Pelukan terakhir

Pelukan terakhir
Hari ulang tahun


__ADS_3

Hari yang cerah tak kalah cerah dengan yang kemarin hari ini entah kenapa mood ku lagi caem banget karena hari ini adalah hari ulang tahun ku yang ke 18tahun meski tak ada yang tahu bahkan tak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun tapi ku bahagia karena ku masih di beri kesehatan oleh Tuhan yang Maha Esa. Ku lirik jam di sebelah kiri ku yang udah menunjukan bahwa hari mulai siang yaitu udah jam 06:12 bergegas ku langsung ke kamar mandi. Selesai mandi aku pun langsung bergegas tuk pake baju dan mengambil buku mapel hari ini. Oiya aku emang gk pernah sarapan karena bagiku sarapan itu membuat ngantuk dan sejak kecil memang tak suka sarapan jadi dengan kata lain aku tak pernah sarapan.

__ADS_1


Di jalan

__ADS_1


Em mungkinkah ulang tahun ku kali ini akan istimewa? Semoga saja. Dalam hati sepanjang jalan aku berharap. Tit Tit Tit suara klakson motor mengagetkanku lalu spontan saja ku tendang kaleng bekas spr*t ku tendang dan ternyata mengenai kepalanya hingga bruukkk ternyata dia lelaki yang menglaksonku terjatuh " aduh mati aku gimana nih bakal panjang urusanku" ujar ku sambil menepuk jidat. Terlihat lelaki itu pun membuka kaca helm nya dan menatap sinis dia pun menghampiriku namun karena kakinya mungkin terluka jadi " mending aku kabur aja deh" sambil berusaha berlari secepat mungkin. Terdengar suara teriakan dari laki laki itu " woy berhenti lu anjing" dengan nada penuh emosi namun ku tak peduli yang penting aku bisa kabur hehehe.

__ADS_1


Bruukkk*** suara tas ku letakan di atas mejaku dengan nafas ngos ngosan bagai di kejar hantu "huhuhu untung selamat" suara langkah kaki mendekati ku lalu menepuk pundak sebelah kiriku " kenapa lu ngos ngosan gitu di kejar anjing ap di kejar hantu loe?" tanyanya lalu ku tengok dia adalah sahabatku indri dia temanku sejak kelas sepuluh hingga kini kami bersama. " gue di kejar hantu muka garang tau ih mukanya serem banget semoga aja aku gak ketemu dia lagi" jawab ku sambil menggerakkan kepala dan pundak ku menggelengkannya seperti orang yang lagi merinding. "gila lu mana ada setan keluar pagi pagi gini adanya setan keluar malem lh" sambil noyor kepalaku "wah sialan gua serius nih masa lu gak percaya mah sahabat lu sendiri" ujar ku meyakinkan indri. "emm ok lah eh bu Utin masuk tuh gua duduk dulu ya lanjut nanti" ujar indri sambil melangkah mundur. Bu utin adalah dosen sastra orangnya baik sabar dalam mengajarkan sesuatu dan dia itu bisa di bilang favorit di kelas karena emang dia pantas untuk di puji. Di usianya yg bisa di katakan sepuh dia masih terlihat cantik karena dia sangat murah senyum ketika dia datang pun semua orang di kelas akan bahagia karena pertanda tak akan ada yang memarahinya. Tapi kali ini bu utin terlihat berbeda dari biasanya dia nampak lebih murung entah apa sebabnya. " sa bu utin kok tumben ya kaya gak seneng gitu yaa padahal biasanya ceria banget" tanya belakang ku sambil menggoyangkan bangku ku. Ku tengok dia em dia adalah Apin bisa di bilang dia sepupu indri karena kakek indri dan nenek Apin itu kakak adik. " iya tumben banget aku juga heran" sahut ku menoleh ke belakang

__ADS_1


__ADS_2