bu Uki pun tersenyum bahagia karena mungkin dia lagi menanti ku.


ibu Uki seperti memberi isyarat padaku tuk bertanya dia siapa?.


jadi ku tarik saja lengan Joni dan kini berada di sebelah kanan ku persis.


" Bu kenalin dia Joni temen sekelas Dilsa, ganteng gak Bu??" kataku pada Bu Uki dan Bu Uki hanya tersenyum lalu mengacung kan jempolnya. seketika juga pipi Joni begitu merah dan malu.


" Bu, Dilsa boleh langsung kerja gak, biar ibu di sini di temenin Joni " kata ku melirik pada Joni.


" eh Sa, kok gitu sih" kata Joni sedikit gugup.


aku pun langsung masuk ke rumah tersebut dan meninggalkan Joni bersama Bu Uki.


nampak sekali wajah Joni yang kebingungan. ku lambaikan tanganku pada Joni dan sesekali ku keluarkan lidah ku tuk mengejeknya.


detik demi detik berlalu, menit demi menit berlalu. sesekali ku tengok Joni yang entah berbicara apa tak jelas yang pasti aku bahagia karena ini pertama kalinya ku liat Bu Uki bisa begitu cerahnya. ku kembali menuju pekerjaan ku yang lain. tanpa kenal lelah ku kerjakan semua pekerjaan ini.


" emm akhirnya selesai juga, eh Joni lagi ngapain ya" gumam ku sendiri.


wah ternyata tuh cowok cepet akrab juga yah telaten lagi sama orang tua, pikirku dalam hati.


" wah yang lagi asyik ngobrol ,em Dilsa ganggu ya ??" kata ku meledek.


tanpa menjawab Joni terlihat begitu gemas pada ku.

__ADS_1


"Bu , pekerjaan Dilsa kan udah selese Dilsa boleh gak ijin pulang soal ya Dilsa udah ada janji sama Joni." kataku pada Bu Uki . wajah Joni yang sebelumnya gemas kini berubah jadi bahagia banget, dan Bu Uki pun seperti setuju dan mengacung kan kedua jempolnya yang bertanda ok.


" ya udah Dilsa sama Joni pergi dulu ya Bu" pamit ku pada Bu Uki sambil bersalaman dan mencium tangannya begitu juga dengan Joni.


aku dan Joni pun keluar dari rumah Bu Uki dan berencana melanjutkan ke tempat yang belum tau tujuannya


" kita mau ke mana Jon? kata ku pada Joni yang lagi mengendarai motor.


" terserah loe aja sa, tukang ojek mah ngikut aja" kata Joni sambil bercanda.


" emm kita ke tempat yang Deket aja ya soalnya ntar malem ada kerjaan lagi" kata ku yang seakan mematahkan semangat Joni.


" sa, gimana kalo kita ke pantai kan gak terlalu jauh" kata Joni memberi saran.


" boleh juga tuh lagian ini baru jam setengah tiga masih ada waktu banyak lah" jawabku setuju.


" sa, loe pegangannya jangan di pundak ngapa? gue kan bukan tukang ojek!" kata nya nada memelas.


" lah terus gue pegangannya gimana??" tanyaku pada joni.


"kaya gini nih" sambil memegang tanganku yang sebelah kiri dan melingkarkan ke perutnya.


" eh gue kan belum Nerima loe jadi pacar gue Jon" kata ku mengelak.


" ya gak papa lah anggep aja temen rasa pacar sa!" katanya tersenyum

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2