Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
Pertemuan


__ADS_3

Ku tengok motor besar berwarna hitam yang tiba tiba berhenti di depan rumah bu Ami "emm perasaanku kok gak enak ya" garam ku dalam hati. Benar saja dan tanpa terduga ketika laki laki yang memakai motor melepaskan helm yang bersaing di kepalanya itu ternyata si hantu muka garang. Dengan cepat ku putar tubuhku membelakangi si hantu muka garang alias dosen killer pak Aditya. Kok dia bisa di sini sih wah emang bener ya kata orang dunia itu sesempit daun peta. Wah aku harus kuat nih ucapkan dalam hati sambil memikirkan bagai mana caranya kabur dari dia. Ketika hendak pergi tiba tiba zzeebb ada yang menahan tanganku agar tak bisa melepaskan diri dan ia berkata " wah kita bertemu lagi ya?" ku lirik lelaki yang menggenggam lengan ku itu ternyata benar saja dia pak Aditya. " mau apa kamu?" tanyaku sambil ketakutan tentunya. "hei seharusnya aku yang bertanya ngapain kamu di sini wah jangan jangan kamu mau maling ya?" dengan tatapan sinis dan curiga. "enak aja ngomong aku maling eh saya lebih baik gk makan dari pada makan uang haram!" jawabku berusaha melepaskan diri dari pak Aditya. " lah kamu sendiri ngapain di sini?" tanyaku curiga. "ini rumahku!!" pernyataan itu membuatku terbengong sesaat dan mencari alasan tuk pergi "maaf sepertinya saya salah alamat. Saya akan pergi maaf selamat siang" ujarku berusaha menghindar dan pergi ketika hendak beranjak pergi tiba tiba pak Aditya menarikku hingga hampir saja jatuh namun pak Aditya menangkap ku seperti drama drama di tv tapi itu tak berselang lama ketika ku hendak melihat wajahnya tiba tiba saja bruukk dia melepaskan pegangannya yang membuat pinggang ku seperti encok. " aghh sialan ni orang gak niat nolong banget sih" Gerutu ku sambil memegang pinggangku ini. Kebanyakan mah dalam adegan gini kalo di tv tv jadi tumbuh cinta tapi ini tumbuh penyakit. Gumam dalam hati sambil meringis ngerasain pinggang yang kaya patah cuy. "ehh lu niat nolong kagak sih kalo gak niat mending gak usah, apa lu mau balas dendam sama gua gitu?" kata kata itu keluar begitu aja tanpa di suruh sambil membetulkan posisi tuk bangun dan kini tubuhku telah berdiri di hadapan pak Aditya. "emm kamu benar sekali cewe urakan saya memang dendam sama kamu gara gara kamu liat nih" sambil melihatkan beberapa luka di tangan dan kaki. Dengan tatap cemas ku coba melihat luka luka itu. "heleh cuma luka kecil gitu aja kok repot, Woles ngapa pak.". Jawabku klesetan. "emm kamu harus ganti rugi" pak Aditya. Dari pada aku ganti rugi mending kabur agh Gumam di hati dengan senyum licik. Tiba tiba suara mobil berhenti dan parkir setelah mobil berhenti ada teriakan seorang wanita paruh baya memanggil ku "heii Dilsa, mau kemana kamu nak?" ujarnya ketika ku tengok eh ternyata dia bu Ami. "wah kok jadi kacau sih jangan jangan pak Aditya itu..." sedikit berfikir. " iya ini rumah saya ayo kita masuk" anajaknya sambil menuju padaku dan menggandeng tanganku tuk masuk ke rumahnya. " eh kamu dah pulang sayang" sambil cipika cipiki sama pak Aditya. "iya bu, Aditya baru aja pulang ya udah yok kita masuk" ujar pak Aditya dan tentu aku membuntutinya seperti anak ayam.


__ADS_2