
hari berlalu dengan begitu lancar nya pekerjaan yang begitu numpuk pun rasanya bukan lagi sebuah masalah, bahkan pak Aditya yang biasa terlihat galak kali ini pun terlihat begitu murung. di tambah lagi dengan Joni yang sepertinya marah pada ku.
kali ini ku ke rumah klien ku pun hanya berjalan. kaki meski lelah tapi lumayan. buat olahraga lah. biasanya sih Joni yang nganter tapi sejak perkataan ku yang mengatakan dia sebatas sahabat sikapnya seperti berubah entah sampai kapan Joni begini aku pun tak tau.
satu rumah sudah ku kerjakan.
. . . . . . .
dua rumah juga ku kerjakan
. . . . . . .
dan akhirnya rumah ke tiga ku liat jam di ponsel menunjukan akan segera adzan Magrib. jadi ku putuskan tuk mampir ke mushola sekedar menjalankan kewajiban ku. setelah selesai atas kewajiban ku, ku berjalan menuju rumah ke tiga yaitu rumah pak Aditya.
sesampainya ku di rumah pak Aditya nampak dia yang duduk di teras dengan memandang hp nya.
" maaf mas kemaleman" kata ku mendekati pak Aditya.
" oh gak papa ya udah sana kerjain tugas" kata pak Aditya yang terlihat begitu santai tak seperti biasanya.
" iya mas saya masuk dulu ya" kata ku menundukan tubuhku.
wah kayaknya malam ini bakal bener bener lembur nih karena begitu banyaknya pakaian kotor dan setrikaan yang menumpuk bagaikan. di tengah bukit pakaian pokoknya.
tapi itu tak membuat surut nyaliku dan tentu saja tubuhku masih cukup kuat mencuci pakaian yang hanya tiga ember bagiku bukan masalah yang berat , karena bagiku lebih berat beban hidup ku dari pada cucian itu ku cuci pakaian itu yang ku rasa gak begitu kotor jadi cepet sih nyucinya kira kira ku nyuci 2 jam, setelah ku jemur ku lanjutkan menyetrika dengan telatennya di dalam rumah yang sangat sepi seperti tak ada penghuninya.
waktu menyetrika pun selesai namun ku belum melihat Bu Ami pulang padahal waktu udah mau jam sembilan.
aku pun berjalan keluar ruangan dan melihat pak Aditya yang fokus dengan hp nya bahkan tanpa berkedip. ku dekati pak Aditya yang asyik dengan hpnya sampai sampai pak Aditya tak menyadari kehadiran ku.
ku lihat begitu jelas dimana pak Aditya yang sedang memandang foto mantan pacarnya yang kemarin lusa baru saja menikah mungkin di mantan terindah kali jadi gak bisa move on. tiba tiba terbesit di pikiran ku tuk menghibur pak Aditya secara tiba tiba ku bernyanyi lagu yang kini lagi hits milik grup band Armada.
__ADS_1
harusnya aku yang di sana dampingi mu dan bukan dia harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia.
ku bernyanyi selayaknya penyanyi profesional namun karena suara ku yang terlalu fals membuat pak Aditya tersenyum sebentar dan memandangku begitu tajam dan menutup hp nya.
" heh cewek lancang ngapain. kamu??" kata pak Aditya.
" nyanyi mas, lagunya bagus" kata ku tersenyum tanpa dosa.
" kamu pasti sengaja kami !?" pak Aditya yang emosi.
" Hua hahahaha ternyata dosen ku ini gagal move on ya??" kata ku meledek.
" apa kamu bilang??" pak Aditya mendekati ku.
" gagal move on!? udah ngapa mas kalo gak bisa move on ya tinggal mundur Alon alon ( mundur pelan pelan)" kata ku yang kayaknya membuatnya makin marah.
aku pun berusaha menghindarinya, ku mundurkan tubuhku menghindari pak Aditya. namun entah gimana pak Aditya tersandung karpet yang membuat badannya kini menimpa ku dan seketika
cuuuppp
namun anehnya ada perasaan yang aneh timbul entah rasa seneng atau jijik pokoknya jadi satu mungkin juga karena kaget karena ini pertama kali jadi rasanya begitu luar biasa yang ku rasakan bibir kami menempel terasa sangat lama. tiba tiba saja aku dan pak Aditya di kagetkan dengan sebuah suara dari dekat pintu.
" kalian ngapain ??" ternyata suara itu berasal dari Bu Ami. mungkin karena tadi terlalu serius jadi gak denger suara mobil berhenti.
" ASTAGAH ini gak seperti yang ibu liat kok ini cuma kecelakaan " kata pak Aditya menjelaskan. sambil berdiri secepat mungkin.
" iya Bu ini gak seperti yang ibu pikirkan" kataku ikut menjelaskan.
Bu Ami masih saja seperti tak menyangka dan tak percaya dengan yang ada di hadapannya.
" kalian ini kan belum mahram kenapa kalian kok mesra mesraan Sampek begitu?? ibu bukan marah ibu cuma mengingatkan, terus buat kamu Dit seharusnya kamu itu menjaga wanitamu sampai sah milikmu bukan merusaknya dulu. buat Dilsa ibu udah anggep kamu kaya anak ibu nak, kalo emang hubungan kalian ternyata sudah jauh kenapa kalian tidak langsung saja menikah itu akan membuat kalian jauh dari zina!!" Bu Ami menasehati.
__ADS_1
" eh enggak Bu saya gak ada apa apa sama mas Adit tadi itu cuma.." kata ku terhenti.
" cuma apa?? toh ibu liat sendiri kalian berciuman bahkan tubuh Adit yang **** mu" kata Bu Ami yang sepertinya dia marah.
seketika Bu Ami memegangi kepalanya dan langsung pingsan. pak Aditya pun begitu paniknya hingga langsung membawa tubuh ibunya ke kamarnya.
di situ aku dan pak Aditya begitu takut terjadi apa apa dan pak Aditya yang sedang menghubungi dokter.
" kenapa hidupku kok jadi gini amat ya" kata ku lirih.
" Bu, Dilsa mohon Bu sadar Bu jangan bikin Dilsa takut, Dilsa sayang sama ibu Dilsa mohon Bu" kata ku sambil menciumi tangan Bu Ami
tak lama dari pingsan nya Bu Ami pun tersadar dari pingsannya.
" udah lah Dilsa kamu gak usah nangis, ibu gak papa kok" kata Bu Ami lirih dan pak Aditya yang mengetahui ibunya sadar pun langsung masuk dan naik ke tempat tidur Bu Ami yang besar sambil memegang tangan Bu Ami dan menciumi nya.
" Bu maafin Adit Bu, Adit gak bermaksud bikin ibu Anfal maafin Adit Bu" kata pak Aditya sambil menangis.
" seharusnya ibu yang minta maaf tadi ibu udah marah marah" kata Bu Ami lirih.sambil
" maaf Bu kalo memang kehadiran saya di keluarga ini bikin. ibu dan mas Adit susah saya minta maaf, mungkin saya lebih baik berhenti aja Bu biar gak ada kesalahpahaman lagi" kata ku sambil berdiri.
" tunggu nak, ibu udah sayang sama kamu ibu liat kamu baik kamu pekerja keras dan ibu merestui kamu sama anak ibu kok" kata Bu Ami dengan senyum. sambil memegang tanganku.
" tapi Bu,..." ucapanku terhenti ketika ku lihat pak Aditya seolah memberikan kode.
" terimakasih Bu kalo memang ibu memberi restu buat Adit dan Dilsa" perkataan pak Aditya sontak membuat ku melotot karena bukannya menolak malah menerima.
ku lihat pak Aditya bangkit dan menarik ku keluar dari kamar Bu Ami.
" udah untuk saat ini kamu gak usah ngomong apa apa dari pada bikin ibu Anfal mending sekarang kamu pulang biar saya antar" kata pak Aditya.
__ADS_1
lalu pak Aditya pun masuk dan untuk berpamitan mengantar ku pulang..
bersambung.....